Dalam kajiannya, Ustadz Maududi Abdullah, Lc. mengawali pembahasan dengan menjelaskan bahwa agama Islam merupakan agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Seluruh ibadah dan syariat yang Allah Ta’ala tetapkan memiliki hikmah dan kesesuaian dengan kebutuhan manusia.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيْهَا
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.”
(QS. Ar-Rum: 30)
Dalam kesempatan tersebut, jamaah juga diingatkan tentang hakikat perjalanan hidup manusia. Setiap pergantian hari pada hakikatnya berarti berkurangnya usia dan semakin dekatnya manusia kepada kematian.
Setelah kehidupan dunia berakhir, manusia akan memasuki alam Barzakh sebagai pemisah antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Karena itu, seorang muslim hendaknya memahami bahwa kehidupan dunia bukanlah tujuan akhir dari perjalanan.
Ustadz Maududi Abdullah, Lc. menjelaskan bahwa manusia memang hidup dan beraktivitas di dunia, namun bukan untuk menjadikan dunia sebagai tujuan utama.
Allah Ta’ala berfirman:
وَلَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَٰعٌ إِلَىٰ حِينٍ
“Dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.”
(QS. Al-Baqarah: 36)
Dunia merupakan tempat persinggahan yang memiliki batas waktu. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya menjadikan akhirat sebagai tujuan dan menjadikan kehidupan dunia sebagai sarana untuk mempersiapkan bekal menuju kehidupan yang kekal.
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pernah berkata:
“Dunia telah pergi menjauh, dan akhirat telah datang mendekat. Masing-masing dari keduanya memiliki anak atau pengikut. Maka jadilah kalian anak-anak akhirat dan janganlah kalian menjadi anak-anak dunia. Sesungguhnya hari ini adalah waktu untuk beramal tanpa hisab, sedangkan besok adalah waktu untuk hisab tanpa amal.”
Cinta terhadap dunia dan berbagai kenikmatannya merupakan sesuatu yang dekat dengan hati manusia. Harta, keluarga, kedudukan, dan berbagai bentuk kesenangan duniawi memiliki daya tarik yang besar.
Namun, Islam tidak mengajarkan manusia untuk meninggalkan seluruh kenikmatan dunia. Harta dan berbagai nikmat yang Allah berikan dapat menjadi sarana menuju kebaikan apabila diperoleh dan digunakan dengan cara yang benar.
Terdapat dua pertanyaan penting yang harus dipertanggungjawabkan manusia berkaitan dengan harta yang dimilikinya:
Seorang muslim diperintahkan untuk mencari kebahagiaan akhirat melalui nikmat yang telah Allah berikan kepadanya, tanpa melupakan bagian yang halal dari kehidupan dunia.
Allah Ta’ala berfirman:
وَٱبْتَغِ فِيمَآ ءَاتَاكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْأخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi.”
(QS. Al-Qasas: 77)
Allah juga menegaskan bahwa kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal dibandingkan kehidupan dunia.
Dalam kajian tersebut disampaikan bahwa Allah Ta’ala memuji hamba-hamba-Nya yang menjadikan akhirat sebagai tujuan. Kecintaan kepada akhirat akan mendorong seseorang untuk beramal dengan ikhlas serta mengharapkan balasan dari Allah semata.
Hal tersebut sebagaimana tergambar dalam firman Allah Ta’ala pada Surah Al-Insan ayat 9 hingga 11, tentang orang-orang yang memberikan makanan kepada orang lain semata-mata karena mengharapkan keridhaan Allah dan tidak mengharapkan balasan ataupun ucapan terima kasih.
Allah Ta’ala kemudian menjanjikan perlindungan dari kesulitan pada hari akhirat serta memberikan kejernihan wajah dan kegembiraan kepada mereka.
Salah satu contoh kecintaan kepada akhirat juga terlihat dalam kisah sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma. Ketika sedang sakit dan memiliki keinginan untuk memakan anggur, beliau justru memilih memberikan anggur yang dibelinya kepada orang-orang yang membutuhkan.
Peristiwa tersebut terulang hingga beberapa kali, menunjukkan betapa besar keinginan beliau untuk mendahulukan kepentingan orang lain dan mengharapkan balasan dari Allah Ta’ala.
