SMP Strada Bhakti Utama memperingati Hari Ozon Sedunia dengan berbagai kegiatan edukatif dan aksi nyata yang melibatkan seluruh warga sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran peserta didik mengenai pentingnya menjaga lapisan ozon serta membangun kepedulian terhadap lingkungan.

Peringatan Hari Ozon Sedunia diawali dengan berkumpulnya peserta didik di lapangan dan kegiatan tanya jawab mengenai pengetahuan mereka tentang ozon. Selanjutnya, para siswa mengikuti berbagai kegiatan, seperti penampilan musik dan menyanyi bertema kelestarian lingkungan serta menyaksikan video dokumenter yang membahas lapisan ozon, penyebab kerusakannya, dan dampaknya bagi kehidupan di Bumi.

Tidak hanya mendapatkan pembelajaran secara teori, siswa juga diajak melakukan aksi nyata untuk menjaga lingkungan. Mereka melakukan perawatan tanaman dengan memanfaatkan air bekas cucian beras serta mengumpulkan minyak jelantah yang dibawa dari rumah. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap pengelolaan limbah rumah tangga dan kelestarian lingkungan.
Kegiatan Hari Ozon Sedunia ini diikuti dengan antusias oleh seluruh warga sekolah. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX mengikuti kegiatan dengan persentase kehadiran mencapai 100%. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan orang tua siswa kelas VII hingga IX dengan tingkat partisipasi sebesar 50%. Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan adanya kepedulian dan dukungan bersama terhadap upaya menjaga lingkungan dan melindungi lapisan ozon.
Setelah mengikuti rangkaian kegiatan Hari Ozon Sedunia, peserta didik dan guru melanjutkan pembelajaran di kelas masing-masing. Kegiatan tersebut membuat pembelajaran tentang lingkungan tidak hanya dilakukan melalui materi, tetapi juga melalui pengalaman dan aksi nyata.
Setelah mengikuti rangkaian kegiatan, peserta didik menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Mereka menjadi lebih peduli terhadap limbah rumah tangga dan mulai menerapkan kebiasaan yang lebih ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Hari Ozon Sedunia di SMP Strada Bhakti Utama tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Sekolah berencana melanjutkan pembiasaan membawa dan mengelola limbah rumah tangga, merawat tanaman secara rutin, serta mengintegrasikan edukasi lingkungan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, SMP Strada Bhakti Utama berharap kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi kebiasaan yang terus diterapkan oleh seluruh warga sekolah, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
]]>
Suasana berbeda terasa di lingkungan SMP Strada hari ini. Seluruh siswa tampak antusias mengikuti kegiatan Pemilihan Ketua OSIS atau PEMILOS yang digelar secara langsung dan demokratis. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai demokrasi, tanggung jawab, dan kepemimpinan sejak usia dini. Pemilos kali ini dilaksanakan dengan tata cara yang mirip dengan Pemilu, mulai dari pendaftaran pemilih, pencoblosan, hingga pencelupan jari sebagai tanda sudah memilih. Dari pantauan di lapangan, kegiatan pemilos berjalan tertib dan lancar.
Seorang siswi dengan seragam kuning SMP Strada Bhakti Utama tampak sedang memasukkan surat suara ke dalam bilik suara yang dibuat dari kardus. Proses ini menunjukkan bahwa setiap suara dijaga kerahasiaannya. Sebelum menuju bilik suara, para siswa terlebih dahulu melakukan registrasi di meja panitia. Panitia yang terdiri dari kakak-kakak MPK dengan sigap mengecek data dan membagikan surat suara.
Suasana kesibukan terlihat jelas di meja registrasi PEMILOS. Para panitia yang mengenakan jaket merah dengan penuh semangat melayani teman-temannya satu per satu. Ada yang sedang mengecek daftar nama pemilih, ada yang merapikan tumpukan surat suara, dan ada pula yang dengan teliti menjelaskan tata cara pencoblosan kepada siswa.
Di depan meja, para siswa mengantre dengan tertib. Wajah mereka tampak serius namun juga antusias. Ada yang masih melihat-lihat nama calon di surat suara, ada yang berbisik dengan temannya mendiskusikan siapa yang akan dipilih, dan ada pula yang sudah siap dengan mantap untuk menyalurkan suaranya.
Meja kayu tua yang biasanya dipakai untuk belajar hari ini berubah fungsi menjadi pusat demokrasi mini di sekolah. Tumpukan kertas, pulpen, dan daftar hadir tersusun rapi. Di belakang, terlihat kursi-kursi yang ditumpuk, seolah memberi ruang agar proses demokrasi ini bisa berjalan lancar tanpa gangguan. Pemandangan ini menunjukkan bahwa demokrasi bukan hanya milik orang dewasa. Sejak kecil, siswa SMP Strada Bhakti Utama sudah diajarkan bagaimana menghargai proses, menghargai hak pilih, dan menghargai keputusan bersama. Para panitia MPK pun belajar banyak hal di sini: belajar bertanggung jawab, belajar melayani, dan belajar menjadi teladan bagi teman-temannya.
Inilah bukti nyata bahwa PEMILOS bukan sekadar memilih ketua OSIS. Lebih dari itu, ini adalah panggung pembelajaran karakter. Dari antrean sederhana ini, lahirlah calon-calon pemimpin masa depan yang tahu arti disiplin, tahu arti antri, dan tahu arti menghormati proses.

