The post Texas Ubah Kurikulum Pendidikan Agama, Islam Disebut Radikal dan Kristen Disorot Positif first appeared on BeritaSekolah.com.
]]>Keputusan itu diambil setelah Dewan Pendidikan Texas mendengarkan kesaksian dari ratusan orang dalam sidang yang berlangsung selama berjam-jam pada Jumat pekan lalu. Dewan yang mayoritas anggotanya berasal dari Partai Republik tersebut kemudian melakukan pemungutan suara dan menyetujui perubahan kurikulum dengan hasil 8 suara mendukung dan 4 suara menolak.
Perubahan tersebut diperkirakan akan memengaruhi sekitar lima juta siswa di Texas. Penerapan materi baru dijadwalkan mulai tahun ajaran 2030-2031, bersamaan dengan penggunaan buku-buku pelajaran yang diperbarui secara bertahap.
Baca Juga : Sekolah Lansia “Omega” Resmi Diluncurkan di Desa Fadoro Gunungsitoli Idanoi
Dalam materi yang disetujui, siswa akan diarahkan untuk membaca sejumlah kutipan dari Alkitab serta mempelajari berbagai aspek positif dari ajaran dan sejarah Kekristenan.
Sebaliknya, pembahasan mengenai sejarah awal Islam akan memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah isu kontroversial, termasuk perbudakan dan penawanan perempuan. Kampanye militer yang berlangsung pada periode awal Islam juga akan disebut sebagai tindakan yang “kejam”.
Menurut laporan Fox 4 Dallas-Fort Worth, istilah serupa tidak diterapkan dalam pembahasan mengenai peperangan yang dilakukan oleh pihak Kristen.
Materi tentang serangan 11 September 2001 juga akan dikaitkan dengan konsep “Islam radikal”. Serangan yang dilakukan oleh para pembajak pesawat, sebagian besar berasal dari Arab Saudi dan terkait dengan jaringan al-Qaeda tersebut, akan diajarkan terutama dari perspektif radikalisme Islam.
Pendekatan tersebut mendapat sorotan karena dinilai menyederhanakan latar belakang peristiwa dengan tidak memberikan pembahasan yang cukup mengenai faktor politik dan konteks sejarah yang melatarbelakanginya.
Keputusan Dewan Pendidikan Texas langsung mendapat kritik dari sejumlah pihak. Salman Bhojani, anggota legislatif Muslim di Texas, menyatakan bahwa pendidikan sejarah seharusnya memberikan gambaran yang menyeluruh dan tidak memilih bagian sejarah tertentu untuk ditonjolkan.
“Sejarah yang dipilih-pilih bukanlah pendidikan,” tulis Bhojani melalui platform X menjelang pemungutan suara.
Ia menilai para siswa di Texas berhak memperoleh materi sejarah yang akurat, lengkap, serta disampaikan secara adil.
Penolakan juga disuarakan oleh Council on American-Islamic Relations (CAIR), organisasi hak-hak sipil Muslim terbesar di Amerika Serikat.
CAIR menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak pengajaran mengenai sejarah agama di sekolah. Menurut organisasi tersebut, sejarah Islam maupun agama lain tetap dapat diajarkan selama penyampaiannya dilakukan secara objektif.
Yang menjadi persoalan, menurut CAIR, adalah apabila sekolah negeri mengharuskan guru dan siswa memberikan penekanan yang merendahkan agama tertentu.
CAIR juga mempertanyakan standar yang digunakan dalam kurikulum tersebut. Organisasi itu menyebut bahwa jika prinsip yang sama diterapkan terhadap agama Kristen, berbagai peristiwa kontroversial dalam sejarah Kristen juga dapat dengan mudah digunakan untuk memberikan gambaran negatif terhadap agama tersebut.
Senator Texas dari Partai Republik, Ted Cruz, justru memberikan dukungan terhadap perubahan tersebut. Cruz yang dikenal memiliki pandangan keras terhadap isu Islam mengatakan melalui unggahan di X bahwa siswa di Texas berhak mengetahui apa yang ia sebut sebagai “kebenaran tentang Islam”.
Perdebatan ini kemudian bersinggungan dengan prinsip konstitusional Amerika Serikat yang tidak menetapkan agama resmi negara. Konstitusi AS juga mengatur pemisahan antara institusi keagamaan dan pemerintahan.
Karena itu, perubahan kurikulum tersebut mendapat perhatian lebih luas karena menyangkut batas antara pendidikan sejarah agama dengan penyampaian pandangan keagamaan tertentu di sekolah negeri.
Kontroversi kurikulum ini muncul di tengah sejumlah kebijakan Gubernur Texas Greg Abbott yang mendapat kritik dari kelompok masyarakat Muslim.
