The post Berita Gembira appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>(233) view
The post Berita Gembira appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>Berbeda dg makanan kita (regu 3 & 4) yaitu gado gado, walaupun gado gadonya cuma terdiri dari timun dan kacang panjang saja, tetapi karena bumbunya cukup enak dan mentimunnya segar (dingin,tambah terus dari super market) maka laris sekali. Bumbunya buatan pembina putri dari Jateng. Ceritanya kita mau buat sendiri bumbunya, tapi kita kehabisan kacang dan mau minta ke putri Jateng. Sampai disana bukan dikasih kacang tapi sudah jadi bumbu. Yach tentu saja rasanya enak, karena mereka sudah biasa bikin. Disamping itu saya & anak anak mengeluarkan semua makanan khas daerah untuk disajikan. Jadilah stand kita cukup lengkap dan ramai, selain nasi berkat dan gado gado, disajikan juga “cemilan”: Kacang bogor, keripik ikan belida, pisang sale, tempe goreng, dodol sirsak dan 1 macam lagi yg saya lupa. Yang paling bagus adalah kontingen Jepang mereka bikin mie hijau, gayanya persis seperti di restoran Jepang (koki & pelayannya pake baju Jepang merah dan ikat kepala) dan standnya dihias ala Jepang pula. Tapi yang paling enak adalah Stand Mexico, mereka menyajikan “Tacos” yaitu semacam roti seperti pizza, tapi tipis dan kering dengan “baby ribs” bumbu asam pedas. (Saya tidak tahu iga daging apa, tapi di Thailand tidak dijual daging sapi). Mereka masak berketel ketel, karena laku abis.
Kita semua yang ada disana (terutama yang menjadi penjaga stand) berpakaian daerah. Arif, Iman & Sindhu memakai baju priyayi khas Jabar lengkap dg “blankon”nya, anak Kaltim memakai baju dayak dan anak Gontor memakai pakaian reog Ponorogo. Anak kita agak kepanasan soalnya bajunya bikin gerah, tapi anak kaltim mah enak, soalnya mereka hanya pake kaya semacam rompi saja. Suasananya seperti pesta kostum sambil barbeque di kebun, maka tak heran banyak yang berfoto ria dan acara berlangsung menyenangkan. Semua saling mencoba hidangan khas negara lain dan mencoba untuk menjalin komunikasi. Bagus lah !
Setelah lewat tengah hari kita beres beres, dan kita harus mempersiapkan untuk acara berikutnya yaitu “Festival, Pop & Games”. Tapi anak Gontor sebelum acara selesai sudah “menghilang”, lebih parah lagi “sepeda” saya ikut raib. Rupanya waktu sepeda saya dipinjam anak Kaltim untuk mengambil bumbu di putri Jateng , pulangnya mereka lupa mengunci. Langsung deh diembat! Begitu saya tahu sepeda saya raib, saya langsung tanyakan kesemua anak- anak, tapi tidak ada yg tahu. Saya pikir mungkin dipakai sebentar saja (waktu itu Jam 10 pagian). ( Nanti kita teruskan ceritanya)
Siang itu di “Festival, Pop & Games”, kita menyajikan permainan “Gobak Sodor” atau kalau di Jabar dikenal sebagai permainan “Galah”. Kita (tanpa anak Gontor) membuat arena (garis) darurat dng menggunakan tali rafia dan mempraktekkan/main permainan itu. Pertama yang main hanya kita saja, tapi dalam sekejap banyak yang berminat untuk mencoba permainan ini. Tidak hanya putra, tapi putripun banyak yang mau mencoba. Akhirnya saya & anak anak menjadi wasit & fasilitator permainan ini (megangin tali rafia :)). Sampai sore dan kita kecapaian, tetap saja peminatnya masih banyak. Akhirnya kita serahkan saja ke mereka untuk main sendiri.
Nah, ketika kita sedang istirahat, rombongan anak Gontor pulang. Langsung saya “naik”. Saya semprot abis mereka semua disana. Ngga peduli udah pada gede ataupun banyakkan. Kalau dibiarkan terus mereka bisa makin “ngelunjak” dan yang paling ditakuti kalau mereka tidak tahu kalau perbuatan mereka itu tidak bagus/benar. Semua diam dan tidak bergeming. Tapi tetap saja tidak ada satupun yang mengaku memakai. Akhirnya saya tinggalkan mereka dan saya “lapor” pembinanya. Pembinanya menyuruh mereka mencari ke putri Gontor di B1. Tetapi jawabannya tetap tidak ditemukan. Memang ke perkemahan kita sering datang/ada IST Gontor, merekapun menyewa sepeda. Dan anak gontor sering meminjamnya. Jadi di camp kita sering ada 3 sepeda. Saya selalu kunci sepeda saya, sehingga kalau ada yg mau pake saya tahu siapa yang pinjam dan untuk keperluan apa. Dan sudah dua kali sepeda saya dipinjam anak Gontor dan dua kali pula saya harus memperbaikinya. Pertama rantainya menjadi kendor, kedua kali dipinjam mau dipake sudah kempes, tapi saya sabar saja.Tapi sekarang bener bener keterlaluan ….sudah bukan kembali dengan keadaan rusak lagi, malah bener bener ngilang.. (karena kecerobohan anak KalTim yang terakhir pinjam dan tidak dikunci, maka sekarang sepeda itu tidak tahu kemana rimbanya). Sampai malam waktu mau berangkat ke acara New Year Eve, sepeda masih belum ada. Bener bener gila, saya pikir ! Ini orang yang pake bener bener seenaknya ! Atau hilang ?…. Akhirnya waktu semua disuruh pergi ke Central Arena untuk merayakan New Year Eve saya tidak ikut. Males, kesal …semua campur aduk! Akhirnya saya lapor ke petugas Sub Camp dan menuliskan di Lost and Found. Tiba tiba terbersit dibenak saya untuk mencek sendiri ke Gontor Putri di B1, khan tidak terlalu jauh. Sesampainya disana ada 2 sepeda nangkring. Dan ada 1 pembina putra Gontor disana. Begitu saya lihat nomor sepedanya, ternyata itu sepeda saya! Saya tanyakan kepadanya siapa yang pake sepeda saya dan sudah berapa lama ada disana? Tapi jawabannya dia baru saja datang dan tidak tahu apa apa. Saya tidak mau banyak berdebat, saya cuma bilang 1 hal kepadanya, siapapun yang pake sepeda saya, kalau dia laki laki, datang pada saya dan minta maaf. (sampai terakhir bertemu dengan mereka tidak ada satupun yang datang dan mengaku, dan saya merasa kasihan tentang itu).
Malah saya pada malamnya mengumpulkan mereka, dan minta maaf karena saya memarahi mereka dengan “keras”, tapi mulai saat itu mereka jadi tidak terlalu “liar” lagi dan saya pikir baguslah !
Sesudah menemukan sepeda kembali,” semangat hidup” saya bangkit lagi. Saya akhirnya memutuskan untuk menyusul ke Central Arena. Disana seperti biasa penuh dengan orang yg bergembira hanyut bersama hiburan yang disajikan. Kali inipun saya tidak berhasil menemukan “anak anak” saya, walaupun saya sudah “kukulibekkan” (kesana kemari) nyariin. Seperti yang sudah diberitahukan sebelumnya sebaiknya peserta memakai pakaian daerahnya, banyak yang pakai tapi banyak juga yang pakai baju seadanya. 60 Detik menjelang jam 12, kita bersama sama menghitung mundur sampai tepat jam 12 malam. Terompet, peluit, genderang dan apa saja yang bisa dibunyikan dibunyikan saat itu. Kembang api dinyalakan. Orang orang saling bersalaman dan memberikan ucapan selamat tahun baru. Saya pada saat itu juga ikut larut dan sempat mengambil beberapa foto.
Akhirnya saya bisa berhasil melalui tahun 2002 yang penuh tantangan itu, dan akhirnya atas berkat Tuhan semua menjadi baik adanya. Semoga di tahun 2003 ini kita semua dilindungi dan diberkati selalu oleh Tuhan. Amin !
Cerita & kesan Arif :
Gastronomic Hari itu kita make baju daerah, ngejajain makanan di stand. Saya sempet nyobain punya orang Mexico. Pertama diliat sih kaya buah segede jempol, warnanya ijo. Pas dicobain, itu yang namanya cabe!!!!! Pedesnya booo!!!!!! Waktu meragain permainan, neranginnya ngebosenin, soalnya cuman ngeliatin aja, gak ikutan maen. Saya ngeliatin aja orang Jepang maen kendo
(231) view
The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>Sesampainya di “Taman Pramuka”, kita disuruh berbaris perregu , ada lebih dari 10 regu di event pagi ini. Disini sistemnya sistem kedai, ada 4 kelompok kedai yaitu 1. Pameran/Display Pramuka Thailand, 2. Game and Song Thai Scout, 3. Hastakarya, 4. Pionering. Anak putra Yos kebagian “game and Song”, yang kalau ngga seneng nyanyi maka “garing” hasilnya. :), habis disuruh nari juga. Saya dan bindamping lain menunggu mereka beraktifitas sambil duduk duduk dan berkenalan. Disana saya berkenalan dg pembina cewek dari Thailand dan Denmark yang lumayan “fresh” juga dan dengan “Jose” IST Meksico yang sudah umur 75 tahun, tapi ngakunya 17 tahun bersama istrinya. (Dia dan istri sudah ikut 5 kali JamDun). Tapi karena tidak biasa nunggu dan nganggur, maka bosen juga, apalagi kalau ikut 1 kegiatan dan mengisi Quisioner di tempat pameran kita bisa dapet “souvenir” dan setelah saya tanyakan ternyata pembina bisa dapat juga. Maka saya ajak ka Bagyo dan miss Jamjoree (panggilannya A (ei)) ikutan. Mereka dengan antusias setuju. Jadilah kita mencari stand aktivitas terdekat. Kita dapat stand hasta karya, disana kita disuruh membuat kura kura dari stereoform. Pertama kita jeplak, sesudah itu kita gunting dan kita semprot cat “pilox” sesuai malnya.