Seorang panitia dengan teliti memberikan tanda tinta di jari pemilih. Di sampingnya terlihat kotak suara yang sudah siap untuk menampung seluruh aspirasi siswa.
Kegiatan PEMILOS ini diharapkan dapat melahirkan pemimpin OSIS yang amanah, kreatif, dan mampu membawa SMP Strada Bhakti Utama menjadi lebih baik. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bekal penting bagi siswa untuk mema
]]>Dalam menjalankan tugasnya, OSIS dan MPK memiliki struktur kepengurusan yang terorganisasi. OSIS dipimpin oleh Ketua OSIS yang didampingi Wakil Ketua, Sekretaris, dan Bendahara, serta didukung oleh berbagai Seksi Bidang (Sekbid) yang bertanggung jawab merancang dan melaksanakan program sesuai bidangnya masing-masing. Di sisi lain, MPK dipimpin oleh Ketua MPK beserta Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan anggota yang merupakan perwakilan dari setiap kelas. Dengan pembagian tugas yang jelas, setiap pengurus memiliki kesempatan untuk belajar memimpin, bekerja sama, menyampaikan gagasan, serta bertanggung jawab dalam menjalankan amanah yang diberikan. Sebagai organisasi pelaksana, OSIS menghadirkan berbagai program yang bertujuan mengembangkan karakter, kreativitas, dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar. Salah satunya adalah Ruang Aspirasi Siswa, yaitu wadah bagi seluruh siswa untuk menyampaikan ide, saran maupun kritik yang bersifat membangun untuk kemajuan sekolah. Melalui program ini, setiap suara diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pengembangan sekolah yang lebih baik.
Dalam bidang kepedulian lingkungan, OSIS mengusung Green School Movement yang diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti program adiwiyata, hidroponik, bank sampah, pembuatan kompos, serta kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran seluruh ekosistem sekolah untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, OSIS juga menghadirkan Stop Bullying Campaign. Melalui berbagai kegiatan edukatif dan kampanye positif, program ini mengajak seluruh ekosistem sekolah untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, serta bersama-sama mencegah segala bentuk perundungan.
Sebagai wadah pengembangan potensi siswa, OSIS menyelenggarakan Student Talent Expo, yaitu kegiatan yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menampilkan bakat di bidang akademik maupun non-akademik. Selain itu, budaya membaca juga terus ditumbuhkan melalui program Literasi 15 Menit sebelum pembelajaran pada hari tertentu sebagai upaya meningkatkan minat baca dan memperluas wawasan siswa. Sebagai bentuk apresiasi terhadap usaha dan karakter positif siswa, OSIS menghadirkan program Student of The Month. Penghargaan ini diberikan kepada siswa yang menunjukkan prestasi, kedisiplinan, tanggung jawab, serta sikap yang dapat menjadi teladan bagi teman-temannya. Di era digital, penyebaran informasi sekolah juga didukung melalui program OSIS Digital, yaitu media publikasi yang menyajikan informasi kegiatan, dokumentasi, serta berbagai konten edukatif melalui media sosial sekolah agar komunikasi dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.
Di sisi lain, MPK menjalankan berbagai program yang berfokus pada penguatan partisipasi siswa dan peningkatan kualitas organisasi. Melalui Forum Aspirasi, MPK menyediakan ruang komunikasi antara siswa dengan pengurus untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun usulan yang berkaitan dengan kehidupan sekolah. Aspirasi yang diterima akan dibahas dan disampaikan kepada pihak terkait sebagai bentuk representasi suara siswa. Sebagai lembaga yang menjalankan fungsi pengawasan, MPK melaksanakan program Monitoring dan Evaluasi (MONEV) terhadap pelaksanaan program kerja OSIS. Kegiatan ini bertujuan memastikan setiap program berjalan sesuai dengan perencanaan, sekaligus memberikan masukan yang bersifat membangun agar kegiatan yang diselenggarakan semakin efektif dan memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah.
