The post Hari Pramuka 2018 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>




(166) view
The post Hari Pramuka 2018 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post Latihan Memindahkan Korban Kecelakaan appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>Acara diawali dengan pembuatan tandu menggunakan tongkat dan simpul serta pembuatan tandu darurat menggunakan jaket dan tongkat.

Setelah korban dapat dievakuasi dengan menggunakan tandu darurat, pelatihan dilanjutkan dengan latihan memindahkan korban dalam situasi gas beracun atau memindahkan korban dalam gua.

(127) view
The post Latihan Memindahkan Korban Kecelakaan appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post Sabtu Ceria appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>Selesai berenang bersama mereka semua kembali ke sanggar dengan perut lapar dan mulailah memasak hotdog per regu …. sambil bersantap hotdog, para penggalang menikmati film “Facing the Giant”
Sabtu ini sangat berkesan bagi adik adik penggalang karena latihan yang berbeda dan dapat dinikmati bersama.
(178) view
The post Sabtu Ceria appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post Hiking ke Tahura appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>Para peserta memulai perjalanan ini dengan perasaan harap harap cemas (sebenarnya lebih para orang tua sih yang cemas, kalau anak anak Siaga pasti maunya hujan hujanan), karena hujan besar sudah menyelimuti kawasan Tahura. Akan tetapi semangat 19-20 tidak pernah surut hanya dikarenakan hujan. The show must go on !! Semesta pun bercerita lain, setibanya para Siaga di Tahura, sekitar pukul 14:35 WIB, hujan mulai mereda. Tampak wajah wajah ceria para siaga yang siap sedia melaksanakan permainan berburu Pokemon di Tahura
Acara dimulai dengan bermain bersama dan berfoto di depan patung Ir H. Djuanda, dilanjutkan dengan perjalanan ke Gua Jepang. Medan yg ditempuh bukan medan yang biasa, apalagi setelah hujan jalan menjadi lebih sulit dan penuh tantangan. Ada yang bertanya, hidup udah enak mengapa di buat susah?
Para peserta didik diberi tantangan agar mereka semua punya pengalaman. Dengan pengalaman tersebut kita semua berharap agar para peserta didik menjadi pribadi yg percaya diri, tangguh dan tidak mudah menyerah di masa yang akan datang.
Terima kasih untuk bapak ibu para orang tua yang bersedia mengantar dan menjemput, bermain bersama dan juga menjaga para Siaga 07019 – 07020










Photo credits: Ibu Heika, Ibu Yenni, Ka Ely dan ibu dari Gerald
(233) view
The post Hiking ke Tahura appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post No Wifi appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>
(187) view
The post No Wifi appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post Galang Cita Paskah appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>Untuk GCP tahun ini, karena pembina baru diberitahu beberapa hari sebelum pelaksanaan, kami, penggalang Bandung 19-20 tetap maju tak gentar untuk mengikuti acara. Pasukan 19-20 mengirimkan 11 orang yang terdiri dari 7 orang penggalang putra antara lain: Adit, Pandu, Fanuel, Marco, Rio, Sugi, dan Alfred dan 4 orang penggalang putri yang terdiri dari Talitha, Nadya, Monic, dan Marcel. Sedangkan pembina pendamping adalah Kak BA, Kak Augie, Kak Cynthia, dan Kak Ruby.
Kami berangkat pukul 06.00 WIB dari sanggar menuju lokasi yang bertempat di SD Talenta di Taman Kopo Indah. Setibanya di sana kurang lebih pukul 07.00 WIB, kami daftar ulang, lalu kami mendirikan basecamp kami.
Pukul 09.00 WIB, acara diawali dengan semacam parade pembuka. Di situ kami diminta untuk meneriakkan yell yell kami sambil berbaris. Dan saat itulah kami langsung terdiam bingung karena kami tidak menyiapkan yell khusus GCP sama sekali. Akhirnya karena kami meneriakkan yell ‘Akela’ sepanjang jalan. Kami sangat lega ketika kami tiba di lapangan dan kami tidak perlu berteriak teriak lagi.