Salah satu kebijakan terbaru berkaitan dengan fasilitas tempat wudu di Bandara Internasional Dallas-Fort Worth (DFW). Pada bulan sebelumnya, bandara tersebut membatalkan rencana pembangunan fasilitas wudu yang ditujukan bagi penumpang Muslim sebelum menjalani pemeriksaan keamanan di terminal internasional.
Pembatalan tersebut terjadi setelah Abbott mengancam akan menahan dana hibah negara bagian bagi bandara yang menjalankan proyek serupa.
Pengelolaan fasilitas bandara di Amerika Serikat memiliki pembagian kewenangan antara pemerintah negara bagian dan pemerintah federal. Area sebelum pemeriksaan keamanan yang dapat diakses masyarakat umumnya berada dalam pengelolaan pemerintah setempat, sedangkan area setelah pemeriksaan keamanan diperuntukkan bagi penumpang dan berada di bawah kewenangan federal.
Kebijakan Abbott terhadap komunitas Muslim juga sebelumnya terlihat dalam polemik pembangunan kawasan perumahan Muslim di sekitar Dallas.
Pada tahun sebelumnya, Abbott meminta dilakukan penyelidikan federal terhadap proyek tersebut. Dalam sebuah unggahan di X, ia menegaskan bahwa hukum Syariah tidak berlaku di Texas.
Pernyataan tersebut muncul setelah Amy Mekelburg, seorang aktivis sayap kanan yang dikenal karena penyebaran informasi anti-Muslim, menyebut proyek tersebut sebagai “Kota Syariah”.
Proyek yang sebelumnya dikenal sebagai East Plano Islamic Community dan kini bernama The Meadow itu dirancang memiliki sekitar 1.000 unit rumah. Kawasan tersebut juga direncanakan dilengkapi masjid dan sekolah.
Pihak pengembang kemudian memenangkan perkara di pengadilan. Pada Mei, seorang hakim Texas memutuskan bahwa pemerintah negara bagian harus menghormati kontrak yang sebelumnya telah disepakati dengan pihak pengembang Muslim.
Kontroversi lainnya muncul ketika Greg Abbott menetapkan CAIR dan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris asing sekaligus organisasi kriminal transnasional.
Melalui kebijakan tersebut, kedua organisasi tersebut dilarang melakukan pembelian atau memperoleh tanah di Texas. Abbott juga memberikan kewenangan kepada jaksa agung negara bagian untuk mengambil langkah hukum terhadap organisasi yang masuk dalam daftar tersebut.
CAIR sendiri membantah tuduhan yang ditujukan kepadanya.
Sementara itu, Ikhwanul Muslimin atau Muslim Brotherhood bukan merupakan organisasi yang berbasis di Amerika Serikat dan tidak memiliki satu kantor pusat resmi yang menjadi markas global organisasi tersebut.
Perubahan kurikulum pendidikan di Texas kini menjadi bagian terbaru dari perdebatan mengenai bagaimana sejarah agama, khususnya Islam dan Kristen, seharusnya diajarkan di sekolah negeri. Kritik utama terhadap kebijakan tersebut berpusat pada kekhawatiran bahwa materi pendidikan dapat menjadi tidak seimbang apabila satu agama lebih banyak dikaitkan dengan sisi negatif dibandingkan agama lainnya.
![]()
The post Texas Ubah Kurikulum Pendidikan Agama, Islam Disebut Radikal dan Kristen Disorot Positif first appeared on BeritaSekolah.com.
]]>The post Sekolah Lansia Omega di Fadoro Gunungsitoli Resmi Dibuka, Fokus pada Kemandirian dan Kesehatan Lansia first appeared on BeritaSekolah.com.
]]>Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen Pretty Oc. Tel., S.Th dan Fati Telaumbanua, S.Th turut hadir dan mendukung pelaksanaan program yang ditujukan bagi kelompok lanjut usia tersebut.
Sekolah Lansia “Omega” direncanakan berlangsung selama enam bulan. Kegiatan pembelajaran dijadwalkan mulai memasuki pelaksanaan pada minggu ketiga September 2026.
Salah satu materi yang akan diberikan dalam program tersebut adalah Dimensi Spiritual. Materi ini nantinya akan difasilitasi oleh Penyuluh Agama Kristen sebagai bagian dari upaya mendukung pembinaan kehidupan spiritual para peserta lansia.
Baca Juga : Transformasi Pendidikan di Era AI, Peran Sekolah Semakin Penting bagi Siswa
Acara launching Sekolah Lansia “Omega” juga dihadiri oleh perwakilan Dinas P5A Gunungsitoli bersama tim, Camat Gunungsitoli Idanoi yang diwakili, Kepala UPTD Puskesmas Tolamaera beserta jajaran, Penjabat Kepala Desa Fadoro dan perangkat desa, para kader kesehatan, serta peserta Sekolah Lansia.