Ustadz Maududi Abdullah, Lc. juga mengingatkan bahwa kecintaan kepada dunia dan kecintaan kepada akhirat tidak dapat memiliki kedudukan yang sama dalam hati. Salah satunya akan lebih dominan.
Banyak manusia lebih memilih dunia karena kenikmatannya dapat dilihat dan dirasakan secara langsung. Namun, Allah Ta’ala mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
Allah Ta’ala berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.”
(QS. Ali Imran: 185)
Karena itu, seorang muslim perlu terus mendidik hati agar tidak menjadikan dunia sebagai sesuatu yang terlalu besar.
Salah satu cara untuk menumbuhkan kecintaan kepada akhirat adalah dengan melatih diri untuk memandang kenikmatan dunia sebagai sesuatu yang sementara dan kecil dibandingkan dengan kenikmatan akhirat.
Allah Ta’ala berfirman:
قُلْ مَتَٰعُ ٱلدُّنْيَا قَلِيلٌ وَٱلْءَاخِرَةُ خَيْرٌ لِّمَنِ ٱتَّقَىٰ
“Katakanlah: Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa.”
(QS. An-Nisa: 77)
Jamaah juga diajak untuk mengambil pelajaran dari kisah Qarun. Ketika Qarun keluar dengan kemegahan dan kekayaannya, sebagian manusia yang menginginkan kehidupan dunia merasa kagum dan berharap memiliki kekayaan seperti dirinya.
Namun, Allah Ta’ala justru memuji orang-orang yang memiliki ilmu dan memahami bahwa pahala Allah jauh lebih baik daripada seluruh kemegahan dunia.
Karena itu, seorang muslim hendaknya tidak terus-menerus melihat kepada kenikmatan dunia yang dimiliki oleh orang lain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan agar dalam urusan dunia, seseorang melihat kepada mereka yang berada di bawahnya agar tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan.
Melalui Tabligh Akbar ini, jamaah diingatkan kembali bahwa kehidupan dunia merupakan perjalanan yang sangat singkat, sedangkan kehidupan akhirat adalah tempat kembali yang kekal.
Harta, kedudukan, keluarga, dan berbagai kenikmatan dunia bukanlah sesuatu yang harus ditinggalkan. Namun, semuanya harus ditempatkan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala dan mempersiapkan bekal menuju negeri akhirat.
Semoga nasihat yang disampaikan dalam Tabligh Akbar bersama Ustadz Maududi Abdullah, Lc. menjadi pengingat bagi seluruh jamaah untuk senantiasa memperbaiki niat, memperbanyak amal saleh, serta menjadikan akhirat sebagai tujuan utama dalam menjalani kehidupan.
Jadikan dunia sebagai tempat beramal dan akhirat sebagai tujuan. Karena hari ini adalah kesempatan untuk beramal, sedangkan esok adalah waktu untuk mempertanggungjawabkan seluruh amal.


Pembinaan diikuti oleh seluruh unsur civitas yayasan, mulai dari tenaga pendidik hingga karyawan di berbagai unit kerja. Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan siraman nasihat dan motivasi yang menekankan pentingnya keikhlasan, amanah, serta profesionalisme dalam menjalankan setiap tugas sebagai bagian dari ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Melalui pembinaan ini, Yayasan Assunnah Cirebon berharap setiap civitas mampu memperbarui niat, meningkatkan kualitas pelayanan, dan menjaga semangat kolaborasi demi tercapainya visi yayasan dalam menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas.
Tahun ajaran baru bukan hanya menjadi awal bagi para peserta didik, tetapi juga menjadi titik awal bagi seluruh tenaga pendidik dan karyawan untuk kembali mengemban amanah pendidikan.
Nasihat yang disampaikan dalam pembinaan mengingatkan bahwa setiap peran, sekecil apa pun, memiliki kontribusi besar dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai pemahaman salafus shalih.
Momentum ini sekaligus menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah antarcivitas, sehingga tercipta sinergi yang semakin baik dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik, orang tua, dan masyarakat.
Selain sesi pembinaan, kegiatan juga diisi dengan kuis interaktif yang disambut antusias oleh para peserta. Berbagai pertanyaan seputar materi pembinaan diajukan, dan peserta yang berhasil menjawab dengan benar mendapatkan hadiah menarik.