Lucu juga jadinya. Kura kura itu kita kasih gantungan dan kita disuruh menggerakan kura kura itu pake tali kasur sampai titik tertentu. Saya selesai duluan, A tidak menyelesaikannya karena dipangggil rekannya, sementara pa Bagyo masih menggunting. Udah aja saya langsung ajak dia minta “cap”, ternyata dikasih juga. Mungkin kasihan lihat pa Bagyo yang kerepotan menggunting karena matanya minus dan tidak bawa kaca mata. :). Setelah itu saya langsung menuju tempat pameran, disana kita langsung ngisi questioner, tanpa lihat pamerannya dulu. Jawabannya cukup memuaskan, cuma salah satu, hebat bukan (jawaban anak Thailand yang kita contek abis) .:). Dapat deh itu sovenir berupa gantungan kunci khas Thailand. (lumayan buat kenang kenangan).
Setelah itu saya menyantap lunch box yang sudah dibagikan dari Camp, anak anak malah sudah duluan selesai. Mengenai isi lunch box cukup berkualitas dari segi gizi (malah ada daftar kadar makanannya segala, (kaya daftar dari dokter diet)) tetapi membosankan (hampir semua peserta protes dg menu ini), apalagi buat perut Indonesia yang harus diisi nasi , kalau ngga kaya ngga makan aja. Isinya selalu terdiri dari 1 main menu (sandwich atau burger), 1 pie (isinya biasanya sayur), 1 cake (semacam kue bolu yg selalu rasanya sama), 1 buah buahan (apel atau jeruk) dan 1 minuman kotak (semacam buavita). Pasti setiap makan lunch box ini nyisa, soalnya cepet kenyang tapi cepet lapar lagi. Biasanya “kita” sisanya cake dan/atau pie, kalau “bule” biasanya minumannya tidak diminum. Nah, ada cerita mengenai “makanan” ini, hal ini dimanfaatkan oleh “anak Indonesia”lain (dari Bengkalis (Dumai)), mereka jadi pedagang kaki lima di Sub Campnya menjual “minuman” itu. Weleh – weleh …..kreatif juga, tapi yach kita jadi ikut menanggung “malu”…., soalnya melanggar larangan berjualan di arena Jamboree , Dasar anak anak ! :). (Untung Kwarnas tidak tahu, kalau tahu bisa disemprot abis pembinanya). Paling asyik kalau buah-buahannya dapet jeruk. Pasti harus cepat “diamankan”, kalau tidak bisa melayang ! Ngga pandang pembina atau bukan! Soalnya jeruknya “enak tenan”. Kalau pas dapat apel , wah kita rada kecewa, nyari nyari kotak lain semoga aja isinya beda ada jeruknya, tapi mustahil. :).
Setelah makan kita belum pergi juga soalnya ada beberapa peserta yang belum selesai melakukan aktifitasnya, yaitu di stand “Pionering”, disana anak anak disuruh membuat maket Jembatan dari ranting kayu dan tali kasur. Hasilnya bagus sekali, soalnya bahan kayunya kaya sudah dipelitur dan modelnya oke. Anak KalTim membawa pulang hasil karyanya ke Camp, tapi ngga bisa dibawa pulang kerumah mereka soalnya repot bawanya. Saya dapat Dasring Thailand dari penjaga Stand Pionering ini.
Akhirnya kita berangkat lagi ke tempat penangkaran Gajah, tempat ini benar benar objek wisata. Terbukti bukan hanya kita saja yang datang tapi ada juga turis dari manca negara. Disana acaranya yaitu naik gajah berkeliling lokasi, melihat gajah dimandikan, melihat show gajah, dimana kita memberi makan gajah dengan pisang yang dibeli dg harga 20 bath, gajah mendemonstrasikan menyusun kayu, mendemonstrasikan berbagai pose menaikkan penumpangnya dan pamer kekuatan dengan tarik tambang melawan puluhan peserta.
Setelah semuanya selesai, kita berangkat pulang kembali ke Camp. Ada sekitar 4-5 bus beriring pulang dg pengawalan mobil polisi (kita kalau acara keluar selalu konvoi dan selalu dikawal polisi Thailand).
Ada yang lucu waktu pulang, yaitu anak anak (KalTim) duduk sendiri sendiri, berharap sebelahnya diisi oleh peserta (cewek) Meksiko. Saya sebagai pembina pura pura tidak tahu dan pengen ketawa juga lihat tingkah mereka (maklum anak anak SMU lagi beger begernya, yach kita juga pernah muda khan ?), tapi kecele soalnya disuruh pindah duduk dg rekannya oleh pembina Meksiko. he..he..he… kasian deh loe…!. Kita diantar kembali ke gate 6 , dimana bus bus rombongan dari tempat lain juga pada berdatangan. Dipintu gate kita diperiksa IDnya, dan akan jadi masalah kalau tidak ada ID atau “peneng” ditangan kita.
…….cerita Iman…..
3. OUR HERITAGE
Module ini merupakan module di mana kita bisa melihat berbagai tempat di Thailand di daerah Jambore. Pada module ini disediakan berbagai pilihan tempat. Sesuai dengan voting regu kami memilih pergi ke tempat pendidikan Gajah. Sebelum pergi ke sana, siangnya kami pergi ke tempat di mana diajarkan tentang kesenian Thailand dan jg terdapat museum tentang pramuka Thailand. Di sana terdapat pilihan kegiatan kebetulan pada saat itu saya, Arif dan Sindhu mendapat kegiatan menyanyi lagu Thailand. Kegiatan itu cukup mengasikan karena selain menyanyi kita juga diajarkan gerakannya.
Setelah siang hari saya pergi ke tempat gajah. Di sana saya melihat gajah-gajah yang pandai-pandai lucu-lucu dan kuat-kuat. Di sana kami diperbolehkan naik gajah. Tempat ini pun cukup mengasikan.
…..Kesan Arif……
Heritage Kita ke taman pramuka di Thailand. Disana juga garing, disuruh nari-nari & nyanyi-nyanyi. Abis dari situ, kita pergi ngeliat atraksi gajah. Lumayan menarik tapi cape..
Karena bosen dengan makanan yang ada, maka saya bertekad untuk masak hari ini, saya minta Arif dan Iman untuk shopping di super market , yaitu beli beras, kangkung dan telur. Pulang pulang Arif bawa 3 ikat sayuran (yg bukan kangkung) dan beberapa kaleng sarden. Sayurannya memang seperti kangkung tapi ngga jelas sayuran apa, yang pasti batangnya ngga bisa dimakan. Jadilah setelah ditumis kita (20 orang) masing masing hanya kebagian 2- 5 lembar sayur itu, nasinya masih 3/4 matang dan lebih mendekati bubur, ditambah telur dadar. Tapi koq tetap aja rasanya nikmat! (Besok-besoknya saya yang beli, saya beli kangkung beneran sampai 8 ikat).
Setelah makan malam kita Free… Sindhu, Arif dan Iman mulai “berburu” Badge, mereka ngemper didepan pintu Sub Camp. Yang paling “lengkap” dagangannya adalah Sindhu, dia keluarin semua badge yang dia punya untuk ditukarkan dg badge yang lebih bagus.Kebetulan Sindhu punya 2 Tiska Jambore, 1 tiska ada yang mau nuker dg beberapa badge yg gede dan bagus bagus. Akhirnya dilepas sama Sindhu. Saya ikutan mau ngemper, tapi untung belum sempat, karena mereka sudah diusir dan disuruh pindah ke Swaping Area. Akhirnya saya bersama anak anak ngemper di Swapping Area. Ada kelebihan kalau kita “ngemper”, kita jadi bisa lebih jual mahal dan menentukan. “No,no…Thanks ! “, begitu sering diucapkan oleh Sindhu. (Swapping Area terletak dipinggir jalan utama dan berada ditengah tengah antara 2 lingkaran Perkampungan, dekat Aktifity Area (GDV & COS))
Kalau Sindhu cari badge yang bagus bagus, saya “mengoleksi” Badge Kontingen Jamboree tiap negara, jadi kalau badge kontingen negara ttt saya belum punya saya masukkan ke dalam tas, baru kalau ada double saya pajang. Walaupun yang saya bagus dan ditukar dg badge kontingen lain yg lebih butut , tetap saya layani. Yang penting lengkap. (Yang paling butut adalah Badge Kontingen dari Bangladesh, dan kedua kita :)). Badge Kontingen Jamboree tiap Negara adalah badge yang paling berharga disini. Ada semacam “aturan” yaitu Badge Kontingen ditukar dg badge kontingen lagi. Dan ada orang yang datang ke Jambore hanya khusus untuk “ngemper” mengoleksi Badge. Kita akhirnya diusir lagi dari Swapping Area karena waktu sudah menunjukkan jam 11 malam, dan semua aktifitas di Camp harus dihentikan. Beberes dan jalan pulang yg memakan waktu 10-15 menit kita sampai ditenda hampir jam 12 malam. Terus tidur……….
besok… Gastronomic Delight, Festival, Pop & Games dan New Years Eve……
(241) view
The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>Jadi setiap peserta “bisa” mengikuti 18 acara kegiatan dalam Jambore ini , yang “materi”nya berbeda beda. Sehingga setiap peserta mempunyai pengalaman yang berbeda dalam mengikuti Jambore ini. Kenapa bisa begitu ? Ikuti saja ceritanya.
Pagi pagi kita sudah “dibangunkan” oleh suara pembina Gontor : “Kum, Kum, Kum !” katanya! Istilah ini saya jadi hafal karena setiap hari/pagi disuarakan. Mungkin istilah dalam bahasa Arab untuk “bangun”. Hampir setiap hari kita bangun agak terlambat, karena hampir setiap hari kita tidurnya malam terus. Bangunnya pasti jam 6 lebih sehingga hanya punya waktu +/- 1 jam untuk mandi, sarapan, ganti baju dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk hari itu. (hampir setiap hari tidur diatas jam 12 malam). Dan saya/kita rajin sekali mandi. Sehari minimum 3 kali mandi. Soalnya puanas… sekali ! Jam 7 pagi sudah keringatan kalau masuk tenda, serasa masuk oven!