Program Sekolah Lansia ini dirancang sebagai wadah pembelajaran sekaligus pembinaan bagi masyarakat lanjut usia. Kehadirannya diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup lansia sehingga mereka tetap sehat, aktif, mandiri, produktif, dan memiliki ketahanan dalam menjalani kehidupan di usia lanjut.
Tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, program tersebut juga memberikan perhatian terhadap kehidupan sosial dan spiritual para lansia. Dengan demikian, peserta diharapkan tetap dapat berperan secara positif di tengah keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Melalui Sekolah Lansia “Omega”, para lansia di Desa Fadoro diharapkan mampu menjalani masa tua dengan lebih bermakna serta tetap menjadi pribadi yang memberikan manfaat dan menjadi berkat bagi keluarga, lingkungan sekitar, dan masyarakat.
![]()
The post Sekolah Lansia Omega di Fadoro Gunungsitoli Resmi Dibuka, Fokus pada Kemandirian dan Kesehatan Lansia first appeared on BeritaSekolah.com.
]]>The post Sekolah di Era AI: Mengapa Pendidikan Karakter Tetap Tak Bisa Digantikan Teknologi? first appeared on BeritaSekolah.com.
]]>Hal tersebut menjadi salah satu topik penting dalam Seminar 100 Tahun Kolese Kanisius yang berlangsung pada 26 dan 27 Agustus lalu. Perkembangan AI kemudian memunculkan sebuah pertanyaan yang semakin relevan bagi dunia pendidikan: jika AI mampu memberikan informasi dan jawaban dalam waktu singkat, apakah siswa masih membutuhkan sekolah?
Pertanyaan tersebut tentu tidak bisa dijawab hanya dengan melihat kemampuan teknologi dalam menyediakan informasi. Sebab, fungsi sekolah sebenarnya jauh lebih luas daripada sekadar tempat memperoleh materi pelajaran.
Baca Juga : Perbaikan Sekolah Pascabencana Dipercepat, Tito Nilai Swakelola Efektif
Jika sekolah hanya dipandang sebagai tempat untuk menghafal materi, mengerjakan soal, atau mencari informasi, perkembangan AI memang dapat membuat peran tersebut menjadi semakin terbatas.
Saat ini, siswa dapat menggunakan AI untuk mencari penjelasan mengenai berbagai topik, mendapatkan contoh soal, merangkum materi, bahkan membantu memahami konsep yang sulit. Teknologi tersebut tentu dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran.
Namun, pendidikan bukan hanya tentang seberapa cepat seseorang memperoleh jawaban. Proses ketika seseorang berusaha menemukan jawaban juga merupakan bagian penting dari pembelajaran.
Ada sejumlah alasan mengapa penggunaan AI dalam pendidikan tetap membutuhkan sikap kritis.
Kemudahan yang ditawarkan AI terkadang membuat seseorang tergoda memilih jalan tercepat ketika menghadapi kesulitan. Ketika mendapatkan tugas yang rumit, misalnya, siswa dapat langsung memasukkan pertanyaan ke dalam AI dan memperoleh jawaban dalam hitungan detik.
Cara tersebut memang menghemat waktu. Akan tetapi, jika dilakukan terus-menerus tanpa proses berpikir sendiri, siswa dapat kehilangan kesempatan untuk belajar menghadapi kesulitan.
Padahal, kemampuan berpikir kritis tidak muncul secara instan. Kemampuan tersebut berkembang ketika seseorang mencoba memahami persoalan, membuat kesalahan, mencari alternatif penyelesaian, dan akhirnya menemukan solusi.
Proses menghadapi kesulitan juga membentuk daya juang atau competence. Seseorang belajar untuk tidak mudah menyerah ketika jawabannya belum ditemukan. Karena itu, pendidikan tetap membutuhkan proses yang terkadang terasa sulit, melelahkan, dan membutuhkan kesabaran.
AI seharusnya digunakan sebagai alat pendukung, bukan sebagai pengganti seluruh proses berpikir siswa.
Selain kemampuan akademik, sekolah memiliki tugas penting dalam membentuk karakter dan moral peserta didik.
Hal ini menjadi sesuatu yang tidak mudah digantikan oleh teknologi. AI dapat memproses informasi, mengenali pola, dan menghasilkan jawaban berdasarkan data yang tersedia. Namun, pembentukan nurani membutuhkan pengalaman manusia secara langsung.
Kemampuan untuk memahami perasaan orang lain, mempertimbangkan dampak sebuah keputusan, serta menentukan tindakan yang benar membutuhkan pengalaman, empati, dan refleksi.
Karena itu, ketika siswa menggunakan AI untuk membuat seluruh refleksi pribadi atau menentukan apakah suatu tindakan benar dan salah, ada risiko munculnya kebiasaan menyerahkan proses penilaian moral kepada teknologi.
