Rilisan ini juga menjadi kesempatan bagi para member untuk terlibat lebih jauh dalam proses kreatif. Karina tercatat ikut menulis lirik ’16 Bit’, sementara Giselle dan Ningning masing-masing mendapat kredit dalam penulisan serta komposisi lagu mereka. Keempat lagu tersebut pun memberikan warna berbeda sesuai karakter masing-masing member.
“SYNK: COMPLæXITY” hadir setelah aespa menyelesaikan rangkaian tur mereka di Amerika Latin. Di São Paulo, Brasil, konser mereka dihadiri lebih dari 21.000 penonton, yang menurut pihak label menjadi jumlah penonton terbesar untuk girl group K-pop generasi keempat di negara tersebut. Mereka juga menggelar konser sold out di Santiago, Lima, dan Mexico City. Setelah melanjutkan tur di Asia, termasuk Seoul dan Taipei, aespa kini akan menyambangi Amerika Utara sebelum meneruskan perjalanan ke Eropa dan Inggris hingga Februari 2027.
]]>Ed Sheeran mengatakan dirinya menghormati Macklemore sebagai musisi dan sebelumnya menyetujui permintaan sang rapper untuk bergabung dalam tur. Ia juga menyebut telah berusaha mempertemukan pihak-pihak terkait untuk mencari jalan keluar setelah sejumlah venue menyatakan keberatan. Menurutnya, ia tidak ingin membatalkan konser yang telah direncanakan para penggemar maupun menghilangkan pekerjaan bagi kru dan musisi yang bergantung pada tur tersebut. Ia juga menegaskan bahwa dirinya memiliki pandangan pribadi mengenai konflik Israel-Palestina, tetapi memilih untuk tidak menyampaikannya secara terbuka. Bagi Ed Sheeran, platform yang dimilikinya lebih ia gunakan untuk mempertemukan orang-orang dari berbagai latar belakang dan menjaga ruang dialog tetap terbuka.
Kontroversi ini kemudian berlanjut ketika Aaron Rowe, salah satu musisi yang dijadwalkan menjadi pembuka untuk 10 konser Sheeran di Amerika Serikat, mengumumkan pengunduran dirinya. Aaron Rowe mengatakan keputusan tersebut diambil karena ia tidak dapat melanjutkan tur setelah melihat Macklemore dikeluarkan menyusul pernyataannya mengenai Palestina. Ia juga mengaitkan sikapnya dengan sejarah Irlandia mengenai konflik, kelaparan paksa, dan pendudukan. Dengan mundurnya Aaron Rowe, sejumlah artis pendukung lainnya juga dilaporkan meninggalkan tur sebagai bentuk solidaritas terhadap Macklemore termasuk Finneas, Lukas Graham dan band Beoga.
]]>
Lihat postingan ini di Instagram
‘MP3 SUMMER’ bercerita tentang keinginan untuk kembali ke masa lalu sebelum berbagai kekhawatiran tentang kehidupan dewasa mulai muncul. PIAO dan Stephanie Poetri menggambarkan masa tersebut lewat kenangan sederhana, mulai dari berkendara di tepi laut, bermain video game, hingga berbincang tentang mimpi. Di tengah rasa takut menjadi tua dan kehilangan harapan, keduanya seolah ingin mengingat kembali versi diri mereka yang belum terlalu banyak memikirkan masa depan.
Ditulis oleh PIAO dan Stephanie Poetri sendiri, lagu ini juga terasa seperti ajakan untuk sesekali berhenti memikirkan apa yang akan terjadi berikutnya dan menikmati waktu bersama orang-orang terdekat. Lewat ‘MP3 SUMMER’, nostalgia tidak hanya hadir sebagai kerinduan terhadap 2016, tetapi juga sebagai pengingat bahwa rasa nyaman bisa ditemukan dari hal-hal sederhana dan cara kita memandang kehidupan.