Suasana yang hangat dan penuh kebersamaan membuat kegiatan berlangsung dengan penuh semangat. Tidak hanya menjadi sarana menambah wawasan, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan Yayasan Assunnah Cirebon.
Dengan terselenggaranya Pembinaan Umum Karyawan ini, diharapkan seluruh civitas Yayasan Assunnah Cirebon semakin siap menjalankan amanah di tahun ajaran yang baru dengan semangat melayani, meningkatkan kualitas diri, serta terus memberikan kontribusi terbaik bagi pendidikan dan dakwah.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan kemudahan, keberkahan, serta keistiqamahan kepada seluruh civitas Yayasan Assunnah Cirebon dalam menjalankan setiap amanah yang diemban.


CIREBON (assunnahcirebon.com) – Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti Aula Masjid Jami Assunnah Cirebon dalam kegiatan Pelepasan Siswa-Siswi Kelas VI SDIT Assunnah Cirebon. Momen istimewa ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan enam tahun para siswa dalam menempuh pendidikan di jenjang sekolah dasar sekaligus menjadi awal langkah menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Alhamdulillahirabbil’alamin, dengan penuh rasa syukur, keluarga besar SDIT Assunnah Cirebon mengucapkan barakallahu fiikum kepada seluruh siswa dan siswi kelas VI yang telah berhasil menyelesaikan masa belajarnya. Perjalanan yang telah dilalui bukan hanya tentang menyelesaikan kurikulum akademik, tetapi juga tentang membangun karakter Islami, membiasakan adab yang baik, serta menanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an.
Selama enam tahun, para siswa mendapatkan pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Islam. Mereka dibimbing untuk tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, disiplin, bertanggung jawab, serta mencintai Al-Qur’an melalui berbagai program pembelajaran dan pembinaan.
Selain mengikuti kegiatan belajar di kelas, para siswa juga menjalani berbagai aktivitas yang mendukung pembentukan karakter, pengembangan bakat, serta pembiasaan ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Semua proses tersebut menjadi bekal berharga dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Prosesi pelepasan berlangsung dengan khidmat. Wajah-wajah bahagia bercampur haru terlihat dari para siswa, guru, dan orang tua yang hadir. Bagi para siswa, hari itu menjadi penutup dari perjalanan panjang di SDIT Assunnah sekaligus awal dari babak baru dalam menuntut ilmu.
Momen ini juga menjadi kesempatan untuk mengenang berbagai pengalaman, kebersamaan, dan perjuangan yang telah dilalui selama belajar di sekolah. Senyum, pelukan, dan doa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari prosesi pelepasan tersebut.
Keberhasilan para siswa tentu tidak terlepas dari peran besar para asatidz dan asatidzah yang telah mendidik dengan penuh kesabaran, keikhlasan, dan kasih sayang. Setiap ilmu yang diajarkan serta setiap nasihat yang diberikan menjadi bekal berharga bagi para siswa dalam menjalani kehidupan.
Ucapan terima kasih dan penghargaan juga disampaikan kepada seluruh ayah dan bunda yang senantiasa mendampingi, mendoakan, serta memberikan dukungan terbaik kepada putra-putrinya selama menempuh pendidikan di SDIT Assunnah Cirebon. Sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam membentuk generasi yang berilmu dan berakhlak.
Berakhirnya pendidikan di sekolah dasar bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Semoga seluruh lulusan SDIT Assunnah Cirebon senantiasa menjaga semangat menuntut ilmu, mempertahankan akhlak yang mulia, serta terus mengamalkan nilai-nilai Islam di mana pun mereka berada.
Lebih dari itu, semoga hafalan Al-Qur’an yang telah dibangun selama di bangku sekolah terus dijaga dan ditingkatkan, sehingga menjadi cahaya yang menerangi kehidupan mereka di dunia maupun di akhirat.
Keluarga besar SDIT Assunnah Cirebon mendoakan semoga seluruh alumni diberikan kemudahan dalam melanjutkan pendidikan, dikaruniai ilmu yang bermanfaat, menjadi generasi Qurani yang membanggakan agama dan bangsa, serta menjadi amal jariyah bagi kedua orang tua dan para guru.