Padahal, conscience atau kesadaran hati nurani justru berkembang melalui pengalaman nyata dan interaksi dengan orang lain.
Kehadiran AI bukan berarti sekolah menjadi tidak diperlukan. Sebaliknya, perkembangan teknologi justru menjadi momentum bagi institusi pendidikan untuk memperkuat fungsi yang tidak dapat dilakukan oleh mesin.
Sekolah tidak perlu berusaha mengalahkan AI dalam hal kecepatan memberikan informasi. Sekolah harus menghadirkan sesuatu yang lebih penting, yaitu ruang untuk membentuk manusia yang mampu berpikir, berinteraksi, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab.
Di lingkungan sekolah, siswa tidak hanya belajar dari buku atau layar komputer. Mereka juga belajar bekerja sama, berdiskusi, menghargai perbedaan, menyelesaikan konflik, serta membantu orang lain.
Nilai seperti compassion atau kepedulian tidak cukup hanya dipahami melalui teori. Nilai tersebut berkembang ketika seseorang benar-benar bertemu, mendengarkan, dan membantu orang lain secara langsung.
Begitu pula dengan commitment atau komitmen. Sikap tersebut terbentuk melalui pengalaman menjalankan tanggung jawab dan mempertahankan pilihan meskipun menghadapi berbagai tantangan.
Di tengah semakin berkembangnya teknologi AI, posisi guru justru memiliki nilai yang semakin penting.
Guru bukan hanya seseorang yang menyampaikan materi pelajaran. Guru juga berperan sebagai pendamping yang memahami perkembangan peserta didik secara menyeluruh.
Interaksi antara guru dan siswa memungkinkan adanya perhatian yang bersifat personal atau cura personalis, yaitu kepedulian terhadap perkembangan seseorang sebagai manusia, bukan hanya sebagai peserta didik.
Hal tersebut menjadi sesuatu yang tidak dapat sepenuhnya diberikan oleh sebuah algoritma.
Guru dapat melihat perubahan sikap siswa, memahami kesulitan yang sedang dihadapi, memberikan dorongan ketika siswa kehilangan semangat, serta membantu siswa memahami konsekuensi dari pilihan yang mereka ambil.
Interaksi langsung seperti inilah yang membuat pendidikan memiliki dimensi kemanusiaan.
Kecerdasan buatan akan terus berkembang dan kemungkinan besar semakin banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan.
Karena itu, yang dibutuhkan bukanlah menolak keberadaan AI, melainkan mengajarkan siswa bagaimana menggunakan teknologi tersebut secara bijak dan bertanggung jawab.
AI dapat digunakan untuk membantu mencari informasi, memahami materi, mengeksplorasi ide, dan mendukung proses belajar. Namun, siswa tetap perlu melakukan verifikasi, berpikir secara mandiri, dan memahami materi yang dipelajari.
Pada akhirnya, sekolah di era AI tetap memiliki peran yang sangat penting. Sekolah bukan sekadar tempat mendapatkan pengetahuan, tetapi juga ruang untuk belajar menjadi manusia yang memiliki kemampuan berpikir kritis, daya juang, empati, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama.
Teknologi dapat membantu manusia memperoleh jawaban dengan lebih cepat. Namun, pendidikan memiliki tugas yang jauh lebih besar, yaitu membantu manusia memahami bagaimana menggunakan pengetahuan tersebut dengan bijaksana dan untuk tujuan yang baik.
Dengan demikian, AI seharusnya tidak dipandang sebagai pengganti sekolah maupun guru. AI adalah teknologi yang dapat membantu proses pendidikan, sementara sekolah tetap menjadi tempat penting untuk membangun karakter dan mempersiapkan manusia menghadapi kehidupan nyata.
![]()
The post Sekolah di Era AI: Mengapa Pendidikan Karakter Tetap Tak Bisa Digantikan Teknologi? first appeared on BeritaSekolah.com.
]]>The post Swakelola Dinilai Percepat Pemulihan Sekolah Terdampak Bencana di Tapanuli Tengah first appeared on BeritaSekolah.com.
]]>Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung proses rehabilitasi SMP Negeri 1 Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Kamis.
Dalam kunjungannya, Tito melihat pelaksanaan perbaikan sekolah yang dilakukan dengan sistem swakelola. Ia menilai pengelolaan pekerjaan oleh pihak sekolah berjalan dengan baik dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Tito juga memberikan apresiasi kepada kepala sekolah yang terlibat langsung dalam proses pemulihan fasilitas pendidikan setelah mengalami kerusakan akibat bencana.
Baca Juga : Pendidikan di Ambon, Pemkot Minta Sekolah Fasilitasi Potensi Siswa Akademik dan Nonakademik
Menurut Tito, sistem swakelola memungkinkan pihak sekolah menyesuaikan penggunaan anggaran dengan kebutuhan rehabilitasi yang paling mendesak. Dengan demikian, proses perbaikan fasilitas dapat dilakukan secara lebih fleksibel berdasarkan kondisi bangunan.