]]>Pink menegaskan bahwa keberatannya bukan terhadap seruan “Free Palestine” ataupun hak Macklemore untuk menyampaikannya. Menurutnya, yang memicu reaksinya adalah pernyataan Macklemore kepada penonton Yahudi setelah mendapat kritik atas sikapnya terhadap konflik Israel-Palestina. Pink juga menyinggung kontroversi Macklemore pada 2014 terkait kostum yang kemudian ia minta maaf, serta penampilan terbarunya bersama Ed Sheeran yang menurut Pink menampilkan gambar kekerasan dari perang sebelum Macklemore menyampaikan pesannya kepada penonton. Pink mengatakan dirinya tidak pernah meminta artis lain dibungkam maupun meminta Macklemore dipecat dari tur, tetapi ingin bisa menyampaikan kekhawatirannya tanpa dianggap mendukung kekerasan terhadap warga Palestina.
Dalam pernyataannya, Pink juga menyebut pengalaman panjangnya sebagai UNICEF ambassador dan berbagai isu kemanusiaan yang pernah ia dukung. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak berbicara atas nama Israel maupun pemerintah mana pun dan tetap meyakini bahwa warga Palestina berhak memiliki masa depan yang menghormati kemanusiaan serta aspirasi mereka. Pernyataan tersebut muncul di tengah kontroversi setelah Macklemore akhirnya dikeluarkan dari sisa tur Ed Sheeran di Amerika Serikat, menyusul pemberitahuan dari sejumlah venue yang disebut tidak mengizinkannya tampil.
]]>
Lihat postingan ini di Instagram
Kedatangan Sienna kali ini menjadi momen berbeda karena ia akan tampil sebagai headliner dalam pertunjukan terbuka untuk publik Jakarta. Sebelumnya, ia hanya menyapa penggemar Indonesia melalui private showcase di Cecilia Bar pada 29 April 2026 yang diselenggarakan oleh Universal Music Indonesia.
Konser ini akan digelar dengan format all standing tanpa nomor kursi, dan tiketnya dibagi ke dalam dua kategori harga, yaitu presale seharga Rp850 ribu dan normal seharga Rp1 juta, dengan catatan harga tersebut belum termasuk pajak pemerintah dan biaya layanan. Penjualan tiket dibuka dalam dua tahap, dimulai dari artist presale pada 13 September 2026 pukul 10.00 WIB hingga 14 September 2026 pukul 17.59 WIB, sebelum dilanjutkan penjualan untuk publik mulai 14 September 2026 pukul 18.00 WIB, keduanya melalui situs resmi Ismaya Live di ismayalive.com/siennaspirojkt.
Nama Sienna Spiro mulai dikenal luas setelah viral di TikTok pada 2021, sebelum akhirnya resmi memulai perjalanan rekamannya pada 2024 lewat single ‘Need Me’. Ia kemudian merilis ‘MAYBE.’, yang menjadi karya pertamanya yang berhasil masuk UK Singles Chart, disusul EP debutnya “Sink Now, Swim Later” pada Februari 2025 yang memadukan balada penuh perasaan dengan pop kontemporer. Popularitasnya makin melejit setelah ‘Die On This Hill’ dirilis di penghujung 2025, berhasil menembus Top 10 UK Singles Chart dan telah mencatat lebih dari 300 juta streaming.
Kehadiran Sienna Spiro di Jakarta juga tak lepas dari kuatnya basis pendengarnya di Indonesia, yang disebut sebagai salah satu pasar streaming internasional terkuat untuknya, sejajar dengan London dan Manila. Antusiasme penggemar Antusiasme penggemar terhadap kedatangan Sienna Spiro di Jakarta juga terlihat dari penjualan tiketnya. Setelah penjualan publik dibuka pada 14 September 2026, tiket konser My House Tour di Bengkel Space dikabarkan telah sold out!