Barakallahu fiikum. Selamat menempuh perjalanan baru. Teruslah belajar, teruslah berkarya, dan jadilah generasi Qurani yang memberikan manfaat bagi umat.


Upaya tersebut diwujudkan melalui pengadaan armada ambulans baru yang dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada awal Juni 2026. Kehadiran armada ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan kesehatan dan kemanusiaan yang selama ini dijalankan oleh yayasan.
Pengadaan ambulans ini mulai diinisiasi pada pertengahan Mei 2026. Setelah melalui proses pengerjaan selama kurang lebih tiga pekan, kendaraan tersebut kini telah menyelesaikan tahap akhir karoseri khusus medis guna memastikan seluruh fasilitas di dalamnya memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan bagi pasien.
Menariknya, seluruh proses pengadaan ambulans ini didanai sepenuhnya dari amanah para donatur yang mempercayakan hartanya melalui Yayasan Assunnah Cirebon.
“Terima kasih sebesar-besarnya atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada kami. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Jazaakumullahu khairan,” ujar Ketua Yayasan Assunnah Cirebon, Ustadz Muksin, Lc.
Beliau menambahkan bahwa kehadiran ambulans baru ini merupakan wujud nyata kepedulian umat dalam membantu sesama yang membutuhkan.
Pihak yayasan menjelaskan bahwa penambahan armada ambulans dilatarbelakangi oleh tingginya permintaan layanan dari masyarakat selama beberapa tahun terakhir. Dengan keterbatasan armada yang tersedia sebelumnya, yayasan kerap menghadapi kendala ketika harus melayani beberapa permintaan secara bersamaan.
Melalui hadirnya unit ambulans baru ini, diharapkan waktu respons (response time) dapat semakin cepat, baik untuk kebutuhan penjemputan pasien dalam kondisi darurat maupun layanan pengantaran jenazah.
Untuk menunjang operasional, Yayasan Assunnah Cirebon telah menyiapkan tim khusus yang terdiri dari pengemudi berpengalaman serta layanan panggilan darurat (call center) yang siap melayani masyarakat selama 24 jam.
Masyarakat yang membutuhkan layanan ambulans nantinya cukup menghubungi nomor layanan sosial yayasan dengan melampirkan bukti kebutuhan medis atau surat keterangan kematian. Setelah verifikasi dilakukan, ambulans akan segera diberangkatkan ke lokasi tanpa prosedur yang berbelit-belit.

Hadirnya armada baru ini juga membawa amanah besar untuk menjaga dan mengoptimalkan manfaatnya bagi masyarakat. Sebelumnya, pada tahun 2021, Yayasan Assunnah Cirebon telah lebih dahulu mengoperasikan layanan ambulans pertamanya yang hingga kini terus melayani kebutuhan warga.
“Kami berharap semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan kemudahan kepada kami dalam menunaikan amanah ini,” lanjut Ustadz Muksin, Lc.
Melalui program ini, Yayasan Assunnah Cirebon mengajak kaum muslimin untuk terus berpartisipasi dalam merawat dan mendukung aset umat yang bermanfaat bagi banyak orang. Setiap kontribusi yang diberikan insya Allah akan menjadi pahala jariyah yang terus mengalir, seiring berputarnya roda ambulans dalam membantu dan menolong sesama.
Peduli Sesama, Raih Pahala Bersama.
Peduli Bersama Assunnah Peduli.
Tiga tahun perjalanan penuh perjuangan, ilmu, dan pembinaan diri di bawah naungan Yayasan Assunnah Cirebon kini mengantarkan kalian menuju gerbang masa depan yang baru. Bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk melangkah lebih jauh, membawa ilmu, adab, dan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Terima kasih kepada para asatidzah, guru, dan orang tua yang senantiasa membersamai dengan doa, kesabaran, serta bimbingan tanpa lelah hingga sampai pada titik ini. Fondasi terbaik memang jarang dibangun dengan cara instan. Bahkan mie saja perlu direbus dulu. Manusia ternyata lebih rumit dari itu.
Untuk seluruh santri/siswa kelas XII, selamat melanjutkan perjuangan ke jenjang yang lebih tinggi.