MPK juga menghadirkan program MPK Fact Check sebagai upaya membangun budaya komunikasi yang sehat. Melalui program ini, informasi yang beredar di lingkungan sekolah akan diklarifikasi bersama pihak terkait sehingga dapat meminimalkan kesalahpahaman maupun penyebaran informasi yang tidak benar. Dengan demikian, tercipta lingkungan sekolah yang lebih terbuka, jujur, dan saling menghargai. Sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat kebersamaan, MPK menyelenggarakan MPK Award. Program ini memberikan penghargaan kepada kelas maupun siswa dalam berbagai kategori, seperti kelas terbersih, kelas terkompak, dan kategori inspiratif lainnya. Penghargaan tersebut diharapkan dapat memotivasi seluruh warga sekolah untuk terus menumbuhkan budaya positif dalam kehidupan sehari-hari.
Sejalan dengan perkembangan teknologi, MPK juga menghadirkan Kotak Saran Digital yang dapat diakses melalui QR Code atau Google Form. Program ini memudahkan siswa dalam menyampaikan kritik, saran, maupun masukan kepada sekolah secara praktis sehingga komunikasi dapat berlangsung lebih terbuka, cepat, dan efektif. Melalui berbagai program kerja yang telah dirancang, OSIS dan MPK diharapkan menjadi wadah dan sarana bagi siswa untuk belajar memimpin, berorganisasi, menyampaikan aspirasi, mengembangkan kreativitas, karakter serta meningkatkan rasa persaudaraan berdasarkan sikap saling menghargai dan saling menghormati . Dengan semangat kolaborasi, integritas, dan pelayanan, seluruh pengurus berkomitmen memberikan kontribusi terbaik demi mewujudkan SMP Strada Bhakti Utama sebagai sekolah yang aktif, inspiratif, berprestasi, dan menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh warga sekolah.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) memiliki banyak sekali manfaat positif bagi peserta didik baru, antara lain membantu mereka bersosialisasi dengan teman, guru, dan karyawan, beradaptasi dengan lingkungan sekolah, menumbuhkan rasa percaya diri, serta membangun interaksi positif dengan warga sekolah. Namun MPLS juga dapat memiliki dampak negatif jika tidak dikelola dengan baik, seperti gangguan kesehatan mental peserta didik akibat perundungan, serta menimbulkan stress akibat kelelahan fisik atau tugas yang berlebihan. Maka dari itu, panitia OSIS/MPK bersama para guru mengelola dan mengatur MPLS dengan semaksimal dan sebaik mungkin demi kenyamanan bersama.
Sebelum pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), seluruh peserta didik baru SMP Strada Bhakti Utama mengikuti kegiatan Pra MPLS. Pada kegiatan ini, peserta didik baru memperoleh informasi seputar kegiatan MPLS di hari yang akan mendatang, seperti perlengkapan yang harus dibawa, pembagian kelompok, serta tata tertib yang harus dijalani selama kegiatan MPLS. Peserta juga diarahkan untuk membuat nametag sesuai dengan kelompok masing-masing sebagai identitas diri dan kelompok, menjaga kerapihan rambut, memakai seragam sesuai dengan ketentuan, serta membawa bekal makan sehat. Melalui kegiatan Pra MPLS ini, peserta didik baru diharapkan dapat disiplin dan bertanggung jawab dengan tata tertib selama kegiatan penuh MPLS.
MPLS hari pertama pada Tanggal 13 Juli 2026 diawali dengan registrasi dan pengecekan kehadiran peserta di Aula Biru. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti Apel Pembukaan Tahun Ajaran 2026/2027 yang dilaksanakan di lapangan basket dan lapangan upacara bersama dengan peserta Sekolah Dasar (SD). Selanjutnya peserta didik baru SMP Strada Bhakti Utama kembali ke Aula Biru untuk melihat Prosesi Penyematan Atribut Sekolah oleh 2 perwakilan siswa yang dilakukan oleh kepala sekolah SMP Strada Bhakti Utama FX. Erlian Cahyadi, S.Pd., M.M.
Selanjutnya peserta mengisi biodata dan potensi diri melalui Google Form sebagai langkah awal yang bertujuan agar peserta dapat mengenal karakter dan kemampuan dirinya. Setelah waktu istirahat selesai, peserta menerima materi mengenai Spiritualitas Maria Della Strada, visi dan misi SMP Strada Bhakti Utama, serta Mars Strada yang disampaikan oleh bapak Erlian. Setelah itu, dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai profil lulusan, kurikulum sekolah, dan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Menjelang akhir kegiatan, peserta mengikuti dinamika kelompok bertema “Kepedulian” yang dipandu oleh pengurus OSIS/MPK. Kegiatan MPLS ditutup dengan refleksi dan operasi semut.