Kita biasanya sarapannya/makannya “instan”, yaitu beli jadi di supermarket. Panitia sudah menyediakan perlengkapan (masak) cukup “lengkap”, setiap regu terdiri dari : 1 buah kompor besar seperti meja (tingginya +/- 80 cm, dg panjang 60 dan lebar 50) lengkap dg rak dan tempat menyimpan botol + 1 tabung elpiji besar (seperti u/ dirumah) , Sebuah box berisi 10 piring, 10 sendok, 10 gelas, 1 panci besar, 1 panci kecil, 1 ketel besar, 1 ketel kecil, 1 susuk, 1 sendok sayur, 1 tempat air minum dsbnya (lengkap !), juga diberi 1 ember dg penutup, 1 gayung dan 1 “terpal” plastik ukuran 3 x 5 m. Untuk tiang bambu, disediakan tidak terbatas. Jadi percuma saja kita repot repot bawa perlengkapan makan, karena sama sekali tidak keluar.
Jam 8 pagi mereka harus ada di tempat kegiatan “Tournament” dan 13.30 di “City of Science”
Berikut cerita Iman dalam mengikuti kegiatan ini…………..
1. TOURNAMENT
Module Tournament ini berlangsung ½ hari. Module ini dimaksudkan untuk melihat kemampuan fisik dan semangat regu. Module ini dibagi menjadi 4 bagian kegiatan, yaitu: Outdoor skill, Fun and Games, Challenge Valley dan Scale the Height. Setiap kegiatan merupakan kegiatan regu/ bersama kecuali Scale the Height. Scale the Height merupakan kegiatan perseorangan. Setiap regu hanya boleh memilih 2 macam kegiatan. Sebelum kegiatan ini dimulai saya dan regu saya mendiskusikan bagian kegiatan mana yg ingin diambil. Kita mengadakan votting kegiatan. Karena teman seregu saya banyak yg memilih Outdoor Skill dan Scale the Height maka kita mengambil kedua kegiatan ini.
Dimulai dari Outdoor Skill, permainan ini sebenarnya cukup menarik. Kegiatan Outdoor skill kita diberi petunjuk dan kompas, di mana hasil dari petunjuk itu terdapat pekerjaan buat kita. Setelah diberi petunjuk dan kompas ketua regu kami mulai membidik kompas dan mencari tempat tujuan. kami sempat salah tujuan. Dan setelah sampai pada tujuan kami disuruh memperbaiki jembatan yang rusak agar bisa lewat. Setelah itu kami pergi berjalan dan kami diperbolehkan menaiki menara. Setelah itu kami pun menyelesaikan outdoor skill. Setahu saya pekerjaan kami tidak hanya di situ, seharusnya kami masih harus melakuakn pekerjaan lain sebab waktu masih tersisa banyak. Sepertinya regu kami tidak begitu memperhatikan penjelasan dan juga ketua regu kami tidak begitu pandai bahasa inggris. Sehingga banyak acara di outdoor skill yg terlewat. Sambil menunggu waktu habis beberapa orang dari regu kami mencoba bermain salah satu Fun and Games seperti halang rintang. Kebetulan saya pun ikut bermain. Dan ternyata menurut saya Fun and Games lebih menyenangkan dari pada Outdoor Skill. Sebenarnya saya masih ingin mencoba Fun and Games yg lain tetapi karena ketua regu saya memanggil saya dan menyuruh cepat2 maka say tidak bisa bermain lg. Kalau dipikir-pikir saya menyesal bermain Outdoor Skill sebab regu saya tidak menjalankan permainan Outdoor Skill dengan baik. Setelah itu saya bermain Scale the Height.
Di situ kita diperbolehkan mencoba panjat tebing. Panjat tebing ini bukan memanjat tebing benaran. Tapi ini sangat mengasyikan. Semula saya memang sedikit takut sebab saya belum pernah mencobanya. Tapi ternyata permainan itu cukup mengasyikan. Itulah pengalaman saya dalam module Tournament.
2. CITY OF SCIENCE (COS)
Module COS adalah module di mana disediakan berbagai stand mengenai teknologi dan pengetahuan. Kami diberi kesempatan untuk memasuki 2 stand.
Pada COS regu kami terpisah-pisah kebetulan waktu itu saya, Arif dan Sindhu mengambil stand yg sama kami mengambil tentang komputer dan LAN di sana kami diajarkan cara membuat kabel penyambung dan penggunaan di berbagai negara. Kami di situ tidak seperti belajar sebab para pengajar mengajarkannya dengan permainan.
Di stand yg kedua seperti biasa saya, Arif dan Sindhu bersama-sama lagi. Kami mengambil stand Dinosaurs Detective. DI situ kami diberitahukan tentang dinosaurus-dinosaurus yg diketemukan di Thailand dan berbagai jenis dinosaurus. Kami disuru mengisi beberapa soal. Pada mulanya itu memang membosankan. Tapi karena penjaga stand di situ baik-baik jadi cukup mengasikan ditambah pada akhir acara kami diberi papan dan kami disuru memahat untuk mencari fosil yg ada dlm papan itu. Permainan ini cukup mengasikan. Sambil perjalanan pulang kami mampir ke beberapa stand yg berupa pameran. Di situ terdapat mesin-mesin yg cukup menarik.
Pembina Pendamping tidak boleh ikut serta dalam modul modul on site Activities, jadi saya hanya bisa “menyaksikan” sebagian dan mengambilkan foto mereka saja. Waktu saya mau ikutan masuk, petugasnya melarang saya dan bilang ” Oke, they are safe here and we will take care of them ! ” dan saya digebah.Busyet….deh ! Malah di kegiatan “City Of Sience”(COS) saya tidak dapat menemukan mereka, karena besarnya area COS (mungkin lebih dari 10 x lapangan sepak bola Aloysius) dan begitu banyaknya stand. Hampir 1 jam saya mencari mereka .Hasilnya nihil, akhirnya saya cuma puter puter di lokasi kepanasan dan hanya bisa denger ceritanya doang. Pengalaman Arif, Iman dan Sindhu berbeda dari pengalaman Rusi, Jessica dan Yovita, karena begitu variatif /banyaknya activitas dalam setiap modul. Seperti modul COS ada 4 thema : Computers and Robotics, Information and Communication Technology, Life Science & Earth and Universe. Dimana ada 9 Workshop disetiap thema. Jadi ada 36 Workshop di COS. ( bayangkan di GDV ada 64 workshop )Hari pertama ini saya sudah langsung merasakan perih di kulit saya dan “molotok”, soalnya papanasan tidak bisa dihindari.
Malamnya adalah acara ” Passport to World “, acara ini diadakan di Sub Camp yaitu berupa acara Kesenian daerah dari tiap Kontingen. Seperti saya sudah ceritakan sebelumnya, untuk urusan penampilan kesenian kita tidak perlu pusing, soalnya Gontor dan Kaltim sudah siap. Akhirnya setelah berembuk dg pembina Gontor, mereka yang akan maju dg menampilkan tari ” Reog Ponorogo”. Yang jadi masalah yaitu anak anaknya yang pada ngilang, sehingga dari “deal” (jam 5 sore= Camp Activities meeting yg diikuti semua Patrol Leader) sampai pada waktu harus tampil pembinanya sibuk nyariin anak anaknya. Keruan saja pembinanya ngamuk ngamuk dan anak anaknya pada BT dimarahin.Belum lagi Sound Systemnya jelek sekali, sehingga lagunya tidak kedengeran jelas.Bikin anak anak/pembinanya pada tambah BT. Yang paling bagus adalah dari Meksico, kostumnya kaya “Inca”, Thailand juga ngga mau kalah , kostum dan tariannya juga bagus bagus. (mereka menampilkan 2 kesenian dari Thailand Utara dan Selatan). Yang paling krodit yaitu dari negara Eropa. Mereka tidak menyiapkan/ punya kesenian daerah, jadinya yang mereka tampilkan adalah Yel/yel atau lagu dg baju kaos seadanya. Apa bener mereka tidak punya kesenian daerah ? Kayanya sih.
Mengenai sound system ini saya sampaikan dalam Troop Leader meeting yang diadakan setiap hari jam 10 malam. Hampir tiap hari saya ikut 3 meeting , jam 5 sore :Actifities meeting, jam 8: Head Quarter meeting (Kwarnas), jam 10 malam Troop Leader meeting, belum lagi kalau ada urusan mendadak yang harus diselesaikan , pasti rapat lagi. Kalau tidak ikut kita bisa ketinggalan informasi dan kacau jadinya.Dalam rapat jam 17 sore hari ini, juga dibahas untuk acara besok yaitu “Our Heritage”, dimana ada 5 thema yaitu : Agricultural Heritage, Natural H, Industrial H, Cultural H and Scout H. Saya dan anak Kaltim malam sebelumnya sudah sepakat untuk ikut Industrial Heritage dimana kita akan pilih melihat Industri Crystal. Tapi karena kita jam 18.30 sorenya harus ambil ticketnya dan saya “bertanggung jawab” untuk memberitahukan ini pada pembina/anak Gontor, sebelum antri ambil tiket saya balik dulu ke Camp untuk memberitahukan pada mereka. Tapi karena keputusannya cukup lama , maka saya terlambat untuk antri.Sehingga saya hanya mendapat “sisa”nya yaitu kebagian Natural Heritage itu juga kebagian melihat Gajah (sebelumnya pilihan ke 2 kita yaitu melihat Harimau), sementara untuk anak Gontor saya ambilkan Agricultural H, yaitu kepabrik Penyulingan Tebu (itu yang tersisa kalau mau 2 regu barengan , yang lain tinggal untuk 1 reguan). Yach sudah mau apa lagi ! Memang itu yang ada. Besok besoknya Pembina Gontor jadi “agak” rajin ikut rapat jam 5 sore, soalnya takut kebagian “kegiatan sisa” lagi. Lol.
besok… ” Our Heritage ” and malamnya Free……..