Tiba saatnya kami harus meneriakkan yell kami di tengah lapangan di hadapan seluruh peserta GCP lainnya. Saat undian kami mendapatkan urutan ke-3 untuk yell, tapi entah mengapa, kami tampil pertama.
Adit memimpin akela dan kami kembali ke tempat. Yell 19-20 memang paling unik..
Sesudah kami, penggalang 1920 yell, acara dihentikan karena emua peserta harus makan siang. Selesai makan siang kegiatan yell diteruskan kembali oleh regu-regu lain.
Kegiatan selanjutnya adalah wide games dengan 5 pos, dimana para peserta diuji kemampuan P3K, Sandi, ikatan, PBB dan beberapa permainan. Setelah itu selesailah acara hari itu, dilanjutkan dengan acara mandi tetapi ternyata di beberapa kamar mandi air tidak mengalir di kamar mandi. Acara selanjutnya adalah senam semaphore. acara ini adalah acara yang unik karena tidak pernah ada di Gudep Bandung 07019 dan 07020. Kami tidak mempersiapkan lagu apapun untuk acara senam semaphore ini. Akhirnya dengan bangga kami melakukan senam semaphore dengan menyanyikan lagu Mars Yos.
Acara selanjutnya adalah makan malam, dan dilanjutkan dengan atraksi api unggun sampai sekitar pukul 22:00 WIB dan seluruh peserta diminta beristirahat.
Keesokan harinya kami dipaksa bangun pagi sekitar pukul 04.30 untuk menerbangkan lentera lentera yang telah dibuat panitia. Sepertinya ini acara malam yang terpaksa dipindahkan ke pagi hari karena sudah terlalu malam untuk dilaksanakan pada malam hari. Sungguh mengesalkan dipaksa bangun pagi tanpa tujuan yang jelas.
Setelah menerbangkan lentera kami melakukan senam pagi. dan dilanjutkan dengan makan pagi tanpa acara mandi pagi.
Setelah makan pagi kami melakukan upacara penutupan dilanjutkan dengan beres beres untuk pulang ke sanggar masing-masing. Saya belum pernah mengikuti acara GCP sebelumnya, kesan saya dengan acara GCP ini sangat dipaksakan. Panitia tidak memiliki sistem yang benar sehingga acara terasa acak acakan dan tidak teratur. Semoga acara GCP selanjutnya menjadi lebih baik
Talitha – Melati 07020
(311) view
The post Galang Cita Paskah appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post Hari Pramuka 2014 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>Jayalah Bandung 19 -20
(530) view
The post Hari Pramuka 2014 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post Kursus Mahir Dasar – Minggu 4 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>Rekaman disajikan apa adanya. Karena keterbatasan kemampuan kamera, hanya tertangkap nyala api unggun saja. Jadi silakan bayangkan apa yang terjadi melalui suara yang terdengar. Anggap saja KIM pendengaran. 
Untuk melengkapi, silakan lihat juga foto-foto kegiatan camping KMD 2013 berikut ini:
(504) view
The post Kursus Mahir Dasar – Minggu 4 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post Kursus Mahir Dasar – Minggu 3 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>
(447) view
The post Kursus Mahir Dasar – Minggu 3 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post Kursus mahir Dasar – Minggu 2 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>
(359) view
The post Kursus mahir Dasar – Minggu 2 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post Kursus Mahir Dasar – Minggu 1 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>
(683) view
The post Kursus Mahir Dasar – Minggu 1 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post Pertukangan appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>Ternyata rencana berubah, berkat dukungan Kak Will Dharma. Rencana awal yang berlingkup ‘ringan’ ternyata diperluas jadi lebih serius dalam hal ukuran dan peralatan. Yang tadinya perbaikan pada bagian-bagian peti base regu yang rusak, sekarang malah jadinya merakit LEMARI REGU!