]]>
View this post on Instagram
Bersamaan dengan pengumuman tanggal, Nyawa Live juga sudah merilis seat plan dan price list konser ini, yang dibagi ke dalam lima kategori. Tiket Premium Festival dan Festival dijual dengan sistem free standing, masing-masing seharga Rp950 ribu dan Rp850 ribu, sementara tiga kategori lainnya menggunakan sistem numbered seating, yaitu CAT 1 A&B Rp900 ribu, CAT 2 A&B Rp750 ribu, dan CAT 3 A&B Rp550 ribu.
Penjualan tiket akan dibuka dalam dua tahap, dimulai dari artist presale pada Kamis, 17 September 2026 pukul 19.00 WIB hingga Jumat, 18 September 2026 pukul 15.00 WIB lewat nyawa.live/malcomtodd, dengan kode unik presale yang bisa dicek lewat malcolmtodd.cool, sebelum dilanjutkan general sale mulai Jumat, 18 September 2026 pukul 19.00 WIB di platform yang sama.
Konser ini juga menandai momen spesial karena menjadi pertunjukan perdana Malcolm Todd di Jakarta, sekaligus di Indonesia. Penyanyi kelahiran 2003 ini sebelumnya belum pernah tampil di Tanah Air, meski basis penggemarnya di sini sudah cukup besar. Lagu-lagunya seperti ‘Roommates’, ‘Art House’, dan ‘Sweet Boy’ masih sering terdengar sebagai backsound berbagai konten di For Your Page TikTok Indonesia, jadi bisa dibilang banyak orang sudah lama menantikan momen bisa menyaksikannya secara langsung.
]]>
View this post on Instagram
‘My Whole World’ ditulis oleh para member band yakni Caleb Followill, Nathan Followill, Jared Followill, dan Matthew Followill, dengan produksi dari Kings of Leon bersama Liam O’Neil. Lagu ini kemudian dibawakan secara langsung untuk pertama kalinya dalam sebuah pertunjukan intim di Basement East, Nashville, pada 11 September. Sementara itu, O My Beloved akan berisi 11 lagu dan menjadi album pertama Kings of Leon yang mereka produksi sendiri.
Lewat album ini, Kings of Leon memilih melihat kembali perjalanan yang telah mereka lalui bersama, terutama hal-hal yang berkaitan dengan keluarga dan masa kecil. Caleb Followill mengatakan bahwa berbagai cerita yang dulu mungkin terasa sepele ternyata meninggalkan pengaruh besar dalam hidup mereka. Karena itu, “O My Beloved” hadir sebagai kumpulan cerita tentang keluarga, pengalaman masa lalu, serta perjalanan panjang yang akhirnya membawa Kings of Leon sampai ke posisi mereka saat ini.
]]>Lewat ‘Ritual’, David Kushner menggambarkan hubungan yang sudah kehilangan jalan keluar. Ia menyadari bahwa dirinya tidak bisa terus menjadi sosok yang menyelamatkan keadaan, sementara kedua pihak tetap mengulang konflik yang sama. Pertanyaan tentang seberapa lama mereka bisa menunggu sebuah keajaiban menjadi inti lagu, sebelum akhirnya muncul kesadaran bahwa tidak ada lagi yang bisa dikorbankan untuk mempertahankan hubungan tersebut.
‘Ritual’ menjadi rilisan terbaru David Kushner setelah ‘Electrified’ yang dirilis pada Juli lalu. Kedua lagu tersebut akan masuk ke “Devotion”, album keduanya yang dijadwalkan rilis pada 13 November melalui Miserable Music Group dan Virgin Music. Album ini mengikuti “The Dichotomy” yang dirilis pada 2024 dan menghadirkan lagu-lagu seperti ‘Daylight’ dan ‘Skin and Bones’, serta EP “20 Years from Now” yang dirilis setahun setelahnya.
]]>Kali ini, Creative Disc berhasil melakukan interview dengan sang gitaris, Nate Delizzotti, untuk berbincang mengenai album terbaru mereka, eksperimen sound, dinamika band setelah lebih dari 10 tahun bersama, hingga pengalaman mereka tampil di Indonesia.