SMP Negeri 1 Tukka menjadi salah satu sekolah yang mendapat perhatian dalam program pemulihan karena sebelumnya mengalami kerusakan akibat material lumpur yang masuk dan merendam sejumlah bagian sekolah.
Dampak bencana tersebut membuat beberapa fasilitas mengalami kerusakan, termasuk ruang kelas, aula, plafon, serta sejumlah ruangan pendukung kegiatan belajar mengajar.
Perbaikan kemudian dilakukan secara bertahap terhadap beberapa fasilitas utama, seperti ruang kelas, aula, ruang guru, dan ruang praktik. Pemulihan ini diharapkan dapat membantu sekolah kembali menjalankan kegiatan pendidikan dengan lebih optimal.
Rehabilitasi SMP Negeri 1 Tukka dilakukan menggunakan anggaran dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dana tersebut disalurkan kepada sekolah untuk mendukung proses pemulihan melalui mekanisme swakelola.
Namun, pemerintah tidak hanya mengandalkan satu metode pengerjaan. Dalam kondisi tertentu, rehabilitasi dapat dilakukan melalui kerja sama dengan TNI ataupun menggunakan jasa penyedia sesuai kebutuhan dan situasi di lapangan.
Tito menegaskan bahwa pemulihan sektor pendidikan tidak dapat dilakukan secara terpisah dari penanganan dampak bencana lainnya.
Menurutnya, rehabilitasi sekolah perlu berjalan beriringan dengan perbaikan rumah masyarakat, saluran air, infrastruktur pengendalian banjir, serta berbagai fasilitas pelayanan dasar yang ikut terdampak.
Satgas PRR akan terus melakukan pemantauan terhadap proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak. Langkah tersebut dilakukan agar pemulihan dapat berjalan secara terkoordinasi dan manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat.
Pemerintah pusat juga telah menyiapkan dukungan anggaran untuk pemulihan sektor pendidikan hingga 2028 melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Program tersebut mencakup sekolah-sekolah yang terdampak bencana, termasuk sejumlah fasilitas pendidikan di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Tito menyebut SMP Negeri 1 Tukka sebagai salah satu sekolah yang masuk dalam daftar prioritas penanganan pemerintah.
Ia menjelaskan bahwa anggaran untuk sektor pendidikan di daerah terdampak telah disiapkan di tingkat pusat. Program rehabilitasi kemudian diarahkan berdasarkan tingkat kebutuhan dan skala prioritas masing-masing daerah.
Dengan adanya dukungan anggaran dan berbagai mekanisme pengerjaan tersebut, pemerintah berharap pemulihan fasilitas pendidikan pascabencana di Tapanuli Tengah dapat berlangsung lebih cepat sehingga siswa dan tenaga pendidik dapat kembali menjalankan kegiatan belajar mengajar dalam kondisi yang lebih layak.
![]()
The post Swakelola Dinilai Percepat Pemulihan Sekolah Terdampak Bencana di Tapanuli Tengah first appeared on BeritaSekolah.com.
]]>The post Pemkot Ambon Dorong Sekolah Beri Ruang Lebih Luas bagi Siswa Kembangkan Potensi first appeared on BeritaSekolah.com.
]]>Asisten II Sekretaris Daerah Kota Ambon, Rustam Simanjuntak, mengatakan pengembangan potensi anak membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Menurutnya, guru memiliki peran dalam membimbing, orang tua memberikan dukungan, sementara sekolah perlu menyediakan lingkungan yang memberi kesempatan bagi siswa untuk berkembang.
“Guru membimbing, orang tua mendukung, sekolah menyediakan ruang, pemerintah memberikan perhatian, dan anak-anak memiliki kemauan untuk belajar serta mengembangkan potensi dirinya,” ujar Rustam di Ambon, Kamis.
Pernyataan tersebut disampaikan Rustam ketika menghadiri kegiatan Gelar Karya yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-37 SD Negeri 75 Passo.
Baca Juga: 1.999 Dapur MBG Ditutup Sementara, BGN Soroti Standar Higiene dan Sanitasi
Rustam menilai perayaan ulang tahun sekolah dan kegiatan Gelar Karya tidak seharusnya hanya menjadi agenda seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan sekolah sekaligus membangun semangat baru dalam mempersiapkan masa depan para peserta didik.
“37 tahun bukanlah waktu yang singkat. Di sepanjang perjalanan tersebut, sekolah ini telah menjadi bagian penting dalam membentuk generasi Kota Ambon,” katanya.