MPLS hari kedua pada Tanggal 14 Juli 2026 diawali dengan registrasi peserta dan dilanjutkan pembiasaan doa pagi serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Strada. Suasana semakin semangat karena dilanjutkan dengan kegiatan dinamika kelompok dengan tema “Disiplin” yang dipimpin oleh pengurus OSIS/MPK.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Miss. Desi mengenai kegiatan pembiasaan yang dilakukan di SMP Strada Bhakti Utama. Setelah itu, peserta diberi waktu istirahat untuk memakan bekal sehat yang dibawa. Selanjutnya adalah kegiatan penyampaian materi mengenai tata tertib sekolah oleh Bu Erny, serta cara belajar efektif dan motivasi belajar oleh Bu Vero. Setelah pembawaan materi, peserta diberikan waktu istirahat kembali, dan setelah itu melaksanakan kegiatan dinamika kelompok dan ice breaking dengan tema “Pelayanan” yang dpimpin oleh pengurus OSIS/MPK. Kegiatan MPLS hari kedua ditutup dengan menulis refleksi dan operasi semut.
MPLS hari ketiga pada Tanggal 15 Juli 2026 sekaligus hari terakhir MPLS seperti biasa diawali dengan registrasi peserta dan dilanjutkan dengan pembiasaan doa pagi, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Strada yang dipimpin oleh Pembina OSIS. Selanjutnya penyampaian materi mengenai 5 Nilai Dasar Perkumpulan Strada oleh Pak Gunadi, dan Pengamalan Nilai-nilai Pancasila oleh Pak Wisnu. Setelah itu peserta diberi waktu istirahat untuk memakan bekal sehat yang sudah dibawa. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi kembali mengenai Lingkungan Sekolah Inklusif, Aman dan Ramah Anak yang dibawakan oleh Pak Dhimas. Setelah itu, peserta mengikuti dinamika kelompok bertema “Kejujuran” untuk memperkuat nilai karakter melalui berbagai aktivitas bersama.
Sebagai penutup seluruh rangkaian MPLS, peserta melaksanakan Aksi Nyata (Komitmen Siswa) sebagai bentuk kesungguhan dalam menerapkan nilai-nilai yang telah dipelajari selama MPLS. Kegiatan diakhiri dengan pengumuman pembagian kelas VII, refleksi bersama, operasi semut, dan doa penutup. Seluruh rangkaian MPLS SMP Strada Bhakti Utama Tahun Ajaran 20262027 berlangsung dengan lancar dan penuh semnagat. Melalui berbagai materi, dinamika kelompok, refleksi, serta pembiasaan positif, peserta didik baru memperoleh bekal untuk mengenal lingkungan sekolah, memahami budaya dan nilai-nilai Strada, serta membangun sikap disiplin, peduli, jujur dan bertanggung jawab. Diharapkan pengalaman selama MPLS menjadi langkah awal bagi seluruh peserta didik untuk tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan siap menjalani proses belajar di SMP Strada Bhakti Utama.
]]>Aktivitas dimulai dengan murid-murid kelas 8 yang menyiapkan peralatan dan bahan guna memulai proses penanaman sayuran hidroponik. Hidroponik merupakan teknik pertanian yang menggunakan air serta larutan nutrisi sebagai media tumbuh pengganti tanah. Tujuan utama dari hidroponik adalah untuk mengurangi penggunaan lahan, memaksimalkan efisiensi air, mempercepat pertumbuhan tanaman, menghindari penggunaan pestisida kimia, dan menghasilkan kualitas yang lebih baik. Pada kesempatan ini, murid-murid bertugas untuk menanam sayuran pakcoy dan sawi.
Pakcoy dan sawi dipilih sebagai fokus utama untuk penanaman kali ini karena kedua jenis sayuran ini memiliki waktu panen yang sangat singkat serta sistem akar yang dangkal, sehingga sangat efektif dalam menyerap air kaya nutrisi. Metodologi hidroponik yang diimplementasikan oleh sekolah adalah DFT. DFT (Deep Flow Technique) merupakan teknik penanaman tanpa penggunaan tanah, di mana akar tanaman berada dalam larutan nutrisi setinggi sekitar 3–5 cm yang terus dialirkan dengan lembut. Selain itu, perlengkapan yang diperlukan adalah Rockwool dan Netpot, di mana siswa harus memotong Rockwool dengan ukuran yang tepat, lalu membasahinya dan menanam benih ke dalam Rockwool yang telah dibor sedikit, selanjutnya Rockwool yang sudah berisi benih dimasukkan ke dalam Netpot dengan catatan ukuran Rockwool tidak boleh melebihi ukuran Netpot supaya dapat diletakkan dengan mudah. Aktivitas ini bisa memberikan manfaat bagi siswa sebagai media pembelajaran praktis serta berkontribusi pada terciptanya lingkungan sekolah yang lebih hijau dan bersih, oleh karena itu sekolah memilihnya sebagai fokus utama dalam kegiatan kokurikuler kelas 8 kali ini.