(278) view
The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>ad.1. Camp Village :
Terbagi atas 4 Perkampungan Perkemahan yaitu Camp A,B,C & D. Setiap perkemahan berbentuk 1/2 lingkaran , dimana Village A bersatu dg B membentuk sebuah lingkaran , demikian juga C&D. Antara 2 lingkaran itu ada Activities Area : GDV, COS,COC. Diatasnya ada World Scout Centre, Prayer Valley, Central Arena dan Reservoir. Ditengah lingkaran ada (dua) Common Area.
(Bayangkan sebuah kue donat, lingkaran kosongnya adalah Common Area, dibagi 2 jadi setiap setengah lingkaran punya 1 common area dan 1 village)
-Setiap Village/Camp dibagi dalam 6 Sub Camp, yaitu A1 sd A6 ,B1 sd B6, C1 sd C6 & D1 sd D6 . (jadi satu kue donat dibagi 12 potong berbentuk ” kerucut 1 dimensi”).
-Setiap Sub Camp diisi 15- 18 pasukan yang tiap pasukannya beranggotakan 40 orang, jadi 1 Sub Camp rata rata beranggotakan 650 orang peserta. (Total yang ikut Jamboree 17.000 – 19.000 orang)
– Isi setiap Sub Camp (kerucut; dari pintu masuk, makin membesar ke belakang) adalah: (Kiri) Chief of Sub Camp Tent, Sub Camp Office, Camp Meeting Tent, (kanan) Toilet and Shower, 2 “Toren” air minum, (didepan) Arbour , Stage& Area, (di belakang) Troop Area (1 sd 18), dan terakhir dibagian belakang sekali Camp Equipment dan Garbage Bin.
-Di Sub Camp saya B-3: Baffin Bay diisi oleh pasukan dari Indonesia, Belgium, Italy, Japan, Denmark, Mexico, Eurasia, Switzerland, 3 pasukan UK & 5 pasukan Thailand.
Ad.2. Common Area :
Isinya: Sawadde Centre, Supermarket, Toilet, Clinic&SAPO, Telephone, Village Office, Internet & Post Office, Bank, Photo, Laundry dan Free Time Activities arena. Semua Village punya Common Area seperti ini , hanya tata letak dan “kelengkapannya” yg berbeda. Supermarket yang paling “laku”, karena ber AC.
ad.3.Activities Area :
Yaitu areal/kompleks: Face the waves (pantai), GDV, COS, COC, Tournament & Prayer Valley.
ad.4.World Scout Centre, dll
Di World Scout Centre didirikan tenda tenda besar untuk Kontingen Head Quarter setiap negara (WOSM exibition), World Scout Museum, World Scout Jamboree Shop, International Press Centre, WSJ office, WOSM office, dll
Di Camp juga ada 2 Bicycle Rental, Jamhotel (khusus IST & Staff Kontingen), 2 Cafetaria (khusus IST & SK) & IST Village.
…..lanjutan cerita …..
Sabtu, 28 Des 2002 malam, Opening Ceremony.
Oh, iya ada yang kelupaan yaitu sebelum acara Opening Ceremony dengan semua peserta Jamboree di Central Arena, di Sub Camp pun diadakan Sub Camp Opening Ceremony. Waktunya yaitu sore hari jam 5an. Semua anggota Sub Camp kumpul di sekitar “stage” Sub Camp.
Putra Yos akhirnya menempati Sub Camp B 3 : Baffin Bay dan putri di D 1 :Caribbean Sea. Setiap peserta diberi/harus memakai Setangan leher (hijau u/ Penggalang, Orange u/BinDamping, Merah u/ IST, biru untuk Staff Kontingen, putih u/ Special Guess dan abu abu untuk Thai Crew) , ID Card dan “peneng” berupa gelang tangan seperti di RS yang tidak bisa dibuka dan warnanya disesuaikan dg Sub Campnya (putra (B3) ungu, putri (D1) kuning). Juga diberi Hand book yang berbeda untuk BinDamping dan Peserta (yang peserta ada kolom Aktivity, yang setiap melakukan suatu aktivities akan diberi STIKER tanda ikut serta kegiatan, apabila peserta bisa/telah mengikuti 90 % semua aktivities maka dia akan mendapatkan JAMBOREE AWARD.).
Jam 7.30 kita kita disuruh berbaris dg seragam lengkap menuju Central Arena, semua berkumpul di depan stage, dari Sub Camp ke Central Arena makan waktu 1/2 jaman. Pasukan kita berbaris sambil bernyanyi, tentunya lagunya anak Gontor & KalTim, tapi karena mereka sudah sering menyanyikannya maka anak- anak sepasukan sudah bisa ngikutin. Kontingen lainnya juga jadi tidak mau kalah, mereka jadi ikut menyanyikan lagu/yel mereka , wah jadi seru. Begitu di jalan utama ketemu rombongan dari Sub Camp lain mereka juga ikut ikutan. Jadilah perjalan ke Central Arena tidak terasa dan menggembirakan. Lautan manusia berjalan searah menuju ke Central Arena. Jalan penuh sesak oleh orang orang dan barisan jadinya tidak rapi lagi, tapi kita tetap mencoba untuk berkelompok terus. Untunglah begitu mau memasuki Central Arena ada petugas security (IST) yg memegang poster dengan tulisan/no Sub Camp sehingga bisa dirapikan dan menunggu acara dimulai. Semua peserta disuruh duduk sesuai pasukan dan Sub Camp masing masing. Tetapi karena lama menunggu dan suasana begitu meriah maka peserta banyak yg tidak tahan untuk tetap duduk diam. Banyak yang berfoto ria dan berkenalan. Semua larut dalam kegembiraan. Petugas security sibuk terus menertibkan barisan, tapi tetap saja peserta sibuk berfoto ria. (Termasuk saya) :). Securitynya tidak (bisa) marah, karena mereka dari pertama datang sudah diberi tahu, bahwa tugas mereka adalah untuk men”servis” peserta. Malah banyak dari mereka turut berfoto ria dg peserta.
Begitu Raja Thailand mau datang, barulah barisan benar benar ditertibkan. Semua dilarang untuk berkeliaran lagi. Tapi setelah raja memberikan sambutan dan acara hiburan dimulai maka suasana “meriah” kembali. Untuk suatu acara yang dihadiri 17.000 – 19.000 orang, maka boleh dibilang itu sih masih tertib terkendali.
Acara hiburannya yaitu antara lain : Parade bendera kontingen, Paduan suara Lagu Jambore, Tarian Kick Boxing Massal, dll.
Setelah raja meninggalkan acara, maka acara hiburan dilanjutkan sebentar lagi , kemudian semua perlahan lahan membubarkan diri. Kali ini semua pulang sendiri sendiri. (Kita tetap bersama ). Pulangnya juga berduyun duyun, jalan penuh lagi dengan lautan manusia yang kembali kearena perkemahan.
Malam ini tidur enak sekali, mungkin karena cape dan semua berjalan baik pada hari ini.
Besok adalah hari pertama aktivitas, dimana acara untuk besok adalah pagi: Tournament, siang: City of Sience dan malam adalah Passport to World.
……to be continue……..
(182) view
The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>terusannya :……. “Opening Ceremony”
(142) view
The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>Jam 8.15 kita take off dg pesawat GA 822 menuju Bangkok. Ada suatu kejadian sebelum berangkat, yaitu pada saat mau masuk gate 14, kita semua berbaris dan ka Kwarnas yang pada saat itu mengantar memberikan ucapan perpisahan (dia nanti nyusul sebagai Visitor). Dia marah karena pada saat itu anak anak Gontor membawa beberapa plastik besar Hoka Hoka Bento, langsung dicerca habis, dikatakan borjuis dan tidak solider dan makanannya harus ditinggal.Waduh, kasian juga tapi yach cari masalah aja sih. (Waktu ngobrol ngobrol kemudian dg pembinanya dia memberi alasan bahwa mereka belum sarapan pagi karena tidak mendapat jatah dari Smailing Tour, jadi mereka beli HokBen). Yah, kita sih ngertiin tapi mungkin caranya itu yg terlalu menyolok.
Jam 11.15 kita sampai di Don Muang- Thailand, tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dan Bangkok (kaya pengumuman Pramugari saja). Kita langsung ambil bagasi kita, sambil tidak lupa anak Yos (terutama yg laki) membantu membawakan barang barang kontingen. Inilah satu hal yang sangat membanggakan buat saya, karena anak anak kita mau/ selalu membantu. Dan itupun dirasakan oleh Staff Kontingen sampai akhir perjalan kita. Mereka berterima kasih dan memberikan pujian buat kita. Demikian juga anak putri kita, pembina pendampingnya yaitu ka Elly yang saya sudah kenal, bilang begini :”Ton, gua yang terima kasih, gua banyak dibantu sama anak2 elu. Gua demen banget sama anak anak elu !”. Hal itu diucapkannya ketika saya berterima kasih kepada dia karena dia mendampingi anak anak putri kita selama Jambore. (waktu itu saya telepon ketika dalam perjalanan pulang ke Bandung).
Ok. kita terusin ceritanya.
Di airport kita sudah ditunggu rombongan yang berangkat tanggal 26, dari sini kita akan berangkat bersama sama ke Camp. Kasian juga kalau denger cerita mereka selama nginap di KBRI. Ternyata KBRI tidak siap (tidak tahu ?) menerima rombongan ini, sehingga mereka cukup terlantarkan. Mereka hanya diberi tempat untuk istirahat di semacam aula. Tanpa alas, tanpa makanan, pokoknya usaha sendiri. Ke WC pun katanya harus antri karena terbatasnya sarana.
Jam 14.15 kita berangkat dari Airport menuju Camp (Sattahip). Kita di airport cukup lama karena panitia harus mencheck semua barang bawaan dan juga orang yang cukup banyak. (Disini mulai terlihat kerja panitia yang tidak terkoordinasi/ terencana dg baik, yg kerja cuma itu itu saja dan semua pekerjaan mereka terus yg mengerjakan, panitia yang lain tidak tahu apa apa). Dengan pengawalan Mobil polisi dan motoris kita sampai di pintu gerbang Camp (Gate 9) jam 17.00.