Ia juga menyoroti tema Gelar Karya tahun ini, yakni “Bersama Melangkah, Bersatu dalam Prestasi”. Menurut Rustam, tema tersebut menggambarkan bahwa pencapaian prestasi tidak dapat diwujudkan hanya melalui usaha individu, tetapi membutuhkan kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak.
Pemkot Ambon berharap para siswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik. Mereka juga diharapkan tumbuh sebagai generasi yang mempunyai karakter positif, kreativitas, serta kepedulian terhadap budaya dan bangsa.
Karena itu, Rustam menekankan pentingnya memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berani mencoba berbagai aktivitas, menuangkan kreativitas, tampil di hadapan orang lain, hingga memiliki keberanian untuk menetapkan cita-cita.
“Anak-anak harus diberikan ruang untuk mencoba, berkreasi, berani tampil, dan berani bermimpi. Menurut saya, kegiatan hari ini merupakan salah satu contoh nyata dari upaya tersebut,” tuturnya.
Lebih lanjut, Rustam menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya menciptakan ekosistem yang dapat mendukung perkembangan kemampuan anak. Pengembangan tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan akademik, seni, olahraga, kewirausahaan, hingga pembentukan karakter.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa membentuk generasi yang berkualitas bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah harus berjalan secara beriringan agar anak dapat memperoleh lingkungan yang mendukung pertumbuhan mereka.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Membangun generasi adalah pekerjaan bersama,” kata Rustam.
Kegiatan Gelar Karya dalam rangka HUT ke-37 SD Negeri 75 Passo tersebut turut dihadiri sejumlah pihak, di antaranya Forkopimcam Baguala, Kalak BPBD Kota Ambon, Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Ambon, pengawas sekolah, Penjabat KPN Passo, Kepala Puskesmas Passo, Ketua Majelis Jemaat Passo Anugerah, serta sejumlah kepala sekolah SD dan SMP yang berada di wilayah Kecamatan Baguala.
![]()
The post Pemkot Ambon Dorong Sekolah Beri Ruang Lebih Luas bagi Siswa Kembangkan Potensi first appeared on BeritaSekolah.com.
]]>The post 1.999 Dapur MBG Ditutup Sementara, BGN Soroti Standar Higiene dan Sanitasi first appeared on BeritaSekolah.com.
]]>Baca Juga: Green Education Digagas, Sawah hingga Peternakan Bakal Jadi “Kelas” Baru Siswa
Penutupan dilakukan karena dapur-dapur tersebut belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) kepada dinas kesehatan setempat.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, kebersihan dan sanitasi merupakan persyaratan penting yang harus dipenuhi setiap dapur MBG. Hal tersebut berkaitan langsung dengan keamanan makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat.
Menurutnya, program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga harus memastikan makanan yang disajikan aman dan memenuhi standar kesehatan.
Dapur yang ditutup sementara akan menjalani investigasi dan evaluasi lebih lanjut. BGN akan memastikan aspek higiene, sanitasi, keamanan pangan, serta kualitas gizi sebelum dapur kembali beroperasi.
Kebijakan ini menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan MBG, terutama karena program tersebut menyediakan makanan dalam jumlah besar dan menjangkau penerima manfaat di berbagai daerah.
BGN menegaskan, pemenuhan standar kesehatan menjadi bagian penting untuk menjaga keselamatan penerima manfaat sekaligus memastikan tujuan program Makan Bergizi Gratis dapat tercapai. (*)
![]()
The post 1.999 Dapur MBG Ditutup Sementara, BGN Soroti Standar Higiene dan Sanitasi first appeared on BeritaSekolah.com.
]]>The post Yayang Ruzaldy Bongkar Peluang Green Education: Dari Sekolah ke Green Job first appeared on BeritaSekolah.com.
]]>Pandangan tersebut disampaikan Vice President PT ESG-IN Global Partners Yayang Ruzaldy dalam forum Green Education: Membentuk Generasi Cerdas, Berkarakter, dan Peduli Lingkungan yang digelar ICMI, Koperasi Kencana Dharma Cendekia (KKDC) dan Bank Mega Syariah di Ballroom Menara Mega Syariah, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Baca Juga: Green Education Digagas, Sawah hingga Peternakan Bakal Jadi “Kelas” Baru Siswa
Menurut Yayang, sekolah memiliki posisi strategis untuk menjadi ruang praktik pendidikan lingkungan. Konsep tersebut dapat diwujudkan melalui living green laboratory, yakni sekolah yang menjadikan berbagai aktivitas lingkungan sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Kegiatannya dapat berupa urban farming, pengelolaan sampah, penghijauan, efisiensi penggunaan energi dan air hingga pemanfaatan teknologi digital.
Namun, kata Yayang, aktivitas tersebut perlu memiliki ukuran yang jelas sehingga dampaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
“Green education tidak boleh berhenti pada pengetahuan. Pendidikan harus menghasilkan kesadaran dan tindakan nyata,” ujar Yayang.
