Advertise with Googlier.com Dwi Agustian's Lab https://blogs.unpad.ac.id/dwiagustian About Person, Place, and Time Wed, 25 Mar 2026 04:49:41 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.1.3 Contoh Rencana 8-Minggu IWT https://blogs.unpad.ac.id/dwiagustian/2026/03/25/8-minggu-iwt/ Wed, 25 Mar 2026 04:42:36 +0000 https://blogs.unpad.ac.id/dwiagustian/?p=374 Continue reading "Contoh Rencana 8-Minggu IWT"

]]>
Berikut rencana Interval Walking Training (IWT) 8-minggu siap pakai dengan progresi.

Panduan umum

  • Frekuensi: 3 sesi/minggu (contoh: Senin, Rabu, Jumat).
  • Durasi sesi: termasuk pemanasan dan pendinginan. Total waktu sesi meningkat secara bertahap sesuai rencana.
  • Struktur interval dasar: interval cepat / lambat (default 3:3) atau dimodifikasi pada minggu awal.
  • Target intensitas interval cepat: RPE 6–7/10 (agak berat → berat) atau ~70–85% HRmax. Interval lambat: RPE 2–3/10 (ringan, pemulihan).
  • Pengukuran HRmax kasar: 220 − usia (untuk pedoman saja). Gunakan monitor HR jika ada; kalau tidak, pakai RPE dan kemampuan berbicara (interval cepat: berbicara pendek saja, sulit bernyanyi).
  • Pemanasan: jalan santai 5–10 menit; pendinginan: jalan santai 5–10 menit + peregangan ringan.
  • Keamanan: bila ada riwayat penyakit jantung/risiko, konsultasi dokter dulu. Hentikan latihan jika nyeri dada, pusing hebat, sesak berlebih.

Rencana 8 minggu (3x/minggu)

Minggu 1 (adaptasi)

  • Pemanasan 8 menit jalan ringan.
  • Interval: 1.5 menit cepat / 1.5 menit lambat × 8 siklus (total interval = 24 menit).
  • Pendinginan 7 menit.
  • Total kira‑kira 39 menit.

Minggu 2 (meningkatkan volume)

  • Pemanasan 8 menit.
  • Interval: 2 menit cepat / 2 menit lambat × 8 siklus (total 32 menit).
  • Pendinginan 7 menit.
  • Total ≈ 47 menit.

Minggu 3 (transisi ke protokol standar)

  • Pemanasan 8 menit.
  • Interval: 3 menit cepat / 3 menit lambat × 6 siklus (total 36 menit).
  • Pendinginan 6 menit.
  • Total ≈ 50 menit.

Minggu 4 (stabilisasi)

  • Pemanasan 8 menit.
  • Interval: 3/3 × 7 siklus (total 42 menit).
  • Pendinginan 6 menit.
  • Total ≈ 56 menit.

Minggu 5 (peningkatan intensitas)

  • Pemanasan 8 menit.
  • Interval: 3/3 × 8 siklus (total 48 menit).
  • Pendinginan 7 menit.
  • Total ≈ 63 menit.
  • Pada minggu ini, upayakan meningkatkan kecepatan interval cepat sedikit (jika aman).

Minggu 6 (variasi & pemulihan aktif)

  • Pemanasan 8 menit.
  • Interval: 3/3 × 6 siklus dengan 2 siklus terakhir tambah durasi cepat menjadi 4 menit (3/3 untuk 4 siklus, lalu 4/3 untuk 2 siklus).
  • Pendinginan 7 menit.
  • Tujuan: variasi beban.

Minggu 7 (peningkatan beban)

  • Pemanasan 8 menit.
  • Interval: 4 menit cepat / 3 menit lambat × 7 siklus (total cepat = 28 min, total interval ≈ 49 min).
  • Pendinginan 7 menit.

Minggu 8 (puncak & taper ringan)

  • Pemanasan 8 menit.
  • Interval: 4/3 × 6 siklus (total interval ≈ 42 menit), lakukan dua interval cepat dengan intensitas maksimal aman.
  • Pendinginan 8 menit.
  • Akhiri program dengan evaluasi (mis. catat RPE, jarak, HR rata‑rata).

