Next Page: 10000

          Preface      Cache   Translate Page      

The Asian Society of Ichthyologists (ASI) was established in February 2014 in Penang, Malaysia following organizational meetings in 2012 in Chiang Mai, Thailand and in 2013 in Bandar Seri Begawan, Brunei. The objectives of ASI are to


          Local start-ups to get support from UK business forum      Cache   Translate Page      
|     Aziz Idris     | DARE (Darussalam Enterprise) yesterday inked a Memorandum of Understanding (MoU) with the Britain Brunei Business Forum (BBBF), in a signing ceremony held at the Design and Technology Building in Kampong Anggerek Desa. Under the agreement, the BBBF will provide informal mentoring to the start-up companies supported by DARe. The signing ceremony […]
          Typhoon Mangkhut not to affect Brunei      Cache   Translate Page      
|     Azlan Othman     | THE Brunei Darussalam Meteorological Department (BDMD) yesterday clarified that Typhoon Mangkhut is not expected to affect Brunei for the time being. Responding to an information that went viral on social media, BDMD said Typhoon Mangkhut is currently located approximately 2,600km from Brunei. According to current forecasts, the typhoon is expected to […]
          Anak damit Muharam dirai      Cache   Translate Page      

BANDAR SERI BEGAWAN, 12 Sept – Seramai 18 orang anak damit telah selamat dilahirkan pada 1 Muharam 1440 Hijrah  seluruh daerah di Negara Brunei Darussalam iaitu anak yang lahir bermula masuk waktu Maghrib 1 Muharam 1440H hingga berakhirnya waktu Asar 1 Muharam 1440H. (Klik di sini untuk cerita lanjut)  

The post Anak damit Muharam dirai appeared first on Media Permata Online.


          Lumba pacuan 4 roda meriah      Cache   Translate Page      

BANDAR SERI BEGAWAN, 12 Sept – Persatuan Kereta Tahan Lasak Brunei baru-baru ini telah menganjurkan perlumbaan amatur pacuan empat roda dengan kerjasama Majlis Perundingan Kampung Ulu Sukang di Ulu Belait. (Klik di sini untuk cerita lanjut)  

The post Lumba pacuan 4 roda meriah appeared first on Media Permata Online.


          Brunei raih pingat pertama      Cache   Translate Page      

GOPENG, 12 Sept – Atlet wusyu, Mohammad Adi Salihin menceriakan kontinjen Brunei dengan meraih pingat pertama kilauan perak dalam Kategori Nanquan Lelaki pada Sukan Malaysia (SUKMA) ke-19 Perak di Kolej Matrikulasi Perak di sini. (Klik di sini untuk cerita lanjut)

The post Brunei raih pingat pertama appeared first on Media Permata Online.


          “The Madrid System is cost-effective, easy to manage, and super-efficient for all our clients” – Hamdi Matussin, Creative Director of Brunei’s MixMediaWorx creative agency on why his company uses the International #Trademark System to help their clients expand into new markets: https://t.co/X0ZTBULDJ4      Cache   Translate Page      
none
          CONSAL XVII @ Naypyitaw, Myanmar      Cache   Translate Page      
Source: http://www.consalxvii.org/home

Congress of Southeast Asia Librarians (CONSAL) is the sole regional organization of the libraries, library schools, Library Associations, and related institutions of the ASEAN countries. It was founded in Singapore in 1970 and has ten members which include the library associations and librarians of Brunei, Cambodia, Indonesia, Lao, Malaysia, Myanmar, Philippines, Singapore, Thailand, and Vietnam.

CONSAL holds a general conference every three years in each member country by turn and promotes cooperation among librarians in Southeast Asia Region. CONSAL provides the forum for the librarians and information specialists to strengthen networks, partnerships, and linkages with each other; promotes coordination, collaboration, and provides the platform for sharing and exchange of information and experiences on issues in the fields of librarianship, library and information sciences, documentation, information and related activities in the region.


Theme : "Next Generation Libraries: Collaborate and Connect"

Call for Papers                      Conference Program                Registration



          16 Gaya Nindy yang Membuatnya jadi Ikon Fashion      Cache   Translate Page      

Liputan6.com, Jakarta Nindy Ayunda sempat menikmati puncak kariernya sebagai salah seorang penyanyi wanita Indonesia terpopuler circa 2007-an. Sebut saja judul Buktikan, Cinta Cuma Satu, dan Untuk Sahabat jadi deretan hits wanita asal Sumatera Barat itu.

Hits Untuk Sahabat yang berduet dengan Audi menggambarkan konsistensi pilihan busana wanita 29 tahun yang girly dan kasual. Hingga tiga tahun belakangan, ibu dua anak ini tampil dengan banyak kejutan dan gaya yang tak bisa dilawan.

