Komitmen ini ditegaskan Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si., dalam sela-sela audiensi bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh di Ruang Bappeda setempat pada Selasa (7/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Kabid Pemanfaatan dan Layanan Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Zulfadli, S.E., M.M., memaparkan bahwa program ini bertujuan meningkatkan fungsi arsip menjadi sumber informasi sejarah yang autentik, bukan sekadar dokumen administratif semata.
Bupati Haili Yoga mengapresiasi langkah tersebut dan menyebutkan bahwa hasil penyusunan arsip ini nantinya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat luas, peneliti, dan pelajar untuk mempelajari dinamika perkembangan Aceh Tengah.
“Dokumentasi yang rapi akan menjadi rujukan bernilai untuk memperkuat identitas lokal kita,” tutur Haili Yoga. Beliau juga menekankan bahwa arsip yang valid dapat mendukung perumusan kebijakan pembangunan daerah yang tetap menghargai nilai sejarah.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak berharap arsip daerah dapat bertransformasi menjadi sarana edukasi, penelitian, sekaligus referensi strategis bagi masa depan Aceh Tengah.
]]>Kegiatan yang digelar di SD Samudera, Kecamatan Aceh Utara, itu dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak nonfisik yang ditimbulkan paskabencana. Selain kerusakan materi, bencana juga kerap meninggalkan trauma, rasa takut, kecemasan, dan kesedihan, terutama pada anak-anak yang rentan mengalami gangguan emosional.

Plh. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Syahrul, SH., dalam sambutannya menyampaikan bahwa perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tetapi juga memiliki peran sebagai ruang pembelajaran sepanjang hayat serta sarana membangun ketahanan sosial masyarakat.
Menurutnya, kegiatan trauma healing melalui pendekatan storytelling menjadi salah satu metode yang efektif membantu anak-anak mengekspresikan emosi, mengurangi kecemasan, membangun rasa aman, dan menumbuhkan kembali semangat serta harapan pascabencana.
“Kegiatan ini diharapkan dapat membantu anak-anak kembali tersenyum, merasa lebih tenang, dan memiliki semangat baru menjalani hari-hari ke depan. Cerita yang disampaikan bukan hanya hiburan, tetapi juga membawa pesan keberanian, harapan, dan semangat bangkit menghadapi kesulitan,” ujarnya.
Syahrul juga menyampaikan apresiasi kepada para relawan, masyarakat, dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Kolaborasi berbagai pihak dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak.

Melalui kegiatan ini diharapkan proses pemulihan psikologis, khususnya bagi anak-anak, dapat berlangsung secara bertahap dan membantu membangun kembali optimisme masyarakat untuk bangkit pascabencana.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Unsur Forkopimda, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Aceh Utara, Kapolsek Kec. Aceh Utara, Koramil Kec. Aceh Utara, dan Camat Kec. Aceh Utara.
]]>Menurut Mualem, keberadaan dana Otsus selama ini telah memberikan kontribusi signifikan terhadap berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, ia menilai bahwa skema yang ada saat ini masih bersifat terbatas secara waktu, sehingga diperlukan formulasi baru yang lebih berkelanjutan.
“Dengan adanya Otsus Abadi 2,5 persen, Aceh memiliki kepastian fiskal untuk terus melanjutkan pembangunan tanpa bergantung pada skema yang memiliki batas waktu,” ujar Mualem dalam pernyataannya.
Ia juga menekankan bahwa kebijakan tersebut penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat pelaksanaan kekhususan Aceh sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh.
Lebih lanjut, Mualem mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat daerah maupun pusat, untuk membuka ruang dialog konstruktif guna membahas kemungkinan realisasi kebijakan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam memastikan keberlanjutan program strategis di Aceh.
Pengamat kebijakan publik menilai bahwa usulan Otsus Abadi 2,5 persen dapat menjadi solusi untuk mengatasi ketidakpastian fiskal di masa depan. Namun, implementasinya tetap memerlukan kajian mendalam, termasuk dari sisi regulasi, transparansi, serta akuntabilitas pengelolaan anggaran.
Dengan adanya wacana ini, diharapkan pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada keberlanjutan anggaran, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Aceh secara menyeluruh.
[ ]
Gubernur Aceh Muzakir Manaf, menyampaikan bahwa Safari Ramadhan merupakan wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, sekaligus momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan di bulan suci.
“Safari Ramadhan ini bukan hanya sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Melalui kunjungan ini, kami ingin lebih dekat dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi, serta menyampaikan berbagai program pembangunan demi kemajuan Aceh yang kita cintai,” kata gubernur dalam sambutan yang dibacakan Irban I Muhammad Fadhil.
Gubernur juga mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat nilai-nilai persatuan dan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan Safari Ramadhan tersebut juga diisi dengan tausiyah dan salat berjamaah. Bertindak sebagai penceramah sekaligus imam adalah Dr. Yusuf Alqardhawi. Ia menyampaikan pesan-pesan keagamaan tentang pentingnya memperkuat keimanan dan kepedulian sosial di bulan Ramadhan.
Hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Dinas Dr. Zulkifli S.pd, M.pd serta para pegawai DPKA lainnya. []
]]>