Keputusan tersebut diambil setelah tim pembina (termasuk Kak Will) beberapa kali membahas rencana, dan diputuskan bahwa materinya adalah merakit lemari. Artinya bahan-bahan sudah disiapkan dalam ukuran sesuai rencananya, dan para penggalang tinggal mengikuti petunjuk untuk mendirikannya. Dan nyatalah, bahwa kegiatan ini dilahap penggalang dengan semangat, apalagi ada kesempatan mencoba menggunakan power tools untuk menghasilkan suatu barang yang berguna. Jadi bukan sekedar main-main, tetapi berlatih dan kemudian menerapkannya.
Untuk menambah semangat, kegiatan merakit lemari ini dilombakan antar regu. Regu terbaik menurut tim pembina akan menerima hadiah berupa seperangkat alat-alat pertukangan yang akan jadi milik regunya. Kali ini Regu Kijang yang berhasil mendapat predikat regu terkompak, karena dinilai bersemangat, pembagian kerja cukup efektif, dan hasilnya cukup memuaskan walaupun hanya bertiga saja.
Satu hal yang cukup membanggakan, ternyata penggalang putri tidak kalah antusiasnya dengan penggalang putra. Mereka menjajal multipleks, lem fox, mesin bor, mesin amplas, sekrup dan obeng seperti menjajal bumbu racikan dan bahan untuk Paella con pollo atau Arroz con leche di minggu sebelumnya. Semoga semangat seperti ini bisa selalu ditularkan ke keluarga besar Gudep B 19-20 dan orang-orang di sekitar kita.
Terima kasih untuk Kak Will Dharma yang sudah membawakan materi pertukangan, menyiapkan bahan dan alat, bahkan mengadakan juga hadiah (!) untuk regu terbaik dalam latihan pertukangan. Terima kasih juga kepada Paguyuban Pandu Adi yang selalu mendukung kegiatan Latihan Sabtu dan latihan-latihan kepramukaan Gudep kita.
VIVAT B 19-20!!!
(685) view
The post Pertukangan appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post Cooking School appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>
(409) view
The post Cooking School appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post LT-1 2013, Minggu Ke-5 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>
(356) view
The post LT-1 2013, Minggu Ke-5 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post LT-1 Minggu ke 3 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>
(491) view
The post LT-1 Minggu ke 3 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post LT-1 2013, Minggu Ke-2 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>
(826) view
The post LT-1 2013, Minggu Ke-2 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post Ada yg tahu kalau TAHURA Ir. H. Djuanda adalah yang pertama di Indonesia? appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>
Hari ini 43 orang siaga didampingi oleh para pembina dan lebih dari setengah lusin orang tua, berjalan-jalan di Tahura Ir. H. Djuanda. Acaranya sangat semarak, dimulai dengan pengarahan yang dilakukan di playground, kemudian para siaga, pembina dan rombongan orang tua mulai berjalan ke gua Belanda, sambil diberi pengarahan tentang sejarah Tahura Ir. H. Djuanda dan juga mengenal tumbuhan serta serangga yang ada di dalam taman yang menarik ini. Sesampai di Gua Belanda, para siaga mulai menyusuri kegelapan gua dan melihat bagian bagian dalam gua, mulai dari tempat penyimpan amunisi, ruang tahanan, sampai pusat komunikasi.
Setelah puas bermain dalam kegelapan, para siaga mulai diuji untuk mendapatkan Tanda Kecakapan Khusus, tema untuk minggu ini adalah TKK Pengamatan. Para Siaga mulai diceritakan tentang Kim (Kimball O’Hara). Setelah cerita pendek dari kak Toni, kemudian mulailah para siaga diberi tantangan permainan KIM. Para siaga diminta untuk memperhatikan dan mengingat 12 benda yang telah dikumpulkan oleh ka Kendrick selama perjalanan. setelah waktu semenit habis, para siaga diminta untuk menyebutkan nama nama benda yang mereka lihat.