Ia mengatakan setiap aktivitas lingkungan di sekolah dapat dicatat, diukur, dievaluasi dan dikembangkan menjadi data mengenai dampak lingkungan, sosial maupun ekonomi.
Pendekatan tersebut juga dinilai penting karena isu lingkungan kini semakin berkaitan dengan perkembangan ekonomi dan kebutuhan tenaga kerja baru.
Yayang menyebut peluang tersebut antara lain muncul melalui green job, green industry, green agriculture, green technology dan green finance.
Dari ekosistem tersebut, pendidikan dapat diarahkan untuk melahirkan green talent, mulai dari green entrepreneur, ahli energi terbarukan, analis data lingkungan, spesialis iklim, profesional ESG, pengembang teknologi hijau hingga profesional green finance.
“Pendidikan harus mampu menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan masa depan,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Green Education juga diarahkan pada konsep living classroom yang memungkinkan siswa belajar langsung dari lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Salah satu proyek percontohan disiapkan di Desa Wanasari, Indramayu, Jawa Barat, dengan mengintegrasikan pembelajaran melalui pertanian, peternakan, perikanan, pengolahan pangan dan aktivitas ekonomi desa.
Bagi Yayang, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan bukan sekadar mengajarkan siswa menjaga alam, tetapi juga mengenalkan peluang inovasi, teknologi dan pekerjaan masa depan.
Kolaborasi sekolah, guru, keluarga, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, koperasi dan berbagai pemangku kepentingan pun dinilai menjadi kunci agar Green Education dapat berkembang menjadi gerakan berkelanjutan. (*)
![]()
The post Yayang Ruzaldy Bongkar Peluang Green Education: Dari Sekolah ke Green Job first appeared on BeritaSekolah.com.
]]>The post Green Education Digagas, Sawah hingga Peternakan Bakal Jadi “Kelas” Baru Siswa first appeared on BeritaSekolah.com.
]]>Gagasan tersebut dibahas dalam forum Green Education: Membentuk Generasi Cerdas, Berkarakter, dan Peduli Lingkungan di Ballroom Menara Mega Syariah, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Baca Juga: Yayang Ruzaldy Bongkar Peluang Green Education: Dari Sekolah ke Green Job
Program ini diarahkan tidak sekadar menjadi kegiatan seminar, tetapi dikembangkan sebagai ekosistem pendidikan berbasis pengalaman. Siswa didorong belajar melalui alam, kegiatan ekstrakurikuler, olahraga, hobi, minat, serta aktivitas pertanian dan lingkungan.
Salah satu gagasan yang diperkenalkan adalah living classroom, yakni pembelajaran langsung di luar ruang kelas. ICMI bersama mitra bahkan menyiapkan proyek percontohan di Desa Wanasari, Indramayu, Jawa Barat.
Ketua Koperasi Pangan Cendekia Indonesia MPP ICMI, Dr. Marwah Daud Ibrahim, mengatakan Green Education merupakan pendidikan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, siswa dapat mempelajari berbagai bidang ilmu melalui proses pangan, mulai dari sawah hingga menjadi makanan di meja.
“Pendidikan sesungguhnya tidak pernah jauh dari kehidupan. Ketika anak berada di tengah sawah, melihat air mengalir, petani bekerja, tanaman tumbuh, serta proses gabah menjadi beras dan akhirnya menjadi nasi, di situlah sesungguhnya pendidikan terjadi,” kata Marwah.
Desa Wanasari nantinya diarahkan menjadi ruang belajar bagi siswa melalui kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, pengolahan pangan, hingga pengenalan pemasaran.
Siswa juga akan mendapat pengalaman seperti menjadi petani sehari, mulai dari menanam, merawat, memanen, mengolah, mengemas hingga memahami proses pemasaran hasil pertanian.
Marwah menilai pendekatan tersebut sekaligus dapat membuka perspektif baru bagi generasi muda mengenai masa depan desa. Teknologi seperti drone, sensor, data, kecerdasan buatan, mesin pertanian, pemasaran digital dan sistem keuangan modern dinilai dapat digunakan untuk meningkatkan nilai tambah sektor pertanian.
Sementara itu, Vice President PT ESG-IN Global Partners Yayang Ruzaldy mengatakan Green Education harus menghasilkan tindakan nyata yang dapat diukur.
Menurutnya, sekolah dapat dikembangkan sebagai living green laboratory melalui urban farming, pengelolaan sampah, efisiensi energi dan air, penghijauan serta pemanfaatan teknologi digital.
“Green education tidak boleh berhenti pada pengetahuan. Pendidikan harus menghasilkan kesadaran dan tindakan nyata,” ujar Yayang.