Kegiatan kokurikuler merujuk pada aktivitas pembelajaran yang dilakukan di luar waktu kelas, dimana tujuannya adalah untuk memperkuat, memperdalam, atau memperkaya bahan ajar intrakurikuler, demi pengembangan karakter serta kompetensi siswa. Salah satu keuntungan utama dari kegiatan kokurikuler adalah memperkuat, mendalami, dan memperkaya pemahaman akan materi pelajaran intrakurikuler melalui pengalaman belajar yang nyata dan relevan. Selain itu, kegiatan kokurikuler juga memberikan pengalaman langsung yang membantu siswa mengaitkan pelajaran yang mereka terima di sekolah dengan keadaan di dunia nyata.
Siswa-siswi melaksanakan aktivitas dengan penuh kesabaran dan baik. Beberapa hari kemudian, beberapa tunas dalam rockwool mulai terlihat. Ini menandakan bahwa tunas telah siap untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu proses pengairan. Melalui proses ini, tanaman yang ditanam akan mengalami pertumbuhan yang lebih cepat.
Dengan demikian, praktik hidroponik ini terbukti sebagai alat pembelajaran yang menyenangkan dan efektif bagi semua peserta didik. Proses pemeliharaan tanaman secara rutin telah menciptakan kedisiplinan dan rasa tanggung jawab yang kuat di dalam diri mereka. Di samping itu, kemampuan bertani tanpa menggunakan tanah ini memberikan dorongan nyata untuk memanfaatkan ruang terbatas di rumah masing-masing. Aktivitas ini juga menjadi awal yang positif untuk membentuk generasi muda yang lebih peduli terhadap keberlangsungan lingkungan.
]]>
Kegiatan sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap kebersihan lingkungan serta membangun kebiasaan membuang dan memilah sampah sesuai dengan jenisnya. Dalam penyampaian materi, narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup menjelaskan berbagai jenis sampah, seperti sampah organik dan anorganik, serta cara yang tepat dalam memilah sampah.
Para siswa juga diberikan contoh mengenai sampah yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka diajak untuk memahami bahwa pemilahan sampah sejak dari sumbernya dapat membantu proses pengelolaan sampah dan mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan.
Sosialisasi berlangsung dengan suasana yang interaktif dan mendapat antusiasme dari para siswa. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di rumah dan lingkungan sekitar.
Selain mendapatkan materi, para siswa juga diajak untuk memahami pentingnya mengurangi penggunaan barang sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari. Narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup menekankan bahwa menjaga lingkungan tidak harus dimulai dari hal besar, tetapi dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana, seperti membawa botol minum sendiri, menggunakan kembali barang yang masih layak pakai, serta membuang sampah pada tempatnya.
Diharapkan setelah mengikuti kegiatan sosialisasi ini, para siswa SMP Strada Bhakti Utama dapat menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya dalam menerapkan kebiasaan memilah sampah. Kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak dini agar tercipta generasi yang lebih bertanggung jawab terhadap kebersihan dan kelestarian bumi. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian SMP Strada Bhakti Utama terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Dengan adanya edukasi dari Dinas Lingkungan Hidup, diharapkan seluruh warga sekolah semakin sadar akan pentingnya pemilahan sampah dan ikut berperan dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
]]>