Jaga almamater, jaga iman, dan teruslah bertumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi umat.
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)
Aula Masjid Jami Assunnah Cirebon





Semoga setiap ilmu yang telah dipelajari menjadi cahaya dalam kehidupan, setiap langkah dimudahkan oleh Allah Ta’ala, serta seluruh ananda diberikan istiqamah di atas kebaikan dan ketaatan.
Jazakumullāhu khairan kepada seluruh asatidz, wali murid, panitia, dan semua pihak yang telah membersamai serta berkontribusi dalam terselenggaranya acara ini. Manusia berkumpul, berpelukan, lalu berpisah lagi demi masa depan. Tradisi yang emosional sekali untuk makhluk yang hidupnya sibuk mengejar deadline dan kuota internet.
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)


Kegiatan ini diikuti oleh santri kelas XI MA Assunnah Kota Cirebon dan dirancang tidak hanya sebatas penyampaian teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan.
Pelatihan dilaksanakan di Elsyifa Aqiqah, sebuah tempat yang memungkinkan para santri untuk melihat secara langsung proses penyembelihan hewan. Di lokasi ini, para peserta mendapatkan pengalaman nyata mengenai tahapan penyembelihan, mulai dari persiapan hingga proses akhir.
Pendekatan praktik ini bertujuan agar para santri tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki keterampilan dasar dalam melakukan penyembelihan sesuai tuntunan syariat.
Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah memberikan pemahaman tentang standar fiqih penyembelihan, sehingga daging yang dihasilkan benar-benar memenuhi kriteria halal dan thayyib.
Para santri dikenalkan dengan aspek-aspek penting seperti:
Dengan pemahaman ini, diharapkan para santri mampu menjadi bagian dari masyarakat yang menjaga kualitas ibadah qurban sesuai tuntunan Islam.
Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Alinsan Amrun, Lc, yang juga merupakan Kepala Sekolah MA Assunnah, sebagai pemateri utama. Selain berpengalaman di bidang pendidikan, beliau juga merupakan praktisi dalam penyembelihan hewan qurban.
Dalam sesi praktik, Ustadz Alinsan membimbing langsung para santri untuk mengenali titik penyembelihan yang tepat sesuai dengan kaidah syariat. Pendampingan ini menjadi bagian penting agar pemahaman yang diperoleh tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif.
Melalui kegiatan Edukasi Qurbani ini, Yayasan Assunnah Cirebon berharap para santri dapat memiliki bekal ilmu dan keterampilan yang bermanfaat ketika terjun ke masyarakat, khususnya dalam pelaksanaan ibadah qurban.
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter santri agar lebih peduli, bertanggung jawab, dan memahami nilai ibadah secara utuh.


Di sebuah sudut kehidupan yang mungkin tak selalu terlihat oleh banyak mata, berdiri sebuah tempat sederhana yang menyimpan harapan besar. Tempat di mana langkah-langkah kecil anak-anak dimulai, dan masa depan perlahan dibentuk dengan penuh kesabaran.
Tempat itu adalah Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Assunnah, yang telah berdiri sejak tahun 1995.
Di sinilah, anak-anak mulai mengenal dunia. Bukan dengan tekanan atau paksaan, tetapi dengan pendekatan yang lembut dan penuh cinta. Seperti fajar yang perlahan menghapus gelap malam, proses belajar di TKIT Assunnah berlangsung secara alami dan menenangkan.
Setiap pagi, suasana sekolah dipenuhi dengan tawa ceria anak-anak.
Ada tangan-tangan kecil yang mulai belajar menggenggam huruf demi huruf.
Ada mata-mata jernih yang mulai memahami makna doa.
Dan ada hati-hati polos yang sedang ditanamkan nilai iman, akhlak, serta kasih sayang.
Di TKIT Assunnah, guru bukan hanya menyampaikan materi pelajaran. Mereka hadir sebagai sosok yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak.
Mereka adalah pelukan hangat ketika anak merasa takut.
Mereka adalah kesabaran yang sering tidak terlihat.
Dan mereka adalah doa-doa yang terus dipanjatkan, bahkan dalam diam.