Namun sebelum masuk ke musik, ada satu hal menarik dari profil Spotify Vacations. Mereka menyebut diri sebagai “Australia’s Greatest Boyband.” Ketika ditanya siapa yang menciptakan tagline tersebut, Nate langsung menjawab, “Campbell yang bikin kalimat itu.” Ternyata, tidak ada maksud serius di baliknya. “Kita rasa itu lucu aja dan kocak buat dijadiin tagline. Nggak ada yang serius sih, cuma seru aja.”
Bicara soal karakter musik Vacations, penggunaan reverb dan guitar effects menjadi salah satu elemen yang membentuk sound mereka. Nate menyebut mereka banyak menggabungkannya dengan smooth melodies untuk menciptakan nuansa dreamy yang tetap terasa chill dan nyaman.
Pendekatan tersebut masih terasa di “Pursuit of Anything”, meski kali ini Vacations memberikan ruang lebih besar untuk bereksperimen. Nate menggambarkan album ini sebagai sebuah transisi dari rilisan sebelumnya, “No Place Like Home”.
“Banyak banget nostalgic elemen dari album sebelumnya dan ada beberapa hal yang baru, elemen yang lebih seru kita masukkan dalam album ini,” jelasnya. Meski terdengar lebih dewasa, Vacations tidak ingin membuat perubahan yang terlalu drastis. “Fans tidak akan merasa sesuatu yang terlalu drastis berbeda di album Pursuit of Anything.”
Dari sisi gitar, Nate juga mengeksplorasi beberapa tone baru, termasuk mempertahankan beberapa penggunaan efek gitar yang lebih dry. Proses rekaman pun menjadi ruang eksperimen bagi mereka, termasuk mencoba berbagai perubahan aransemen selama sesi berlangsung.
“Kami melakukan eksperimen yang seru tiap sesi rekamannya, dan banyak banget kita melakukan percobaan untuk merubah aransemen dalam proses rekaman ini.”
Di balik musik yang terdengar santai, kehidupan sebagai band ternyata tidak selalu berjalan dengan tempo yang sama. Hal tersebut menjadi salah satu cerita di balik ‘Holy Grail’, yang membahas push-and-pull antara kecintaan terhadap musik dan tekanan untuk terus berkarya.
“Jujur kehidupan kami memang cukup stressful,” ungkap Nate.
Dengan jadwal touring, recording, management, dan berbagai tuntutan lainnya, teamwork menjadi salah satu cara Vacations menjaga keseimbangan. “Kita harus berusaha keep it grounded satu sama lain. Kita delegating tasks dan benar-benar kayak teamwork sebagai team member.”
Untuk dirinya sendiri, Nate memilih melakukan social media detox dan mencoba tidak terlalu terikat dengan gadget. Ia juga berusaha menikmati aktivitas sehari-hari di luar kehidupan sebagai full-time musician.
“Aku berusaha melakukan kegiatan normal seperti layaknya aku sebelum jadi full-time musician. Itu sebuah keseimbangan menurutku.”
Lebih dari 10 tahun bersama juga membuat keempat personil Vacations semakin memahami karakter satu sama lain. Menurut Nate, mereka sudah tumbuh bersama dan terbiasa membicarakan masalah untuk menemukan solusi terbaik.
“Setiap personil di Vacations tuh kita udah kenal luar dalam istilahnya dan sepertinya kita punya peran masing-masing dan kami saling melengkapi.”
Untuk menggambarkan chemistry tersebut, Nate bahkan membandingkan mereka dengan Teenage Mutant Ninja Turtles: Campbell sebagai Donatello, Nate sebagai Michelangelo, Jake sebagai Leonardo, dan Joey sebagai Raphael.
Berbicara mengenai Indonesia, Nate mengaku selalu menikmati pengalaman Vacations tampil di tanah air maupun negara-negara Asia Tenggara lainnya.