Setelah selesai dengan permainan Kim, para siaga kembali diminta menyusuri gua, untuk menemukan “tiket” keluar gua, tanpa tiket tersebut para siaga tidak boleh keluar dari gua. Tak disangka mereka sangat bersemangat dan sangat mahir dalam menemukan tiket yang telah disebar sepanjang gua oleh ka Tony Black. Dengan cepat mereka mengumpulkan tiket dan kemudian mereka langsung pergi mengikuti tanda jejak menuju Gua Jepang dan kemudian kembali ke starting point saat mereka berangkat tadi.
Acara hari ini ditutup dengan pengarahan dari Ka Irene tentang serangga dan jenis jenis laba laba yang mungkin dilihat oleh para siaga, tak lupa juga para siaga melahap roti coklat dan teh manis yang telah disediakan.
Berikut adalah ulasan tentang Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang dikutip dari Wikipedia
Tahura Ir. H. Djuanda adalah taman terbesar yang pernah dibangun oleh pemerintah Hindia-Belanda berbentuk hutan lindung dengan nama Hutan Lindung Gunung Pulosari. Perintisan taman ini mungkin sudah dilakukan sejak tahun 1912 bersamaan dengan pembangunan terowongan penyadapan aliran sungai Ci Kapundung (kemudian hari disebut sebagai Gua Belanda), namun peresmiannya sebagai hutan lindung baru dilakukan pada tahun 1922.
Sejak kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 secara otomatis status kawasan hutan negara dikelola oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Djawatan Kehutanan.
Kawasan hutan ini dirintis pembangunannya sejak tahun 1960 oleh Mashudi (Gubernur Jawa Barat) dan Ir. Sambas Wirakusumah yang pada waktu itu menjabat sebagai Administratur Bandung Utara merangkap Direktur Akademi Ilmu Kehutanan, dan mendapat dukungan dari Ismail Saleh (Menteri Kehakiman) dan Soejarwo (Dirjen Kehutanan Departemen Pertanian). Pada tahun 1963 sebagian kawasan hutan lindung tersebut mulai dipersiapkan sebagai Hutan Wisata dan Kebun Raya. Tahun 1963 pada waktu meninggalnya Ir. R. Djoeanda Kartawidjaja (Ir. H. Djuanda) , maka Hutan Lindung tersebut diabadikan namanya menjadi Kebun Raya Rekreasi Ir. H. Djuanda untuk mengenang jasa-jasanya dan waktu itu pula jalan Dago dinamakan jalan Ir. H. Djuanda.
Untuk tujuan tersebut, kawasan tersebut mulai ditanami dengan tanaman koleksi pohon-pohonan yang berasal dari berbagai daerah. Kerjasama pembangunan Kebun Raya Hutan Rekreasi tersebut melibatkan Botanical Garden Bogor (Kebun Raya Bogor) , dengan menanam koleksi tanaman dari di Bogor.
Pada tanggal 23 Agustus 1965 diresmikan oleh Gubernur Mashudi sebagai Kebun Raya Hutan Rekreasi Ir. H. Djuanda yang kemudian menjadi embrio Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang dikelola oleh Dinas Kehutanan (dulu Djawatan Kehutanan Propinsi Jawa Barat).
Tahun 1978 pengelolaan dari Dinas Kehutanan (dulu Djawatan Kehutanan Propinsi Jawa Barat) diserahkan ke Perum Perhutani Jawa Barat.
Pada tahun 1980 Kebun Raya/Hutan Wisata yang merupakan bagian dari komplek Hutan Gunung Pulosari ini ditetapkan sebagai taman wisata, yaitu Taman Wisata Curug Dago seluas 590 ha yang ditetapkan oleh SK. Menteri Pertanian Nomor : 575/Kpts/Um/8/1980 tanggal 6 Agustus 1980.
Pada tahun 1985, Mashudi dan Ismail Saleh sebagai pribadi dan Soedjarwo selaku Menteri Kehutanan mengusulkan untuk mengubah status Taman Wisata Curug Dago menjadi Taman Hutan Raya.
Usulan tersebut kemudian diterima Presiden Soeharto yang kemudian dikukuhkan melalui Keputusan Presiden No. 3 Tahun 1985 tertanggal 12 Januari 1985. Peresmian Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda dilakukan pada tanggal 14 Januari 1985 yang bertepatan dengan hari kelahiran Ir. H. Djuanda. Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda sebagai Taman Hutan Raya pertama di Indonesia.