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah membawa air cucian beras dari rumah. Air tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menyiram tanaman di sekitar lingkungan sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi siswa agar mampu memanfaatkan kembali air bekas sehingga tidak terbuang percuma serta memberikan manfaat bagi lingkungan.
Selain kegiatan di sekolah, para siswa juga diminta untuk melakukan praktik serupa di rumah masing-masing pada hari Sabtu atau Minggu. Siswa menyiram tanaman menggunakan air cucian beras dan mendokumentasikan kegiatan tersebut dalam bentuk foto atau video. Selanjutnya, dokumentasi tersebut dikumpulkan melalui Google Drive sebagai bentuk laporan partisipasi.
Tidak hanya itu, siswa juga diberikan tugas untuk membuat poster digital atau video yang berkaitan dengan Hari Air Sedunia. Karya yang dihasilkan diharapkan dapat menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga ketersediaan air serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Melalui kegiatan ini, SMP Strada Bhakti Utama berharap seluruh siswa dapat mengembangkan sikap peduli terhadap lingkungan, khususnya dalam menjaga dan menghemat penggunaan air. Peringatan Hari Air Sedunia ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran bersama demi keberlanjutan sumber daya air di masa depan.
By Arka Irgiyanto
]]>

Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh masih tingginya permasalahan sampah di berbagai wilayah Indonesia. Kurangnya kesadaran dalam memilah dan mengelola sampah sering menyebabkan pencemaran lingkungan, banjir, serta gangguan kesehatan. Oleh karena itu, sekolah berupaya menanamkan budaya bersih dan disiplin dalam pengelolaan sampah sejak dini.