“Kita sejujurnya senang banget perform di Indonesia atau negara Asia Tenggara lainnya. Masih tetap berasa hangat seperti rumah, apalagi juga masih dekat dengan negara kami Australia.”
Dan tentu saja, pertanyaan terakhir adalah lagu mana yang sebaiknya didengarkan oleh pendengar baru setelah menemukan Vacations lewat ‘Holy Grail’ atau album terbaru mereka.
Jawaban Nate: “So Suddenly.”
“So Suddenly itu dari aku sih, ini tuh kayak digging song gitu loh kalau buat aku.” Lagu tersebut ditulis menjelang akhir proses pengerjaan album dan menjadi salah satu track yang cukup menantang bagi mereka.
Dengan “Pursuit of Anything” yang akan hadir pada 2 Oktober 2026, Vacations tampaknya masih berada dalam perjalanan yang sama: terus mengejar musik yang mereka cintai, sambil belajar menemukan keseimbangan di tengah kesibukan sebagai sebuah band.
Dan mungkin, seperti kata Nate, terkadang pursuit itu sendiri bukan hanya tentang apa yang ingin dicapai, tetapi juga tentang bagaimana menikmati prosesnya.
Cek interview selengkapnya berikut ini:
Special Thanks to Secret Signals
Interview by Retha Sudjono
]]>
Dalam pernyataannya, Macklemore juga mengungkap bahwa keputusan tersebut terjadi setelah dirinya dan Ed Sheeran terlibat dalam percakapan sulit mengenai pernyataannya soal Palestina. Keduanya telah saling mengenal selama 13 tahun dan Macklemore menyebut Ed Sheeran sebagai sosok yang ia anggap seperti saudara sendiri. Namun, pembicaraan mereka dalam beberapa hari terakhir berujung pada perbedaan pandangan yang mendasar. Macklemore mengatakan bahwa meski percakapan tersebut berlangsung dengan rasa hormat dan dilandasi hubungan mereka yang dekat, keputusan untuk mengeluarkannya dari “The Loop Tour” akhirnya tetap diambil oleh Ed Sheeran dan timnya.
Lihat postingan ini di Instagram
Macklemore sebelumnya dijadwalkan tampil dalam delapan dari 10 pertunjukan terakhir di tur tersebut. Dalam pernyataan yang dibagikan melalui Instagram, ia mengklaim bahwa keputusannya dikeluarkan dari tur berkaitan dengan tekanan Robert Kraft, pemilik New England Patriots sekaligus Gillette Stadium. Menurut Macklemore, Robert Kraft meminta Ed Sheeran tidak mengizinkannya tampil di stadion tersebut dan kemudian mengajak pemilik stadion lain untuk memberikan ultimatum serupa. Robert Kraft sendiri mengonfirmasi bahwa ia memang melarang Macklemore tampil di Gillette Stadium, dengan alasan pernyataan dan materi yang dibawakan sang rapper dalam pertunjukan sebelumnya serta apa yang ia sebut sebagai riwayat retorika dan simbol antisemitisme.
Kontroversi ini bermula setelah Macklemore tampil dalam dua konser Ed Sheeran di MetLife Stadium pada 4 dan 5 September. Dalam pertunjukan pertamanya, ia menyerukan “Free Palestine”, menampilkan gambar kehancuran di Gaza, serta membawakan ‘Hind’s Hall’, lagu protes tentang demonstran pro-Palestina di Columbia University. Pernyataannya kemudian mendapat kritik dari kelompok pro-Israel, sementara Macklemore pada pertunjukan berikutnya menegaskan bahwa kritik terhadap Israel maupun penolakannya terhadap genosida bukanlah bentuk kebencian terhadap masyarakat Yahudi. Meski Macklemore tidak lagi menjadi bagian dari sisa tur, konser Ed Sheeran tetap akan berlangsung sesuai jadwal.
]]>