Untuk menjamin susksesnya pengelolaan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Menteri Kehutanan melalui Surat Keputusan Nomor : 192/Kpts-II/1985 membentuk Badan Pembina Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang diketuai oleh Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam (PHPA) serta menunjuk Perum Perhutani sebagai Badan Pelaksana Pengelolaan dan Pembangunan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda.
Tugas Badan Pembina Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda adalah :
Memberikan pengarahan pembangunan dan pengembangan Taman Hutan Raya;
Menyusun rencana jangka panjang dan menengah;
Mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan pembangunan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda.
Anggota Badan Pembina terdiri atas Wakil Perguruan Tinggi, yaitu :
Rektor Institut Teknologi Bandung,
Rektor Universitas Padjadjaran Bandung, dan
Rektor Institut Pertanian Bogor.
Selain wakil perguruan tinggi juga ditunjuk wakil tokoh masyarakat.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Taman Hutan Raya adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai fungsi untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa baik yang alami maupun buatan, jenis asli dan atau bukan asli yang dimanfaatkan bagi kepentingan ilmu pengetahuan, penelitian dan pendidikan serta menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi.
Sebagai salah satu bentuk pengelolaan kawasan pelestarian alam, Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda diharapkan mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis serta pelestarian pemanfaatan sumber daya hayati dan ekosistemnya. Pemanfaatan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda secara optimal akan memberikan pengaruh positif terhadap perlindungan plasma nutfah dan pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar hutan maupun Cekungan Bandung pada umumnya.
Pengelolaan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda menurut Surat Keputusan Direktur Jenderal PHPA Nomor. 129/Kpts/DJ-VI/1996 adalah pada Pemerintah Daerah (Pemda) Tingkat I c.q. Dinas Kehutanan untuk wilayah di luar Jawa, sedangkan di Pulau Jawa diserahkan kepada Perum Perhutani.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 1998, tanggal 23 Juni 1998 tentang Penyerahan Sebagian Urusan Pemerintahan di Bidang Kehutanan Kepada Daerah, menyebutkan bahwa pengelolaan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang mencakup kegiatan pembangunan, pemeliharaan, pemanfaatan dan pengembangan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda diserahkan kepada Pemda Tingkat I.
Dalam era otonomi daerah saat ini, sebagaimana diatur oleh Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi Sebagai Daerah Otonom, dinyatakan bahwa Pemerintah Propinsi berwenang untuk memberikan pedoman penyelenggaraan pembentukan wilayah dan penyediaan dukungan pengelolaan Taman Hutan Raya. Untuk mempertegas kedua peraturan pemerintah tersebut di atas maka diterbitkan pula Keputusan Menteri Kehutanan nomor : 107/KPTS-UM/2003 tentang Tugas Perbantuan kepada Gubernur, Bupati atau Wali Kota, berkaitan dengan pengelolaan Taman Hutan Raya.
Mengingat lokasi Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda berada pada lintas wilayah Kabupaten dan Kota, yaitu terletak di Kabupaten Bandung (Kecamatan Cimenyan dan Kecamatan Lembang) dan Kota Bandung (Kecamatan Coblong), maka sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2000, kewenangan pengelolaannya berada di Pemerintah Propinsi Jawa Barat, dalam hal ini adalah Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Barat.
Memperhatikan hal tersebut di atas Pemerintah Propinsi Jawa Barat membentuk Balai Pengelolaan Taman Hutan Raya yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Barat yang secara teknis maupun administrasi bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Barat. Ketentuan tersebut tercantum dalam Perda No. 5 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Propinsi Jawa Barat Nomor : 15 Tahun 2000 tentang Dinas Daerah Propinsi Jawa Barat.