Bukan hanya memakai busana yang sedang tren di Hollywood, ia juga memakai karya desainer lokal yang seringnya jadi viral. Suka tidak suka, di era media sosial, karya viral menjadi salah satu tolak ukur seseorang menjadi pencetak tren.

Masih ingat tas mi instan yang meledak di Instagram tahun 2017? Atau piama yang diributkan karena dipakai untuk hadir ke pesta? Sampai baju kebesaran yang sekarang jadi tren oversized? Seperti lagu Nindy berjudul Untuk Sahabat, kolaborasi fashion tersebut tak lain didalangi teman baiknya sendiri Erich Al Amin.

Dari banyak styling-an, Erich yang di-hire Nindy saat hendak comeback nyanyi tahun 2014 tersebut memfavoritkan tas Indomie. Pria asal Jombang itu menemukan tas tersebut di Instagram. 

Mahakarya Erich Bagi Nindy

Nindy Ayunda (Instagram @nindyparasadyharsono)#source%3Dgooglier%2Ecom#https%3A%2F%2Fgooglier%2Ecom%2Fpage%2F%2F10000

"Aku nemu desainer itu di Instagram jam 2 pagi, dan dipakai jam 7 malamnya di tanggal yang sama (26 Oktober 2017). Alhamdulillah pas dipakai Nindy viral sampai ke Malaysia, Singapura, dan Brunei," ujar Erich pada liputan6.com.

Pria 29 tahun itu pun sedang menuai apa yang ditaburnya pada sang aktris sekaligus karibnya tersebut. Sebab, sebelumnya Erich kesulitan meyakinkan Nindy untuk transformasi style-nya.

Ia pun mengidolakan fashion stylist Mel Ottenberg yang berhasil menjadikan Rihanna sebagai style icon, chameleon, sekaligus wanita berbusana terbaik.

"Aku enggak menerapkan Nindy harus pakai baju segila Rihanna. Aku cuma ingin Nindy se-fearless dia. Berani berevolusi untuk urusan style dan enggak takut keluar dari comfort zone," lanjutnya.

Selain itu, Nindy juga terinspirasi dengan beberapa gaya seleb luar negeri seperti Diane Kruger, Olivia Culpo, Blake Lively dan seleb Thailand Davika Hoorne. Sediki banyak, Erich pun mengambil referensi dari gaya mereka.

Berikut ini 10 gaya Nindy yang mengukuhkannya sebagai selebritas sekaligus ikon mode. Ada yang pernah Anda coba dan Mana yang paling terfavorit?

16 Look Nindy

 
 
 
View this post on Instagram

Details 👚 : @dinipratiwiira styled by @erichalamin 🍝 : @kealivelaughlove 💄 : @andreblake_ 💇🏻 : @iwantaufik_

A post shared by Anindia Yandirest Ayunda (@nindyparasadyharsono) on

 

Sang desainer asal Indonesia @kealivelaughlove langsung banjir orderan setelah tas Indomienya dipakai Nindy. Mendunia dengan kearifan lokal.

 
 
 
View this post on Instagram

Sunday ❤️ Outfits: @weekendmaxmara Fashion Stylist: @erichalamin Make-up & Hair: @slamwiyono

A post shared by Anindia Yandirest Ayunda (@nindyparasadyharsono) on

Selain dipuji, Nindy juga tak lepas dari bully-an netizen. Seperti dianggap tidak sopan memakai piama saat datang ke sebuah pesta. Ia pun menanggapinya santai dan mengedukasi jika potongan busana piama sudah jadi tren dunia.

 
 
 
View this post on Instagram

@we.the.fest Outfit: @moschino @bluebellind Fashion Stylist: @erichalamin Make-up: @yayihanoum Hair: @iwantaufik_ #WeTheFestMemories

A post shared by Anindia Yandirest Ayunda (@nindyparasadyharsono) on

Nindy selalu memotivasi pada para ibu yang selalu bisa tampil seru meski sudah punya 'buntut'. Seperti saat memakai oversized tee di festival musik yang membuat netizen heboh karena terlihat seperti ABG lagi.

16 Look Nindy

Dress My Little Pony saat dipakai ibu dua anak, playful yet elegant. Perfect combo dengan pemilihan sepatu dan aksesori.

 
 
 
View this post on Instagram

Yesterday 🌟 @fendi @time.international @erichalamin @beautybydecha @maulanalatief

A post shared by Anindia Yandirest Ayunda (@nindyparasadyharsono) on

Di-endorse brand yang kerap dipakai selebritas dunia, Nindy juga tak ketinggalan tampil total look dengan Fendi.