Disana kita harus nunggu didalam Bus sampai berjam-jam, panitia kontingen mengurus registrasi. Supir bus sudah tidak sabar, dia ngomel ngomel terus dalam bahasa Thailand. Saya merasa bahwa bus itu di carter panitia Jambore, dan dia merasa sangat dirugikan karena waktunya terbuang percuma dan bensinnya tekor karena mesin mobil harus dijalankan untuk menghidupkan AC. Kita akhirnya mendapatkan ID Card, karena syarat untuk masuk ke Camp harus punya ID. Waktu di gate ini kita bertemu dengan rombongan peserta Indonesia lainnya yang dari embarkasi Dumai (Caltex).
2 bus sudah tidak sabar dan langsung masuk, bus sayapun sudah maju mundur terus , tapi si supir tidak bisa pergi karena dia harus nunggu penumpangnya lengkap baru bisa pergi. Dan lagi saya serombongan dengan para Staff Kontingen (Staff Kontingen yang turun ada 5 orang dan tidak balik balik, sementara staff kontingen yg lain seperti saya bilang dulu , tidak tahu apa apa).
Akhirnya saya menyusul turun untuk mencheck. Karena di bus tinggal saya yang bisa berkomunikasi dg bahasa inggris (yang terus terang kacau). Ditempat registrasi ternyata staff kontingen yang mengurus masih sibuk. Kayanya mereka baru bisa berangkat kalau semua sudah beres. Saya akhirnya berkeputusan untuk balik lagi ke bus, karena sayapun tidak tahu harus membantu apa dan tidak tahu apa yang harus diurus. Ternyata bus saya sudah berangkat ! Walah…, bagaimana bisa begini ? Akhirnya saya balik lagi ke tempat registrasi, kebetulan ada bus rombongan Indonesia yang akan berangkat, langsung saya naik! ….. Ternyata ….rombongan Gontor …..!!
Yach sudah lah, daripada tidak bisa masuk ke Camp.
Ternyata (belakangan saya baru tahu) masuk ke Camp harus lewat Gate 6, jadi dari tempat registrasi (di Gate 9) harus ke gate 6 dulu. Dari gate 9 ke gate 6 macet sekali, karena banyaknya peserta yang masuk hari ini. Total peserta Jambore antara 17.000- 19.000 orang. Bayangkan saja !
Ditengah jalan saya nekat turun karena bus tidak jalan jalan dan saya tidak nyaman satu bus dg anak anak gontor (yg terlalu pede (tidak sopan)). Saya pikir saya akan jalan saja ke pintu gate daripada kesel nunggu di dalam bus yg berhenti total. Waktu jalan akhirnya saya menemukan bus saya. Dan saya langsung naik lagi. Akhirnya bus jalan lagi. Waktu dipintu gate ditanya kita di Sub Camp mana?
Semua orang tidak tahu. Akhirnya kita harus jalan terus karena mobil kita menghalangi antrean yg sangat panjang dan kita diberhentikan di tengah area Perkemahan. Bayangkan ditengah camp seluas 500 hektar, kita tidak tahu harus kemana dan tempat ini sangat asing buat kita lagian hari sudah gelap. Rombongan Indonesia diturunkan terpencar disepanjang jalan ditengah area perkemahan. Lama sekali kita menunggu, tetapi kita tidak tahu harus kemana. Waktu mendekati tengah malam, tetapi belum ada keputusan dari Panitia Kontingen Indonesia. Yang kita tahu adalah kabar dari para IST Indonesia bahwa di Sub Camp anu ada tempat untuk orang Indonesia, di sub Camp anu ada lagi dst. Jadi sebagian mulai pergi meninggalkan tempat kita menunggu.Saya tidak mau ceroboh, jangan sampai kita pergi tidak pasti tempatnya. Tapi staff kontingen yang ada disana (yg tidak tahu apa apa) mengumumkan bahwa kita disuruh pergi mencari sendiri tempat untuk orang Indonesia. Waduh, gimana ini. Saya coba tanya ke mereka kira kira kita harus kemana ? ke Camp A, B, C atau D, dan Sub Camp apa ?. Karena tiap camp terdiri dari Sub Camp- Sub Camp (Setiap Camp terdiri dari 6 Sub Camp, Tiap Sub Camp bisa untuk 20 pasukan). Akhirnya kita diberi tahu bahwa ada tempat untuk orang Indonesia di Sub Camp C1, C3 dan D1& D3. Saya membawa rombongan saya yang terdiri dari 3 regu yaitu Pas 5 regu 3 , Pas 5 regu 4 dan Pas 10 regu 1 (regunya putri kita). Pertama kita jalan ke Sub Camp C1, yang “terdekat”(2 KM), ternyata disana sudah penuh, demikian juga Sub Camp C3, kita teruskan lagi ke D1 (3 KM lagi). Disana juga penuh. Pasukan saya istirahatkan di D1, karena bawaan yang berat dan kondisi kita yg kecapaian dan kelaparan, sementara saya sendiri pergi ke D3 , penuh lagi. ke D2 , tidak ada untuk orang Indonesia. Saya bingung dan mulai kecapaian, saya minta tolong kepada petugas Sub Camp untuk mencarikan dimana “seharusnya” tempat saya ini. Petugas Sub Camp D2 bilang bahwa saya di B3, (tapi saya ragu apa betul ?). Akhirnya saya pulang lagi ke D1, memberi kabar ke pasukan , tentang ke tidak jelasan kita. Darwin akhirnya menemani saya menghubungi petugas Camp D1, untuk minta ijin tinggal di D1. Dengan putus asa saya bilang (dalam bahasa Inggris yg pas pasan) : “Saya minta ijin untuk sementara tinggal disini dan mohon diberi makanan”.
Setelah itu saya tidak kuat lagi (huek) muntah deh !. Saya istirahatkan dulu, sementara 3 anak juga sakit. Akhirnya saya dapat kabar kita bisa ke D5, disana masih ada yang kosong. Tapi ka Elly memutuskan untuk tetap tinggal di D1 karena 2 anaknya sakit. (dia bawa handphone dan marah marah ke Kwarnas !). Barang saya dibawakan dan setelah agak mendingan saya menyusul ke D5. Disana anak anak Kaltim mendirikan tenda yang kebetulan di bawa oleh mereka, sedangkan tenda kita tidak tahu dimana rimbanya. Jadi 20 anak tidur di 2 tenda kapasitas 10 orang. Saya akhirnya memilih tidur diluar. Jam 2 malam saya mencoba untuk istirahat. Saya mendapat kabar lagi bahwa ada 1 anak putri ka Elly dibawa ke Rumah Sakit, Rusi lah yang ngurusinnya. Malam itu Rusi harus jalan +/- 20 KM, 1 x jalan ke rumah sakit dari D1 +/- 7 KM , pertama dia ikut nganter pake ambulans ke RS, dia harus balik lagi ke D1 ambil obat, nganter obat ke RS dan balik lagi ke Camp D1. Langsung besoknya Rusipun sakit !
Hari ini bener bener sengsara !!!
(131) view
The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>Untuk perlengkapan kontingen ini, yang terdiri dari: 1 Gear Bag, 1 Day Pack, 1 Hip Pocket, 1 Jacket yg bisa dijadikan rompi, 1 kaos, 1 Celana panjang coklat yg bisa jadi celana pendek, 3 Badge kontingen kita dicharge Rp. 400.000,- .
Siang ini acara relatif sudah tidak ada. Anak anak disuruh latihan Poco poco dan Sajojo lagi, tapi yang ikut hanya sedikit. Mungkin sibuk mengurus barang bawaan ataupun sudah mulai jenuh dan juga sebagian peserta & pelatihnya sudah berangkat ke Bangkok duluan.
Siang / sore ini keluarga saya & keluarga anak anak pada datang, mereka mengambil pakaian kotor yang dipakai selama di Cibubur.
Malamnya diadakan perayaan Natal bersama Kwarnas yang dihadiri tidak saja oleh Kontingen Jambore, tetapi semua Pramuka/ Andalan Kwarnas, malah orang tua Sindhu/Rusi dan Jessica ikut perayaan ini dan langsung pulang setelah perayaan selesai karena sudah malam dan harus balik ke Bandung.
Malamnya kita relatif tidak tidur karena jam 2 subuh (27 Des) kita sudah harus bangun dan bersiap siap berangkat.
to be continue………..
(166) view
The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>Catatan:
Pada malam ini (jam 3 pagi tgl 26 Des), rombongan ke 2 yang terdiri dari sebagian staff Kontingen dan regu dari Papua berangkat duluan, mereka tinggal dulu sehari di KBRI Bangkok dan bergabung kembali dg kita nanti, karena tiket pesawatnya untuk tgl 27 tidak cukup.
(163) view
The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>Ok, kita kembali ke kegiatan.
Acara hari ini difokuskan pada Kesenian , pagi hari untuk Kesenian daerah dan malam hari untuk Latihan Tarian Poco poco dan Sajojo. Kesenian daerah yang terpilih yaitu 1dari Kaltim Pa , 1 dari Jateng pi , 1 lagi dari Papua pa , sementara itu dari daerah lain tidak ditampilkan dalam Indonesian Days dan tampil hanya di Sub Camp saja. (Saya rada tenang juga untuk Kesenian karena di Pasukan saya Kaltim ada 2 tarian dan Gontor ada 2 tarian lengkap dg kostumnya, pokoknya kalau diminta tampil di Sub Camp, pasti ok ! Terus terang persiapan kita untuk kesenian sangat minim, karena anak anak kita waktunya tersita untuk ulangan umum di sekolah, sehingga saya ambil keputusan untuk tidak terlalu memaksakan tapi konsentrasi pada pelajaran sekolahnya. Nah, sekarang ada yg siap tentu saja kita senang). Siang ini kita mendapat kunjungan dari ka Susi (eks Pembina 07020) yg tentu saja menggembirakan buat anak anak.
Hari ini untuk umat Kristiani (Protestan) malamnya mengikuti Kebaktian malam Natal. Umat Katholik mengikuti misa pagi tgl 25 Des. Yang mengikuti Kebaktian malam Natal (Protestan) ternyata ada 2 bus (lebih dari 60 orang) dipimpin oleh Ka/Pendeta Stefanus (Andalan Nasional bidang Rohani Protestan), (pulangnya mereka makan malam di Mc Donald, jadi baru jam 10an baru nyampe di Cibubur). Sementara itu banyak pula umat Katholik dari DKI yang “kabur” untuk merayakan/ mengikuti Misa pada malam Natal ini. Kita yang dari “daerah” pasrah aja ikut misa besok paginya.