Peran ini menjadikan proses pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter sejak dini.
Perjalanan pendidikan anak tidak berjalan sendiri. Orang tua memiliki peran penting sebagai mitra dalam mendidik.
Di TKIT Assunnah, orang tua dan guru berjalan berdampingan, saling mendukung dalam membimbing anak. Amanah besar berupa pendidikan anak dijaga bersama, dengan harapan kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang shalih dan berakhlak mulia.
TKIT Assunnah bukan hanya tempat belajar membaca dan menulis. Di sini, Al-Qur’an dikenalkan sejak dini, bukan sekadar sebagai hafalan, tetapi sebagai pedoman hidup.
Nilai-nilai yang ditanamkan diharapkan menjadi cahaya yang akan menuntun langkah anak-anak hingga mereka dewasa.
Setiap kata yang diucapkan anak-anak, setiap doa yang mereka hafalkan, dan setiap tawa yang terdengar di lingkungan sekolah adalah bagian dari proses tumbuhnya masa depan.
Karena pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang apa yang diajarkan, tetapi tentang apa yang ditanamkan di dalam hati.
Dan di TKIT Assunnah, yang ditanam bukan sekadar ilmu…
melainkan iman, cinta, dan harapan.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada tanggal 11–12 Maret 2026, dan dilaksanakan di Laboratorium Komputer SDIT Assunnah. Melalui kegiatan ini, para siswa dilatih untuk menghadapi suasana ujian secara lebih siap, baik dari sisi teknis maupun mental.
Gladi tes ini menjadi sarana penting untuk mengukur kesiapan akademik siswa, sekaligus memberikan pengalaman kepada mereka dalam mengerjakan soal dengan sistem yang telah disiapkan oleh sekolah. Dengan demikian, para siswa dapat lebih terbiasa menghadapi proses evaluasi pembelajaran secara tertib dan terarah.
Menariknya, kegiatan ini dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan, saat para siswa juga sedang menjalankan ibadah puasa. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi semangat para siswa dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Dengan sikap disiplin dan kesungguhan, mereka tetap mengikuti gladi tes dengan baik hingga selesai.
Pihak sekolah berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal yang baik dalam mempersiapkan siswa menghadapi ujian yang sesungguhnya, sekaligus melatih mereka untuk tetap berusaha dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, bahkan di tengah kondisi berpuasa.
Semoga melalui kegiatan ini, para siswa SDIT Assunnah terus berkembang menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu meraih berbagai prestasi di masa yang akan datang.

Dalam kegiatan Tasmi’, para karyawan menyetorkan hafalan Al-Qur’an kepada rekan sesama karyawan sesuai dengan juz yang sedang mereka hafalkan. Metode ini tidak hanya membantu menjaga kualitas hafalan, tetapi juga membangun semangat saling mengingatkan dan mendukung dalam kebaikan.
Pada Senin, 9 Maret 2026, kegiatan Tasmi’ kembali dilaksanakan dengan penuh semangat. Untuk peserta ikhwan, kegiatan berlangsung di Masjid Jami’ Assunnah, sedangkan peserta akhwat melaksanakan Tasmi’ di Mushalla Akhwat.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat namun tetap hangat. Para peserta menyimak hafalan satu sama lain dengan penuh perhatian, memastikan bacaan tetap terjaga dari sisi tajwid maupun kelancarannya. Momen ini menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an bukan hanya dipelajari oleh para santri, tetapi juga dijaga oleh seluruh elemen yang berada di lingkungan yayasan.
Setelah rangkaian Tasmi’ selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan karyawan yang dilaksanakan di Masjid Jami’ Assunnah. Dalam sesi ini disampaikan taushiyah pembinaan sebagai penguatan ruhiyah bagi seluruh karyawan agar tetap istiqamah dalam menjalankan amanah dakwah dan pendidikan.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan pula buka puasa bersama, dilanjutkan dengan pembagian parsel serta Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para karyawan. Momen ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus mempererat ukhuwah di antara seluruh keluarga besar Yayasan Assunnah Cirebon.

Semoga kegiatan seperti ini terus menjadi sarana untuk menjaga kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menjalankan amanah dakwah.
Jazaakumullahu khairan wa baaraka fikum.
]]>