Setelan jas dan celana pria dengan look boyish juga kerap dipakai Nindy.

 
 
 
View this post on Instagram

I don’t speak Italian but I do speak @moschino 🖤 - Styled by @erichalamin Hair @inaroahmad

A post shared by Anindia Yandirest Ayunda (@nindyparasadyharsono) on

Postingan Nindy yang di-regram oleh Moschino. "Kalau ditanya stylingan paling disesali atau seandainya bisa diubah adalah ini. setelah lihat total look-nya aku enggak pengin dia pakai tas ini. Eh ternyata di-repost sama Moschino," ujar Erich.

 
 
 
View this post on Instagram

- CASUAL TUESDAY Outfits: @ed_jeh Fashion Stylist: @erichalamin Hair: @inaroahmad

A post shared by Anindia Yandirest Ayunda (@nindyparasadyharsono) on

Untuk acara televisi, Nindy tampil beda dengan sweater grup musik dan boots metalik.

 
 
 
View this post on Instagram

Supporting the one and only @rinaldyyunardi 😍 Thank you @agrasuseno for the pics ❤️

A post shared by Anindia Yandirest Ayunda (@nindyparasadyharsono) on

Nindy menjadi satu-satunya yang pakai batik dari Didi Budiardjo untuk show tunggal Rinaldy Yunardi.

Busana unik dan aksesori dari Rinaldy Yunardi untuk pameran foto

16 Look Nindy

 
 
 
View this post on Instagram

Banyak hal-hal yang berada di luar kendalimu, sehingga memikirkannya terlalu dalam sebenarnya hanya akan sia-sia. Komentar-komentar negatif dari netizen adalah salah satunya. - Tapi netizen suka lupa kalau seorang public figure itu juga manusia biasa. Kalau ada artis yang membalas komentar menyakitkan dari netizen tersebut, dibilangnya 'terlalu baper' 'belum siap jadi artis', 'nggak ada kerjaan', dan sebagainya. - Public figure juga punya perasaan dan bisa sakit hati. Mereka tidak sempurna. Mereka tidak bisa mengatur dunia menjadi sebagaimana keinginan netizen. Sedih rasanya melihat media sosial sedikit berubah fungsinya menjadi tempat untuk saling hujat, menyebar fitnah, menyebar kalimat kebencian bahkan digunakan untuk menjatuhkan orang lain.

A post shared by Anindia Yandirest Ayunda (@nindyparasadyharsono) on

Anting-anting Beng-Beng dan Yakult

 
 
 
View this post on Instagram

🍶 or 🍫 Photographer: @shotbydeva Fashion Stylist: @erichalamin Outfits: @jiigloria & @icathamara Earrings: @smiilii.mii

A post shared by Anindia Yandirest Ayunda (@nindyparasadyharsono) on

Tas pinggang transparan yang langsung banyak diburu di belanja online

Masih ingat baju Transformers ini?

Lagi, tampil dengan metalik dan kali ini disamakan dengan jas hujan.

Bagaimana dengan gaun bersayap ini?


          Jusqu'à 25% de réduction sur vos locations jusqu'au 14 Décembre      Cache   Translate Page      
Avis
Danemark, Guam (30%), Malaisie, Norvège, Suède
Jusqu’à 20% de remise

Finlande, Laos, Pologne
Jusqu’à 15% de remise

Allemagne, Arménie, Brunei, Canada, Cambodge, Espagne, Estonie, États-Unis, France, Île Maurice, Inde, Italie, Lettonie, Lituanie, Portugal, République tchèque, Roumanie, Slovénie, Suisse, Ukraine
Jusqu’à 10% de remise

Albanie, Australie, Autriche, Belgique, Biélorussie, Géorgie, Grèce, Hongrie, Île de la Réunion, Irlande, Islande, Israël, Liban, Luxembourg, Macédoine, Malte, Nouvelle-Zélande, Pays-Bas, Philippines, Royaume-Uni, Russie, Taiwan, Turquie

Jusqu’à 5% de remise

Bulgarie, Croatie, Chypre, Émirats arabes unis, Singapour, Slovaquie

Les membres Avis Preferred bénéficient de cette offre en avant-première… et d’un accès prioritaire au comptoir dédié Avis Preferred.

En adhérant à Avis Preferred, vous avez accès à de nombreux avantages tout au long de l’année. Profitez du service prioritaire au comptoir et de votre contrat pré-rempli en agence. Plus vous louez, plus vous êtes récompensés : profitez de surclassements, week-ends de location offerts...