Tidak banyak yang bisa diceritakan pada hari ini, selain malamnya saya rada “kesepian” soalnya di “bungalow” saya tinggal sendirian dan lagi letaknya paling ujung komplek.
(132) view
The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>Kita sampai di Istana Negara jam 1an siang, setelah melalui pemeriksaan kita berkumpul di halaman dalam Istana. Ternyata ibu presiden baru bisa datang jam 3 an, jadi kita nunggu disana cukup lama juga. Barisan yang semula rapi akhirnya kacau juga, kita akhirnya disuruh duduk menunggu. Baru kemudian setengah jam sebelum ibu datang , kita disuruh berbaris lagi. Protokol Istana mengumumkan bahwa kita tidak boleh mengambil foto dan keluar dari barisan. Acaranya yaitu Laporan dari ketua kontingen (pak Sundoro), Pidato dari ibu Mega dan salaman. Semua satu persatu berbaris bersalaman dg ibu Mega dan Mentri Pendidikan dan KaKwarnas. Seharusnya setiap orang punya satu foto yang bersalaman dg ibu Mega, tapi ngga tahu kenapa, di kita hanya Sindhu saja yang ada (kebagian) dan Arief harus nebus Rp.300.000,- untuk mendapatkan 3 lembar Repro fotonya. Janjinya sih setiap orang akan mendapat gratis 1 lembar foto. Nanti saya akan coba urus ke Kwarnas. Setelah ibu Mega dan MenDikBud meninggalkan istana, kita “dijamu” snack oleh pelayan Istana, dan kemudian langsung pulang kembali ke Cibubur. Perasaan waktu itu macet, karena waktunya berbarengan dengan waktu pulang kantor, sehingga walaupun dikawal, tetap saja lama nyampainya.
Begitu nyampai kita sudah disiapkan makan malam dan pada jam 8 kita berkumpul kembali di aula. Acara malam ini yaitu Kesenian Daerah. Setiap daerah diminta untuk menampilkan kesenian daerahnya masing masing. Yang akan dipilih untuk ditampilkan pada “Indonesian Day’s” di Jambore nanti. Prioritas sudah ditentukan dan akan dipilih 3 tarian daerah, juga tarian bersama yaitu Poco Poco dan Sajojo. Malam ini yang tampil adalah tarian dari KalTim Putra (Juara LT V pa) 2 tarian, Putri Jateng (Juara LT V pi) dan Putra Papua (Juara 2 LT V pa), yang lain belum kebagian karena hari sudah malam maka semua disuruh beristirahat, untuk dilanjutkan besok paginya.
Malam ini sayapun tidak bisa beristirahat dengan lebih awal, soalnya Darwin sibuk beres beres barang, karena dia harus berangkat jam 2 malam ini. Yang akan berangkat pada tanggal 24 Des jam 2 pagi ini adalah para IST dan Advance Team (Staff Kontingen Indonesia yang berangkat lebih awal untuk mempersiapkan/mengurus keperluan kontingen pada saat kedatangan nantinya).
Ada yang unik pada malam ini, yaitu IST yang pertama datang dan yang pertama menempati “bungalow”, menawarkan kamar mandi yang ada di kamarnya (kamar no.1). Saya rada heran, lho ternyata kamar dia ada kamar mandinya segala. Tapi pada saat itu saya sungkan dan menolak (ngga enak masuk kamar orang), saya bilang nanti saja kalau besok dia pergi kamarnya saya akan tempati. Eh, pas mau berangkat dia bilang lagi kalau di kamar dia ada AC nya. ……Busyet !!! Jadi selama ini dia diam aja dan rada kaku, soalnya dia merasa agak bersalah, kalau kita ribut soal panas. Begitu IST (dia) berangkat jam 2 an, langsung saja saya mengungsi. Weleh….nyamannya..! Dasar rejeki, tidak bisa ditolak !
(150) view
The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>Rombongan yang terdiri dari umat Protestan dan Katholik merasa beruntung mendapatkan lokasi yang mempunyai 2 gereja yang berseberangan. Sehingga terbayang masing masing dapat beribadat sesuai keyakinannya. Tapi kenyataan berbicara lain. Ibadat untuk Protestan sudah hampir berakhir, sehingga begitu masuk mereka langsung Diberkati dan bubar. Akhirnya semua jadi ikut Misa. Rugi? Malah ada yang berkomentar mereka beruntung, karena diakhir misa mereka diberkati lagi. Jadi 2 kali diberkati. lol. Oh, ya.. Lokasinya yaitu di Ciracas – Cipayung, nama gerejanya gereja St.Yohanes (Hasil interogasi dari umat yang duduk disebelah). Pulangnya kita langsung makan Siang. Dan dilanjutkan dengan pertemuan di Aula Sarbini jam 2 siang.
Acara pertemuan siang ini adalah:
– Sambutan Ketua Kontingen oleh KaHarKwarNas (LaksDa Sundoro Syamsuri (purn)) Diteruskan dengan pemilihan Pratama Utama (terpilih cewek dari DKI) dan latihan untuk acara Pengukuhan.
– Pengukuhan Pasukan Garuda oleh ka Kwarnas ( LetJen H.A. Rivai Harahap (purn))
Singkatnya… acara selesai pada sore harinya dan kita mandi, dan makan malam.
Jam 19.30 kita kumpul lagi di aula Sarbini untuk Pemantapan Regu.
Isinya yaitu pemilihan ketua regu, Pratama Pasukan dan pembagian tugas dalam regu.
3 Putra Yos bergabung dengan 5 putra Kaltim dan 1 putra Sulut di Pasukan V regu 4 dengan BinDamping Toni S dari Yos 19. (regu Kaltim adalah regu juara LT V se Indonesia. Mereka dibagi dua; 5 orang di regu saya, 5 orang lagi di pas V regu 3 dg BinDamping Drs.Achmad Subagyo dari Kaltim)
(Selama kegiatan Jambore, 2 regu ini selalu bersama sama)
Sementara 3 Putri Yos bergabung dengan 4 putri Serviam-St.Maria Jakarta dan 2 putri Sorong di Pasukan X regu 1 dg BinDamping ka Elly Sumarsih dari Serviam- St.Maria- Jkt. Arief terpilih sebagai Wakil ketua Regu, sedangkan Rusi terpilih sebagai ketua regu merangkap Pratama Pasukan. (Rusi paling sibuk diantara anak anak Yos yang lain selama Jambore)
Sementara BinDamping dan anggota IST disuruh berkumpul di ruang (Mawardi?) untuk briefing tentang Gambaran umum Jambore. Disini Darwin terpilih sebagai koordinator IST (terutama kerjanya ngurusin tenda) :).
Setelah pertemuan malam ini , kita istirahat, tapi tetap saja tidurnya larut malam, asyik ngerumpi dan kenalan……. (Dan terganggu oleh Darwin yang sibuk bolak balik ngurusin IST (tenda))
Ada kejadian siang ini yang mungkin “berkesan” buat semua peserta Jambore.
Ceritanya , sepulang dari gereja masih banyak peserta Jambore yang baru datang, diantaranya adalah anak anak dari pesantren Gontor (Jatim). Mereka datang dengan menggunakan 2 bus (terdiri dari 2 regu putra, 2 regu putri , 4 Bindamping dan +/- 6 IST , total 50 orangan).
Seragam mereka “sedikit” berbeda dengan seragam anak anak lainnya. Celananya celana panjang, dilengkapi dengan topi lapangan,syal dg rumbai orange,sarung tangan kulit dan tas pinggang hitam kecil. Seragam dari ujung kepala sampai ujung kaki (kali celana dalemnya juga sama :)). Keren abis ! Demikian juga dengan putrinya, merekapun seragam abis, dengan tidak lupa menggunakan jilbabnya. Anaknya udah gede gede (2 SMA). Begitu turun dari Bus mereka “berdefile”, berbaris dengan lagu lagu dan gerakan mereka yang seragam, mengelilingi camp. Weleh weleh !!! Anak anak pada nonton, seperti saya merekapun “terkesan”.
Atmosfir suasana berubah, Ini kan Jambore bukan Lomba Tingkat, begitu sebagian pembina berkomentar . Pujian dan cibiran datang bertubi tubi, sementara Gontor tetap cuek dan ritual mereka terus dilakukan . Karena dengan ritual mereka itu mereka sering datang terlambat dalam pertemuan dan Bindampingnya tidak pernah hadir dipertemuan. (Mungkin sibuk dengan urusan mereka sendiri) Dan memang mereka sudah menyiapkan segalanya “sedikit berbeda” dengan yang lain (Kwarnas), seperti kendaraan ke Airport, pengangkutan barang, acara sesudah Jambore (mereka tour ke Singapore dan Malaysia) dan hal-hal lainnya. Tentu saja hal ini membuat Kwarnas pusing dan “marah”, karena mereka jadi harus membagi perhatian dan menambah urusan mereka. Kita kita sih oke oke saja selama tidak mengganggu !. Tapi kekhawatiran buat saya tetap ada ! Masalahnya : Putra Gontor se Pasukan dengan saya di Pasukan V mereka regu 1 & 2 , bagaimana kalau mereka bikin acara sendiri atau macam macam dan tidak bisa berkoordinasi dengan Kwarnas, bisa bikin pusing saya juga akhirnya. Beban mental ngga ? Di Pasukan saya benar benar Pasukan “Istimewa”, Pasukan V ini terdiri dari 4 regu, dimana 2 regu dari Gontor (regu “elite”) dan 1 regu KalTim (regu “Juara”)(walaupun dipecah 2 regu, mereka tetap gabung terus). Kita sisanya bagaikan semut diantara Gajah, yg kalau perang , kita yang kena injak. Tapi ……Siapa takut ! ..
besok diterusin lagi ………
(143) view
The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>Jam 3 sore dengan membawa semua perlengkapan yang akan kita bawa ke Cibubur maupun ke Thailand, kita berkumpul di Sanggar. Saya diantar oleh istri & anak-anak.