Mengusung tema “Sekolah Bersih, Lingkungan Asri, Generasi Peduli”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membiasakan siswa memilah sampah dengan benar serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Acara diawali dengan pelaksanaan upacara bendera pada pagi hari. Setelah upacara selesai, kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional secara resmi dibuka oleh pihak sekolah sebagai bentuk komitmen dalam membangun karakter peduli lingkungan.

Selanjutnya, siswa mengikuti sesi edukasi dan sosialisasi pemilahan sampah yang disampaikan oleh Zefanya dan Gogo. Dalam sesi ini dijelaskan mengenai perbedaan sampah organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), serta pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.

Setelah sesi edukasi, seluruh siswa dan guru melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah. Kegiatan meliputi pembersihan taman vertikal, ruang kelas, halaman sekolah, serta penataan ulang tempat pilah sampah di kantin agar lebih tertib dan mudah digunakan

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aktivitas kreatif berupa pembuatan kolase bermotif batik dari sampah kertas dan plastik. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa sampah dapat dimanfaatkan kembali menjadi karya seni yang bernilai dan bermanfaat.

Sebagai bentuk komitmen dalam mengurangi sampah plastik, sekolah juga melaksanakan Gerakan Bawa Tumbler dan Bekal Sendiri. Seluruh siswa dan guru membawa botol minum serta kotak makan dari rumah guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Pada akhir kegiatan, dilaksanakan sesi refleksi yang dipimpin oleh salah satu guru. Dalam sesi tersebut, siswa menyampaikan pengalaman dan kesan mereka selama mengikuti kegiatan serta menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan setiap hari.

Secara keseluruhan, kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional ini memberikan dampak positif bagi seluruh warga sekolah. Lingkungan menjadi lebih bersih dan tertata, kesadaran siswa meningkat, serta terbentuk komitmen bersama untuk menjadikan budaya peduli lingkungan sebagai kebiasaan sehari-hari.
Ditulis: Arka Argianto
]]>
Kebiasaan hidup manusia tak akan pernah terlepas dari adanya bantuan lingkungan sekitar. Lingkungan yang bersih, segar, dan sehat juga pasti akan berpengaruh pada suasana yang dihasilkan. Lingkungan yang segar pastinya bersumber dari tumbuhan dan pepohonan yang menyediakan oksigen untuk kita. Oleh karena itu, pentingnya apresiasi kita pada pepohonan dan tumbuhan yang selalu memberikan kesegaran dan ketenangan ketika menjalankan aktivitas. Dari sinilah tercetusnya gerakan hari sejuta pohon.

Apa itu gerakan hari sejuta pohon? Gerakan hari sejuta pohon adalah kampanye lingkungan untuk mendorong penanaman pohon secara massal guna meningkatkan kesadaran akan kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak pemanasan global yang di peringati setiap tanggal 10 Januari. Gerakan tersebut memiliki tujuan utama yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pohon untuk kelestarian lingkungan, menjaga keseimbangan ekosistem, dan mengatasi pemanasan global. Adapun terbentuknya gerakan tersebut dikarenakan ada rasa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Sejarah singkat tentang pengesahan gerakan hari pohon berawal dari tergeraknya hati Presiden Soeharto untuk menyadarkan masyarakat akan kelestarian lingkungan, yang pada akhirnya keputusan tersebut menjadi sebuah gerakan yaitu gerakan hari sejuta pohon dan disahkan pada 10 Januari 1993. Diharapkan gerakan ini dapat mendorong masyarakat untuk menanam dan merawat pohon, bukan sekadar peringatan simbolis, demi menjaga keberlanjutan bumi. Ketika gerakan ini dapat dilaksanakan dengan baik akan menghasilkan berbagai manfaat seperti penyediaan oksigen, penyimpanan karbon, konservasi tanah dan air, pencegahan banjir, serta menurunkan suhu udara sebesar 5 – 8°C.

Aksi atau program-program yang terlaksanakan ketika hari sejuta pohon sangat beragam antara lain menanam pohon di lingkungan sekitar, penanaman serentak atau penghijauan hutan, penanaman Mangrove, perawatan pohon, kampanye di media sosial, dan donasi lingkungan. Aksi ini bukan hanya diperuntukkan bagi pemerintah saja, tetapi seluruh masyarakat juga diajak bekerja sama dalam gerakan hari sejuta pohon ini. Gerakan ini pun berlaku pada berbagai macam elemen masyarakat baik itu perkantoran, pemukiman penduduk, apartemen, dan bahkan sekolah pun turut berkontribusi dalam peringatan gerakan hari sejuta pohon ini. Salah satu contoh kontribusi dari sekolah yaitu gerakan hari sejuta pohon yang diadakan oleh SMP Strada Bhakti Utama.