Kronologis Peraturan Perundangan Pengelolaan Taman Hutan RayaIr. H. Djuanda
No. PERATURAN PERUNDANGAN URAIAN
1. SK. Mentan Nomor : 575/Kpts/Um/8/1980 Penetapan Taman Wisata Curug Dago seluas 590 Ha
2. Tahun 1984 Penataan Batas kawasan oleh Badan INTAG-Departemen Kehutanan
3. Kepres Nomor : 3/M/1985 Penetapan Taman Wisata Curug Dago menjadi Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda
4. SK. Menhut Nomor : 192/Kpts-II/1985 Pengaturan Pengelolaan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda
5. SK. Menhut Nomor : 193/Kpts-II/1985 Penunjukkan Anggota Badan Pembina Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Wakil PTN dan Tokoh Masyarakat
6. SK. Menhut Nomor : 107/Kpts-II/1985 penunjukan Anggota Badan Pembina Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Wakil PTN dan Tokoh Masyarakat
7. SK. Menhut Nomor : 107/Kpts-II/2003 tgl 24 Maret 2003 Tentang Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Pengelolaan Taman Hutan Raya oleh Gubernur atau Bupati/Walikota
8. Perda Propinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2002 Perubahan Perda Propinsi Jawa Barat Nomor 15 Tahun 2000 tentang Dinas Daerah Propinsi Jawa Barat (Terbentuknya UPTD Balai Pengelolalaan Taman Hutan Raya)
9. Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 25 Tahun 2008 Pengelolaan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda
10. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 120 Tahun 2009 Petunjuk Pelaksanaan Peda Provinsi Jawa Barat Nomor 25 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda
[sunting]Objek Wisata di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda
Selain hutan alaminya dan untuk berolah-raga lintas alam THR Djuanda juga terdapat objek wisata lainnya:
Monumen Ir. H. Djuanda
Gua Jepang dan Gua Belanda
Kolam Pakar
Air terjun Curug Omas
Air terjun Curug Lalay
Air terjun Curug Dago
Museum Ir. H. Djuanda
Artefak kebudayaan purba yang pernah ditemukan di kawasan Dago Pakar
Prasasti Raja Thailand
Taman bermain
[sunting]
(863) view
The post Ada yg tahu kalau TAHURA Ir. H. Djuanda adalah yang pertama di Indonesia? appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post LT-1 2013, Minggu Ke-1 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>
LT 1, minggu pertama dalam foto.
(413) view
The post LT-1 2013, Minggu Ke-1 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post Kunjungan Ke YONKAV 4 / TANK appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>Sesudah korve Siaga berangkat diantar para orang tua, dan penggalang berangkat menggunakan angkutan kota. Proses berangkat cukup rumit juga karena total peserta hampir mendekati 90 orang. Tetapi dengan kepiawaian para pembina dan kerjasama dengan para orang tua, hal seperti ini bukanlah suatu masalah. Semua dapat diatur dengan cantik.
Sesampai di Yonkav IV adik-adik S&G disambut dan disuguhi PBB dan senam senjata. Tak kalah menarik, adik adik S&G boleh mencoba memegang dan bertanya mengenai senjata yang mereka lihat. Termasuk belajar dan mencoba memasang sangkur. Tentu saja ini adalah hal yang mengasyikan bagi mereka, bisa “bermain” dengan senjata asli 
Selesai bermain senjata, mereka pindah area, dan saat itu mereka mendapatkan hal yang lebih mengasyikkan lagi, yaitu bermain di atas tank. Tank AMX1 Canon buatan Perancis tahun 1962 memang barang tua, tetapi tidak menghalangi semangat anak-anak naik turun tank tersebut. Sebagian pembina bersyukur bahwa yang didemo-kan hari ini adalah tank, apabila yang dijadikan demo mobil sedan, tentu saja sudah penyok sana sini.