Upacara Bendera diwarnai rasa haru karena disertai ucapan selamat jalan dari ka Loeke sebagai Pembina Gudep dan ka Antonius Tardia sebagai Mabigus serta Pemberkatan dan doa oleh pastor Hilman sebagai Pastor Moderator dari Tim Kerja Kepramukaan – MPK Keuskupan Bandung dan tentu saja dari seluruh anggota keluarga besar Yosaphat Soedarso yang bisa hadir pada saat itu, serta partisipan yang hadir.
Setelah mencicipi hidangan ala kadarnya kita semua pamit untuk berangkat ke Cibubur-Jakarta.
Waktu menunjukan pukul 4.30 sore ketika rombongan yang berjumlah 4 mobil berangkat diiringi oleh hujan yang cukup lebat. Yang mengantar ke Jakarta adalah ortu Shindu dan Rusi yaitu ka Andi Lunandi dan ka Tina serta adiknya Nana (Siaga), ortu Jessica yaitu ka Tafsirin dan ka Gwat serta nenek dari Shindu, Rusi dan Jessica (mereka adik & saudara sepupu), adik Jessica (Siaga) , ortu Iman serta kakaknya dan ortu Arif (Jadi seluruh rombongan berjumlah 21 orang: 8 peserta,12 pengantar, 1 driver).
Di pintu tol Padalarang kita dihadang kemacetan selama hampir 1,5 jam . Setelah istirahat makan di Cipanas , kita baru sampai di Lemdikanas TRW Cibubur jam 10 malam. Sampai disana kita sempat ragu, karena sepi sepi saja. Apa salah tanggal/ jadwal, sehingga kita datang terlalu cepat sehari atau bagaimana? Karena di perjalananpun saya sempat contack dengan ka Elly (pembina pendamping putri kita di Jambore nanti) yang mengabarkan bahwa dia dan rombongannya baru akan ke Cibubur Minggu siang. Akhirnya saya melihat 2 orang dan setelah ditanya kita disuruh melapor ke satu “bungalow”. Disana kita ketemu ka Dicky (staff Kwarnas) kita disuruh langsung tidur dan menempati barak yang tersedia, sementara untuk IST disuruh menempati “bungalow” lainnya yang kosong.
Ada 2 barak putri disebelah kiri ruang makan dan 2 barak putra di sebelah kanannya. Satu barak terdiri dari 20-an kamar yang berisi masing masing 3 atau 4 ranjang.
Keheningan mulai terusik dengan kehadiran kita, penghuni barak mulai pada keluar dan “menyambut” kita. Ternyata kita “membangunkan” mereka
Setelah beres mengurus anak anak dan pengantar (ortu) pulang, saya “mengunjungi” tempat Darwin. Ternyata “bungalow” Darwin lebih manusiawi (baca:representatif). Yaitu berupa Rumah yang terdiri dari 4 kamar dengan 1 kamar mandi,dapur dan ruang tamu. Setiap kamar terdiri dari 2 ranjang. Karena kita datang relatif lebih awal , Darwin bisa mendapat 1 kamar sendiri. Nah, dengan segera saya mengungsi ke kamar Darwin.
Panasnya cuaca di Cibubur membuat saya & Darwin yang sudah mandipun tidur dengan telanjang dada. Pada tengah malam saya mencoba istirahat karena besok acara sudah dimulai pada pukul 6 pagi.
Sampai disini dulu ceritanya,
cerita selanjutnya tentang Pemantapan di Cibubur Jakarta.
(123) view
The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>(139) view
The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>(149) view
The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>Jam 8 pagi kami semua disuruh berkumpul di Kwarda Jabar jalan Suci Bandung. Acara hari itu adalah perkenalan dan pengarahan Jamboree. Kami semua masuk ke ruangan semacam kelas. Kontingen Jawa Barat terdiri dari 8 orang dari St. Aloysius, 14 orang dari SLTP 14 dan 2 orang dari kabupaten Bandung.Total = 24 orang.
Masing masing memperkenalkan diri dan dilanjutkan pengarahan dari Kwarda yaitu dari Ka….(lupa) Urusan Lem Dik & ka Astuti (Andalan Jabar yang juga menjadi Staff Kontingen Indonesia ke Jambore). Isi pengarahan antara lain : Persiapan perlengkapan, Makanan khas daerah, Cindera Mata, Benda benda yang bisa ditukar (seperti badge, uang receh, pin), kesenian daerah.dsbnya.
Setelah makan siang bersama, acara pengarahan dilanjutkan. Ka Yoseph (Andalan Jabar yang juga Pembina Pandega 07019) & Ka Mochtar (KaKwarda Harian Jabar). Isinya berupa pengarahan kita sebagai seorang pramuka Indonesia dalam mengamalkan dan menjaga citra kita di mata dunia. Dan berbagi pengalaman dalam mengikuti event international. Acara selesai jam 2 siang.
Malamnya kami semua mengumpulkan barang barang yang akan dibawa ke Thailand di rumah saya. (Khusus barang yang akan dibawa ke Thailand). Sementara barang barang untuk Pemantapan di Cibubur – Jakarta dibawa pada saat berangkat hari Sabtu 21 Des 2002. Tapi karena Badge Kontingen Indonesia harus dijahit dulu di lengan kanan (Tanda Gudep & kwarda semua dicopot diganti dg Badge Garuda) (setiap orang membawa minimun 2 stel), dan masih ada perlengkapan regu yg belum ada akhirnya disepakati barang barang dibawa pulang kembali dan dibawa langsung ke Sanggar pada hari Sabtu. Jam 10 malam kita bubar .
– Toni White
(143) view
The post WORLD SCOUT JAMBOREE 2002 – 2003 appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>The post Operasi Serigala Kelabu appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>Tanggal : 25-26 Mei 2002
Tim Pembina (Pembina, Penegak, Penggalang Senior): Darwin, Dita, William,
Thomas, Edo, Andrew, Ponti, Toto, Willy D, plus bintang tamu dari Amerika: kakak beradik Lutfi & Lukman
Tim Penggembira: Vic, Teten, Alwin (temen-temennya Ponti)
Penggalang: Sindhu, Iman, Jessica, Vina, Elysia, Ucok, Andrew, Petrus, Niki, Adrian
Latihan Sabtu tetap diadakan seperti biasa, jam 15. Korve pembukaan dilaksanakan di SD St. Yusuf I Trunojoyo karena lapangan sepak bola masih dalam tahap renovasi. Setelah korve, dilakukan inspeksi dan eksekusi bagi Penggalang yang lalai membawa barang inspeksi dan bendera regu. Lalu ada permainan sampai jam 16.
Selanjutnya Penggalang diberi teknik cara bikin obor yang langsung dipraktekkan untuk dipakai dalam acara OSK. Setelah semua obor Penggalang siap pakai jam 17, kelengkapan barang mereka diperiksa. Barang-barang yang diperiksa yaitu ponco, senter, korek api, minyak tanah, air minum. Perbekalan minum dan minyak tanah dijatah dan dibagi rata. Masing-masing Penggalang hanya diperbolehkan membawa air minum 0.6 liter dan bahan bakar minyak tanah 0.6 liter (botol aqua kecil). Pembagian selesai dalam waktu 30 menit dan acara latihan sabtu ditutup dengan korve penutupan.
Jam 19, kami bersama-sama berangkat menuju Cikole. Satu mobil kijang Toto diisi penuh oleh 10 orang Penggalang dan 3 orang Pembina. Sementara saya naek ikut vespa Darwin. Setelah melewati jalanan yang macet, kami tiba di lokasi sekitar jam 20.30 dan langsung ke titik start. Rute OSK kali ini adalah jalan dari seberang bumi perkemahan cikole (lupa nama daerahnya) sampai ke Tangkuban Perahu. Setelah tasnya ditukar satu sama lain, Penggalang baru diperbolehkan menyantap makan malam dari tas teman mereka. Setelah selesei makan malam, semua senter, jam tangan, hand phone, dan dompet kecuali kartu identitas dikumpulkan Pembina.
Sementara itu, karena jumlah Pembina yang pertama berangkat hanya lima orang, maka kami langsung bagi tugas.
Pos I pos pemberangkatan diatur Darwin
Pos II pos antara oleh Toto & Willy
Pos III pos tujuan diterima Dita & Andrew.
Karena acara dimulai jam 21, kami langsung berangkat meninggalkan Darwin untuk memasang tanda jejak di jalur yang akan dilewati Penggalang. Jejak yang disebar di jalur Penggalang adalah gambar tanda jejak serigala. Untuk menutup setiap persimpangan, kami menyebar gambar tanda jejak rusa, kuda, burung dan manusia. Sementara anggota Penegak yang laen, tim penggembira dan bintang tamu baru bermunculan menjelang tengah malam.
Setiap Penggalang diperkirakan melakukan perjalanan 3 jam. 10 orang Penggalang dibagi dalam 7 regu sebagai berikut:
3 kelompok pertama menjalani hingga pos III sesuai dengan perkiraan waktu. Namun ada hambatan pada kelompok 4 sehingga terjadi kelompok berikutnya juga terhambat karena tidak boleh menyusul dan disusul. Ini mengakibatkan keterlambatan 1 jam dari yang diperkirakan. Setelah semua sampai di pos III, Penggalang dikumpulkan di suatu tempat yang cukup luas untuk membuat bivak. Dalam acara OSK kali ini Penggalang tidak diperkenankan membawa sleeping bag atau tenda untuk tidur melainkan harus membuat bivak dari ponco. Pembangunan bivak baru selesai sekitar jam 4 pagi dan mereka langsung tidur nyenyak karena kelelahan padahal udaranya dinginnya minta ampun.
Mereka baru bangun jam 7 untuk membereskan bivaknya masing-masing. Jam 8 Penggalang sarapan roti dengan berbagai macam pilihan isi. Jam 9 kami berangkat dengan berjalan kaki ke Kawah Ratu Tangkuban Perahu.