Variasi & adaptasi

  • Jika peserta sangat pemula: gunakan 1/2 atau 1.5/1.5 lebih lama beberapa minggu sebelum naik ke 2/2.
  • Jika peserta fit tinggi: bisa lakukan 3/2 (cepat/pemulihan) atau menambah jumlah siklus.
  • Alternatif singkat: 30–40 menit total dengan 3/3 × 5–6 siklus untuk mereka dengan keterbatasan waktu.

Monitoring & progresi aman

  • Naikkan beban hanya apabila peserta dapat menyelesaikan sesi tanpa gejala dan RPE interval cepat terasa ≤7.
  • Pertahankan satu minggu lighter (mengurangi durasi/intensitas) setiap 3–4 minggu jika merasa lelah.
  • Catat: HR rata‑rata, RPE, jarak/tempuh per interval, dan gejala.

Contoh petunjuk praktis per sesi (ringkasan)

  1. Pemanasan 8–10 menit jalan santai.
  2. Nyalakan timer: contoh gunakan beep 3 menit → beep 3 menit, ulang sesuai siklus.
  3. Interval cepat: tingkatkan kecepatan sampai RPE ~6–7; interval lambat: pulihkan sampai napas tenang.
  4. Pendinginan 5–10 menit jalan santai + peregangan.

Penutup: Rencana ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas kardiovaskular secara bertahap, aman, dan mudah diaplikasikan.

]]>
Berjalan untuk Kesehatan dengan Interval Walking Training (IWT) https://blogs.unpad.ac.id/dwiagustian/2026/03/25/iwt/ Wed, 25 Mar 2026 04:33:27 +0000 https://blogs.unpad.ac.id/dwiagustian/?p=372 Continue reading "Berjalan untuk Kesehatan dengan Interval Walking Training (IWT)"

]]>
Japanese “interval walking” (sering disebut Interval Walking Training, IWT) adalah program berjalan cepat–lambat berselang yang dikembangkan di Jepang untuk meningkatkan kebugaran aerobik dan kesehatan kardiometabolik. Poin penting:

  • Struktur: siklus berulang berjalan cepat diikuti berjalan lambat sebagai pemulihan. Pola yang umum dipakai adalah 3 menit cepat / 3 menit lambat, diulang total 30–60 menit per sesi.
  • Target intensitas: interval cepat dilakukan pada intensitas sedang–tinggi (sekitar 70–85% HRmax atau usaha yang terasa “sulit” tapi masih bisa dipertahankan selama 3 menit); interval lambat sebagai pemulihan ringan.
  • Frekuensi & durasi: biasa dilakukan 3–5 kali per minggu; manfaat terlihat setelah beberapa minggu hingga bulan latihan teratur.
  • Pemantauan: bisa menggunakan monitor detak jantung, kadensi langkah, atau skala RPE (perceived exertion) untuk mengatur intensitas; alat sederhana seperti timer atau audio cue juga efektif.
  • Bukti & manfaat: studi menunjukkan IWT meningkatkan kapasitas aerobik (VO2peak), memperbaiki regulasi glukosa dan sensitivitas insulin, menurunkan tekanan darah, serta memperbaiki komposisi tubuh dan fungsi fisik — seringkali memberi manfaat lebih besar dibanding berjalan kontinu dengan durasi total yang sama.
  • Keunggulan praktis: biaya rendah, mudah diakses (cukup berjalan), dapat diadaptasi untuk orang tua atau mereka dengan kondisi kebugaran terbatas, dan cenderung lebih mudah dipatuhi daripada protokol intensitas sangat tinggi.
  • Pertimbangan keselamatan: lakukan skrining risiko kardiovaskular pada orang tua atau yang memiliki penyakit jantung; mulai dengan durasi atau intensitas lebih rendah lalu tingkatkan secara bertahap; hentikan dan cari pertolongan jika muncul nyeri dada, sesak napas hebat, pusing, atau pingsan.

Berikut link untuk rencana dalam 8 pekan:

Contoh Rencana 8-Minggu IWT

]]>
Predictive versus Explanatory Modeling https://blogs.unpad.ac.id/dwiagustian/2025/10/04/predictive-versus-explanatory-modeling/ Sat, 04 Oct 2025 00:16:54 +0000 https://blogs.unpad.ac.id/dwiagustian/?p=360 Continue reading "Predictive versus Explanatory Modeling"

]]>
The Discourse on Predictive versus Explanatory model on Stunting for Early and Targeted Prevention Program.