Acara di area tank ini tidak kalah menariknya dengan acara ditempat peragaan senjata tadi, adik adik banyak bertanya masalah teknis dan praktis soal tank. Ada yang bertanya apakah di dalam tank bisa merasakan gempa? ada juga yang bertanya apakah tank bisa jalan di atas jalan biasa? dan berjuta pertanyaan yang membuat para tentara cukup pusing menjawabnya
Tak terasa waktu sudah hampir 3 jam anak anak bermain di YonKav IV ini, walaupun masih tertarik untuk main, kakak-kakak pembina sudah mulai memanggil-manggil untuk segera kembali ke sanggar. Maka latihan seru hari ini diakhiri dengan foto bersama di atas tank. 90 orang berfoto bersama, dan tank-nya tidak terlihat sama sekali 
(2602) view
The post Kunjungan Ke YONKAV 4 / TANK appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post Bikin Roti appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>
(303) view
The post Bikin Roti appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post Biar Foto Yang Bicara II appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>
(282) view
The post Biar Foto Yang Bicara II appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post Biar Foto Yang Bicara I appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>OTW = Okey .. Tungguan Wae
(200) view
The post Biar Foto Yang Bicara I appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post Baden Powell Day appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>Setelah acara quiz selesai, para adik adik siaga ini diminta menyebrangi lautan besar, dengan menggunakan bangku yang ada untuk mengambil benda pusaka yang ada di seberang lautan, kalau ada yang belum jelas, bentuk lautannya seperti apa, mari kita simak gambar berjalan berikut ini:
Setelah selesai menyeberangi lautan, adik adik siaga diminta untuk berlomba mendapatkan benda pusaka ke2 yang dipegang oleh ka Kendrick, maka dengan serentak, bahkan ada juga yang tidak mau mendengarkan aba – aba mereka berlari kencang, ada yang lari zig-zag, ada yang lari menerobos kubangan, bahkan ada yang lari pelan-pelan (maksudnya ketinggalan di belakang)
Tantangan ketiga ini pun bisa diselesaikan dengan baik oleh adik adik siaga, setelah acara asah otak, kerja sama kelompok dan kecepatan, sekarang giliran acara melatih keseimbangan. Para adik-adik siaga diminta untuk berdiri di kubangan lumpur dengan satu kaki, siapa yang bertahan paling lama, menjadi juaranya. Setelah lama para adik-adik ini bertahan di atas lumpur, satu demi satu bertumbangan (baca: mandi lumpur) akhirnya tinggal 5 orang yang bertahan dan akhirnya hanya satu juara yang bisa mengalahkan semuanya dan siaga tersebut adalah James yang sangat tenang mempertahankan keseimbangannya.
Rupanya hanya sedikit bermain lumpur masih kurang seru untuk adik-adik siaga, maka setelah acara latihan keseimbangan tadi, para siaga ditantang untuk bermain loncat tali, dimana tempat mereka landing nanti adalah kolam lumpur. Untuk acara ini tidak semua siaga mau berpartisipasi, oleh karena itu oleh kakak-kakak pembina ditawarkan, siapa saja yang berani yang mau mencoba ini. Maka bermunculanlah para siaga pemberani, minimal berani mencoba, bukan kemenangan yang mereka cari. Setelah banyak yang mencoba mulai dari gaya lompat jauh, sampai gaya landing dengan muka mencium lumpur dahulu, akhirnya terpilih lagi juara yang bisa mengalahkan semuanya, siaga yang bisa melompat tanpa menyentuh tali dan berhasil landing dengan mulus, siaga tersebut adalah Pandu.
Setelah puas bermain lumpur, satu acara terakhir sebelum latihan ditutup, yaitu tarik tambang, semua kelompok diadu, setelah keluar kelompok pemenang, akhirnya anggota kelompok tersebut diadu untuk lomba tarik tambang perorangan. Dan pemenangnya adalah Aubrey yang bisa mengalahkan seluruh anggota kelompoknya.
Akhirnya karena waktu telah melewati pukul 18.30, adik-adik siaga dibubarkan tanpa korve penutup, untuk segera membersihkan diri dan mengganti pakaian yang basah. Setelah semuanya bersih dan rapih, acara hari ini ditutup dengan merayakan hari ulang tahun 3 rekan siaga, yaitu Peter, Maria dan …… ?
(352) view
The post Baden Powell Day appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post All About Chocolate appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>