Jam 10 semua Penggalang dikumpulkan untuk memberi kesan dan pesan mereka. Kesan mereka antara lain acaranya kurang rame, kok hanya jalan doang, kenapa nggak ada games malemnya, kenapa tasnya ditukar, kenapa gak boleh ngomong, kenapa tempatnya dingin, dsb. Semua keluhan mereka kita tampung dulu. Setelah semua penggalang memberi kesannya giliran tim Pembina juga memberi kesan dan pesan kepada Penggalang.
Pada akhir evaluasi saya membacakan tujuan dari acara OSK. Saya mengetahui tujuan dari acara ini sesudah mengikuti OSK 1992 jaman saya Penggalang dari buku Warta Yos (kalo gak salah ditulis oleh Ka Adam, pembina penggalang saya). Maaf saya rubah dikit untuk disesuaikan dengan acara OSK kali ini.
—————————————————————————-
JEJAK-JEJAK OSK
Satu lagi perjalanan kita lalui. Jalan melelahkan yang sepanjang malam kita telusuri. Diterangi sinar rembulan yang purnama kita jejaki bebatuan yang tiada habisnya. Rasa lelah dan ngantuk yang menyerang kita taklukkan. Rasa dingin yang menggigit harus dicuekin. Kedua kaki yang ‘cangkeul’ mulai lecet sampai akhirnya ‘baal’. Sementara itu tangan kita sudah mulai ngambek disuruh pegang obor semalaman. Ditambah dengan minyak tanah yang rada luber bikin tangan kita rasanya ‘geuleuh’. Semua itu masih dibumbui dengan pembatasan air minum dan pertukaran tas. Pokoknya bete!
Ya, acara OSK telah berlalu. Kala itu kita lelah, kita kesal, kita bersemangat, kita berjuang, kita hampir putus asa, kita kedinginan, dan masih banyak lagi kita …… lainnya. Semuanya berlalu, berubah menjadi kenangan dan cerita di antara kita. Tapi apa betul semuanya itu tinggal kenangan dan cerita?
Kalau anda berpendapat begitu, anda salah besar! Masih banyak hal-hal berguna lain yang kita dapat dari ‘malam derita’ itu. Perlu bukti?
Kasus 1
Dari jauh hari seorang anak sudah mempersiapkan segalanya dengan matang untuk menghadapi acara OSK ini. Dia sudah membawa perbekalan 3.5 liter air minuman dan 1.5 liter minyak tanah. Tapi di sanggar, lebih dari setengahnya disita pembina. “Sialan, gua udah cape-cape nyiapin air minum dan minyak tanah tapi ternyata dirampok? Awas aja kalo berani diminum dan dipake ama Pembina!” Belum rasa kesalnya hilang, sebelum makan malam, tasnya ditukar dengan tas temannya. Makan malam yang sudah disiapkan mamihnya tertukar pula. “Aduh mak, makanan kesukaan gua dimakan ama si A. Sedangkan gua cuman dapet jatah kecil begini dari tas si B, buat si B yang badannya kecil sih cukup … tapi buat gua mana cukup?” Itu kata suara hati negatifnya. Tapi apa kata suara hati positif? “Ini baru tantangan buat gua. Kalo yang laen bisa bertahan, masa gua ngga bisa sih? Dengan begini kan perjalanan akan lebih ringan. Air minum ini harus cukup sampai akhir acara dan siapa tahu minyak tanah bisa dipakai untuk menghangatkan badan waktu tidur nanti.”
Kasus 2
Seorang anak keabisan minyak tanah untuk obornya, terpaksa dia jalan cuma dibantu ama terangnya bulan purnama. Setelah 15 menit berjalan, dia kehilangan arah. Ternyata dia nyasar, padahal bekal udah abis dan air udah menipis. Suara hati negatifnya bilang “Sialan nih, pembinanya teu baleg masang tandanya. Pokoknya gua kapok ikutan acara ginian lagi!”. Tapi suara hati yang lain berkata “Rupanya ada tanda jejak yang terlewat. Saya akan kembali ke tanda jejak terakhir dan mencoba mencari jejak selanjutnya lebih teliti lagi”
Kasus 3
Seorang anak mulai kesal. Sudah 1.5 jam lamanya dia mengunci mulutnya rapat-rapat, soalnya di acara OSK dilarang bicara. Tiba di pos 2, penjaga pos bertanya apakah dia sudah capek. Dia jawab “tidak”. Akibatnya dia divonis push up 20. Suara hati yang satu berkata “Ini sih emang sengaja mau ngejebak gua!”, sedang suara hati yang lain berkata “Aduh! Saya lupa pada aturan perjalanan ini. Ini pelajaran buat saya”
Masih banyak kasus seperti di atas terjadi dalam perjalanan OSK yang lalu. Hikmah apa yang bisa kita ambil?
Dari tiga contoh di atas kita dapat melihat bahwa dalam tiap hati ada pendapat yang berbeda-beda mengenai suatu hal. Masalahnya ialah pendapat mana yang akan kita anggap sebagai ‘pendapat saya’. Bila seorang anak memilih suara hati negatifnya, dia akan dipenuhi rasa kesal, merasa dikerjain, dan yang terutama dia tidak akan mendapat pelajaran apa-apa dari acara ini.
Sebaliknya anak yang mengikuti suara hati positifnya akan mendapatkan pelajaran yang banyak sekali dari acara ini. Sikap setia kawan (seperti menjaga saudari 20-nya), sikap pantang menyerah (seperti anak yang nyasar), sikap mandiri (acara OSK dijalani perorangan), sikap disiplin (ingat aturan dilarang bicara), dan pengalaman-pengalaman berharga lainnya yang hanya bisa terasa bila kita melihat suatu peristiwa dari sisi positifnya.
Setelah membaca penuturan saya mengenai acara OSK, mungkin anda bertanya “Lalu apa sebenarnya yang saya dapat dari OSK?” LIHATLAH SESUATU DARI SISI POSITIFNYA! Dengan menjalaninya hidup ini akan terasa lebih menyenangkan, karena masalah yang beratpun akan menjadi ringan, bahkan memberikan anda pelajaran. Agar anda semakin ingat, saya tuliskan sekali lagi : LIHATLAH SESUATU DARI SISI POSITIFNYA! Ingatlah hal itu di manapun anda berada, terutama bila anda menghadapi masalah berat. Ingat itu bila anda dilicikin dalam suatu permainan, waktu anda dimarahin ortu, waktu permainan Latihan Sabtu ngga rame, waktu perjalanan OSK ngga abis-abisnya, waktu anda kalah dalam LT, pokoknya dimanapun anda berada!! Sekali lagi saya tulis: LIHATLAH SESUATU DARI SISI POSITIFNYA!
—————————————————————————-
Setelah dibacakan barulah semua pertanyaan Penggalang terjawab dan mereka mengerti tujuan acara ini. Tapi kemudian ada pertanyaan “Kenapa dinamain Operasi Serigala Kelabu?” Saya menjawab karena tujuan dari acara ini adalah untuk mencari serigala kelabu selama perjalanan, yang tak lain adalah sisi negatif diri kita masing-masing. Dengan mengikuti acara ini, sepanjang acara kita selalu dikondisikan untuk berpikir negatif sehingga kesal, marah, cape dan putus asa. Tapi apabila kita sadar dan dapat mengganti sisi negatif dengan sisi positif maka acara ini akan dengan mudah dilalui. (maaf, saya ngarang jawaban ini karena saya sendiri sebenernya juga gak tau kenapa diberi nama Operasi Serigala Kelabu, mungkin ada yang tau latar belakangnya?)
Jam 11 semua turun ke Bandung dan tiba di sanggar jam 13 untuk selanjutnya pulang ke rumah masing-masing. Demikian yang bisa saya sampaikan dari acara kemaren.
Saya pribadi memberi laporan lengkap karena lebih dari seminggu yang lalu, Ka Toni ‘White’ pernah mengajak semua anggota milis ini untuk brain storming & sharing tentang acara-acara tradisi di lingkungan pramuka kita. Tapi kok sama sekali gak ada tanggapannya sih? Padahal penting banget loh buat kita-kita yang masih dalam tim kepembinaan. Emang betul sih kalo sebenernya pembina saat ini harus mencari formula baru yang sesuai dengan perkembangan jaman saat ini. Tapi kalo kita pernah merasakan suatu acara yang menyenangkan dan berguna bagi kehidupan kita, kayaknya gak ada salahnya diwariskan ke Pembina sekarang supaya adik-adik kita di Siaga, Penggalang bahkan Penegak dapat merasakannya.
Saya jadi pengen tau juga:
Siapa/angkatan mana pencetus awal acara ini dan kenapa namanya Operasi Serigala Kelabu? Pada awalnya, apa sih tujuan awal dari acara ini? Apakah yang disampaikan Ka Adam itu sudah benar atau sebenarnya masih ada yang harus digali? (sorry, kedengarannya seperti meragukan Ka Adam tapi saya jaga-jaga siapa tau masih ada yang tertinggal supaya kita bisa menggali acaranya lebih jauh lagi). Alangkah lebih baik lagi apabila setiap orang yang pernah menjalaninya memberi pengalaman yang dia dapatkan dari acara ini sehingga acara ini semakin sempurna.
Semoga tulisan panjang ini mengobati kerinduan akan masa-masa mengikuti acara ini (terutama untuk Ka Doddy … sekarang gantian Ka Doddy yang sharing) dan bisa berguna bagi program kepembinaan gudep kita di masa yang akan datang.
Laporan keuangan
Pemasukan:
Biaya Acara dari Penggalang Rp. 10.000,00 * 10 orang = Rp. 100.000,00
Total Pemasukan Rp. 100.000,00
Pengeluaran:
Survai masuk Tangkuban Perahu Rp. 10.000,00
Kenang-Kenangan Rp. 4.000,00
Transportasi Rp. 20.000,00
Konsumsi makan pagi Rp. 25.000,00
Masuk Tangkuban Perahu Rp. 15.000,00
Total Pengeluaran Rp. 74.000,00
Sisa Rp. 26.000,00 masuk kas Penggalang
STJ,
kac
(320) view
The post Operasi Serigala Kelabu appeared first on Pangkalan Maya Bandung 19 - 20.
]]>