Recently we just wrote our work on building a prediction model for stunting in children using machine learning approach. For those who familiar with, the analytical methodology that developed in epidemiology tradition mostly if not all aimed to establish understanding on association toward causality of disease. Later, this knowledge of the causality expected to shape new knowledge of a plausible intervention that further tested through either clinical or community trial. Let’s put our discussion into a context. For example, given that household sanitation was associated with stunting, improving  it during early life  may reduce the probability of  children who living there to have stunting in their later period. With this knowledge we can afford a targeted intervention, namely an intervention that not received by all household, but focus on those who needs it.

Join the full discussion in our open-access published paper at the link below: https://bmcpediatr.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12887-025-06096-4

]]>
Nomadic View in The North Horizon https://blogs.unpad.ac.id/dwiagustian/2025/09/28/nomadic-view-in-the-north-horizon/ Sun, 28 Sep 2025 02:27:44 +0000 https://blogs.unpad.ac.id/dwiagustian/?p=352 Continue reading "Nomadic View in The North Horizon"

]]>
Blue sky and fleece cloud

with warming light welcoming quietly

miles from buzzing and glamouring loud

with vast desert cruising smoothly

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Charming buddy give you a hand

feels great and brave from the mulan story

revolving the sense into nomadic land

surfing the wave beyond value of money.

 

August 24, 2025, 22° 18′ 59.868″ N, 113° 55′ 50.028″ E

 

 

]]>
A HERO https://blogs.unpad.ac.id/dwiagustian/2020/05/01/a-hero/ Fri, 01 May 2020 01:20:42 +0000 https://sites.unpad.ac.id/dwiagustian/?p=259 “A hero is an ordinary individual who finds strength to persevere and endure in spite of overwhelming obstacles.”

— Christopher Reeve

]]>
Information Dashboard https://blogs.unpad.ac.id/dwiagustian/2020/04/27/information-dashboard/ Mon, 27 Apr 2020 12:30:39 +0000 https://sites.unpad.ac.id/dwiagustian/?p=257 If the information is important , it deserves to be communicated well.

                                                                            —–   Stephen Few

]]>
Feeling Blessed, Never Stressed https://blogs.unpad.ac.id/dwiagustian/2020/04/20/feeling-blessed-never-stressed/ Mon, 20 Apr 2020 02:02:17 +0000 https://sites.unpad.ac.id/dwiagustian/?p=251 Feeling good, like I should

Got that sunshine on my monday best.

]]>
Courage https://blogs.unpad.ac.id/dwiagustian/2020/04/10/courage/ Thu, 09 Apr 2020 23:46:48 +0000 https://sites.unpad.ac.id/dwiagustian/?p=249 “Courage doesn’t always roar. Sometimes courage is the quiet voice at the end of the day, saying, ‘I will try again tomorrow.’”  — Mary Anne Radmacher

]]>
Reading Level https://blogs.unpad.ac.id/dwiagustian/2020/02/12/reading-level/ Wed, 12 Feb 2020 09:08:37 +0000 https://sites.unpad.ac.id/dwiagustian/?p=244 Continue reading "Reading Level"

]]>
From the book of Adler “How to read a book”:

  1. Elementary Reading: Belajar membaca sebagaimana seorang anak SD. Bisa juga berlaku untuk seorang dewasa yang mempelajari membaca bahasa asing.
  2. Inspectional Reading: Membaca cepat dengan teknik skimming dan scanning, seperti membaca daftar isi, sinopsis, abstrak, atau pendahuluan dari penulis.
  3. Analytical Reading: Membaca dengan kritis
  4. Syntopical Reading: Membandingkan satu bacaan dengan bacaan yang lain, melihat perbedaan dan kesamaan, serta berbagai perspektif pandangan dari buku yang berbeda.
]]>
Patient Waiting Time https://blogs.unpad.ac.id/dwiagustian/2019/12/07/patient-waiting-time/ Sat, 07 Dec 2019 02:10:54 +0000 https://sites.unpad.ac.id/dwiagustian/?p=239 Salah satu aspek dalam burden of disease adalah time allocated for patient (dan keluarganya) Untuk mendapat kan pelayanan kesehatan. Selain upaya pencegahan penyakit tentu saja, waktu tunggu pasien dapat dikurangi sehingga menimalisir waktu yang terbuang. Dalam upaya peningkatan efisiensi pelayanan Ini menjadi penting Untuk mendapatkan informasi berapa lama waktu tunggu tersebut Utk Setiap pasien.

]]>