SMP Strada Bhakti Utama memperingati gerakan hari sejuta pohon sebagai bentuk apresiasi pada lingkungan sekitar yang telah menyediakan udara segar dan manfaat bagi kita. Dengan melakukan reboisasi tanaman, menanam tanaman ulang, menyiram tanaman, memberi pupuk. Tak hanya menanam tapi SMP Strada Bhakti Utama juga melakukan aktivitas kerja bakti untuk membersihkan lingkungan sekitar. Saling membantu menjaga lingkungan sekitar.
Kerja bakti yang dilaksanakan tak hanya sebagai bentuk apresiasi terhadap tumbuhan, tapi warga SMP Strada Bhakti Utama juga memikirkan bagaimana cara kita untuk memanfaatkan barang di sekitar kita yang sudah tidak terpakai menjadi lebih efektif, terutama sampah plastik. Kreativitas terbentuk ketika kita mau mencoba sesuatu dan menuangkan ide-ide kita terhadap sesuatu yang akan kita lakukan. Oleh karena itu warga SMP Strada Bhakti Utama memanfaatkan kreativitas setiap siswa dengan cara mengubah sampah galon plastik menjadi pot siap pakai yang setiap potnya memiliki motif dengan maknanya tersendiri. Dengan ini rasa kepedulian, kesadaran, serta kreativitas kita, tertuang dalam suatu aksi kepedulian.

Dengan adanya hari sejuta pohon dan aksi yang dilakukan oleh SMP Strada Bhakti Utama, manfaat yang dituai sangat beragam. Tak hanya mendapatkan hasil lingkungan yang segar, bersih, dan sehat, aksi ini dapat meningkatkan kebersamaan dan kehangatan warga SMP Strada Bhakti Utama di kegiatannya. Saling bantu membantu dalam setiap proses penanaman pohon, tertawa gembira bersama teman-teman menikmati serunya kegiatan ini, dan rasa empati yang tercipta ketika kita membantu teman-teman kita dalam gerakan sejuta pohon ini. Dengan adanya aksi ini kita dapat saling memupuk rasa persaudaraan kita, kebersamaan, serta rasa kepedulian kita terhadap lingkungan sekitar.
Gerakan hari sejuta pohon ini memiliki banyak manfaat bukan hanya bagi lingkungan sekitar tapi kita secara pribadi juga dapat merasakannya. Lingkungan merupakan tempat kita berkembang dan bertumbuh, dan di dalamnya terdapat faktor yang mempengaruhi contohnya adalah tanaman atau tumbuhan. Dari tanaman atau tumbuhan yang terjaga dengan baik, kita dapat merasakan hasil kerja keras alam yang dapat kita manfaatkan, baik dengan dikonsumsi atau diproduksi kembali. Sungguh luar biasa karya Tuhan sehingga kita dapat merasakan hasil alam yang luar biasa oleh karena itu, kita harus mengapresiasi alam yang telah menyediakan bagi kita kekayaan dan kelimpahan yang dapat kita rasakan. Dengan terlaksananya gerakan hari sejuta pohon di sekolah, diharapkan para siswa tak hanya mendapatkan ilmu tetapi juga memahami seberapa pentingnya pohon atau tumbuhan di dalam kehidupan kita, agar terciptanya ekosistem yang seimbang, sehat, serta terjaga. Oleh karena itu, mari kita menghargai dan bersyukur atas alam yang sudah menyediakan banyak manfaat bagi kehidupan kita, mari kita bersama melaksanakan gerakan hari sejuta pohon dengan cara yang baik, benar, dan berkesinambungan. Untuk video rekap nya dapat dilihat dilink ini https://www.instagram.com/reel/DTc_Agtk9gS/?igsh=MTR1ODQyMWxscnZueA== .Our action in celebrating One Million Trees 

Planting Day by preserving our nature 
. Let’s do small things to love our earth
.