Ia menyebut perkembangan ekonomi hijau juga membuka peluang lahirnya berbagai profesi baru, seperti green entrepreneur, ahli energi terbarukan, analis data lingkungan, spesialis iklim, profesional ESG, pengembang teknologi hijau hingga profesional green finance.
Program Green Education juga diarahkan memberikan dukungan digital melalui Learning Management System (LMS) gratis bagi sekolah yang terdaftar.
ICMI, KKDC dan Bank Mega Syariah berharap gerakan tersebut dapat berkembang dari proyek percontohan menjadi gerakan yang lebih luas. Indikator keberhasilannya antara lain jumlah siswa yang belajar langsung dengan alam, peningkatan pendapatan petani, produktivitas desa, pengurangan sampah, pemanfaatan aset wakaf secara produktif serta penciptaan lapangan kerja.
Dengan konsep tersebut, desa diharapkan tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, tetapi menjadi bagian penting dari ruang belajar sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi dan inovasi generasi muda. (*)
![]()
The post Green Education Digagas, Sawah hingga Peternakan Bakal Jadi “Kelas” Baru Siswa first appeared on BeritaSekolah.com.
]]>The post Hari Keempat, Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda Masih Belum Ditemukan first appeared on BeritaSekolah.com.
]]>Kelima jurnalis tersebut yakni Muhammad Bagus Khoirunnas dari LKBN ANTARA, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang berstatus freelance. Mereka berada dalam satu rombongan bersama tiga awak kapal.
Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian di sejumlah titik perairan Selat Sunda, termasuk kawasan sekitar Pulau Sebesi dan Gunung Anak Krakatau. Operasi pencarian dilakukan dengan memperluas area penyisiran menggunakan unsur laut dan personel gabungan.
Sebelumnya, tim SAR juga menemukan sebuah jaket pelampung saat melakukan penyisiran. Namun, hingga kini belum dapat dipastikan apakah pelampung tersebut berkaitan dengan rombongan lima jurnalis yang hilang.
Informasi terakhir menyebutkan komunikasi dengan salah satu jurnalis, Muhammad Bagus Khoirunnas, masih sempat terjalin sekitar pukul 16.00 WIB sebelum seluruh rombongan kemudian tidak dapat dihubungi.
Di tengah pencarian yang belum membuahkan hasil, keluarga para jurnalis terus menanti kabar. Salah satu istri jurnalis bahkan ikut turun langsung bersama tim pencari untuk menyusuri kawasan perairan yang menjadi lokasi pencarian.
Kehadiran keluarga di tengah operasi SAR menunjukkan besarnya harapan agar kelima jurnalis dan tiga awak kapal segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Hingga Kamis (10/9/2026), operasi pencarian masih berlangsung. Tim SAR terus berupaya menemukan titik keberadaan rombongan yang hilang kontak tersebut.
Pemerintah dan berbagai unsur terkait juga terus memberikan dukungan terhadap operasi pencarian, sementara keluarga berharap proses pencarian dapat segera menemukan titik terang. (*)
![]()
The post Hari Keempat, Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda Masih Belum Ditemukan first appeared on BeritaSekolah.com.
]]>The post Monas Ditutup Sementara, Pembersihan Badan Tugu Masuk Tahap Intensif first appeared on BeritaSekolah.com.
]]>Informasi mengenai penutupan tersebut disampaikan pengelola melalui akun Instagram resmi Monumen Nasional, @monumen.nasional.
Pengelola menyampaikan bahwa penutupan sementara diperlukan untuk mendukung proses pembersihan badan tugu agar pekerjaan dapat berlangsung secara optimal dan aman.
Selama proses pembersihan berlangsung, masyarakat untuk sementara tidak dapat melakukan kunjungan ke kawasan Monas. Pengunjung juga diimbau memantau informasi resmi pengelola terkait perkembangan proses perawatan dan pembukaan kembali kawasan tersebut.
Monas selama ini tidak hanya menjadi salah satu ikon dan destinasi wisata Jakarta, tetapi juga memiliki fungsi edukasi bagi masyarakat, khususnya pelajar.
Kawasan Monas menjadi salah satu tempat untuk mengenal sejarah perjuangan dan perjalanan bangsa Indonesia. Museum di kawasan Monas juga menjadi ruang pembelajaran sejarah melalui berbagai koleksi, diorama, serta informasi mengenai perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Karena itu, keberadaan Monas memiliki nilai penting sebagai ruang wisata sekaligus sarana edukasi sejarah, kebangsaan, dan pengenalan identitas nasional bagi generasi muda.
Penutupan sementara untuk perawatan diharapkan dapat mendukung terjaganya kondisi Monas sehingga fungsi wisata dan edukasinya dapat terus dimanfaatkan masyarakat setelah kunjungan kembali dibuka. (*)
![]()
The post Monas Ditutup Sementara, Pembersihan Badan Tugu Masuk Tahap Intensif first appeared on BeritaSekolah.com.
]]>