Votre solde fidélité sera crédité d’un bonus de 100€ dans les cinq jours suivant le retour du véhicule.
          The Most Stunning Royal Weddings From Around the World      Cache   Translate Page      

While many royal weddings don't garner the attention of Prince Harry and Meghan Markle's nuptials, it doesn't mean that they lack in lavishness. These couples' weddings are part of a long tradition of elaborate royal weddings around the world. In 2012, Luxembourg treated its Crown Prince Guillaume to an extravagant affair when he married Belgian Countess Stéphanie de Lannoy. The celebration, which reportedly cost around $650,000 and was funded by taxpayers, spanned multiple days and included a guest list packed with kings, queens, and other royals from around the world. In Brunei, Princess Hajah Hafizah Sururul Bolkiah, the fifth daughter of Brunei's sultan, married Pengiran Haji Muhammad Ruzaini at her father's 1,700-room palace in front of 3,000 guests. A state dinner followed, and Queen Elizabeth II even sent her best wishes.

These royals make up some of the lesser-known but just as regal royals of the world. And just like the Brits, they know how to throw opulent weddings for members of their families. From the wedding for the future emperor of Japan in 1924 to Grace Kelly's Monaco spectacular in 1956 to Prince William and Kate Middleton's big day on April 29, 2011, here is a guide to the world's royal weddings over the years.


          5 Negara Ini Tercatat Bebas dari Utang Dunia      Cache   Translate Page      

Liputan6.com, Jakarta - Hampir setiap negara di dunia memiliki utang dengan angka terhadap GDP yang berbeda-beda, termasuk Indonesia.

Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, China, dan Jepang pun memiliki utang negara yang sangat besar. Hanya sedikit negara yang bebas utang, alias tidak memiliki sepeser pun pinjaman pada pihak mana pun.

Kebanyakan adalah negara-negara kecil. Seperti dikutip dari laman debtacademy.com, Kamis (13/9/2018), berikut lima negara di dunia yang terbebas dari utang.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

1. Makau

Makau baru saja mencapai rekor 30 juta kunjungan wisman.#source%3Dgooglier%2Ecom#https%3A%2F%2Fgooglier%2Ecom%2Fpage%2F%2F10000

Negara ini dikatakan seperti Las Vegas tanpa ketersediaan kokain dan steroid. Bahkan, ada survei yang menyebut bahwa Makau lebih besar dari pada Las Vegas dalam segi pendapatan.

Menurut Economic Intelligence Unit (EIU), Makau adalah negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Bahasa utama yang diucapkan adalah bahasa Portugis dan Kanton. Sekitar 50 persen penduduknya beragama Buddha.

2. Kepulauan Virgin Britania Raya

Intip indahnya Casa en el Agua Eco hostel di jantung laut Karibia yang dikelilingi oleh pemandangan perairan Taman Nasional Kepulauan San Bernado. (Foto: instagram @casaenelagua)#source%3Dgooglier%2Ecom#https%3A%2F%2Fgooglier%2Ecom%2Fpage%2F%2F10000

Kepulauan Virgin Britania Raya dikenal luas sebagai British Virgin Islands. Negara ini adalah wilayah non-kedaulatan Inggris.

Mereka mengatur sendiri pendapatannya meski hanya pulau kecil. Kepulauan Virgin Britania Raya dianggap sebagai salah satu wilayah paling makmur di Kepulauan Karibia.

 

3. Palau

Pulau Palau (Wikipedia/Public Domain)#source%3Dgooglier%2Ecom#https%3A%2F%2Fgooglier%2Ecom%2Fpage%2F%2F10000

Negara ini juga memiliki utang nol dolar. Hamparan bukit-bukit yang indah dan samudra biru membentuk pemandangan yang indah.

Orang yang berkunjung ke negara ini sangat menyukai snorkeling. Jumlah pulau di negara ini sekitar 300. Negara ini terletak di Samudra Pasifik. Populasinya adalah sekitar 21.000 orang.

4. Liechtenstein

Liechtenstein (AFP)#source%3Dgooglier%2Ecom#https%3A%2F%2Fgooglier%2Ecom%2Fpage%2F%2F10000

Liechtenstein merupakan negara dengan sistem pemerintahaan yang berbentuk monarki konstitusional. Negara dengan ibu kota Vaduz ini dipimpin oleh seorang pangeran. Letaknya ada di Pegunungan Alpen -- Selatan Eropa.

Posisi Liechtenstein diapit oleh dua negara besar seperti Swiss dan Austria. Bagi sebagian orang, Liechtenstein adalah negara impian karena memiliki keindahan alam yang luar biasa.

Kuatnya perekonomian di negara ini juga didukung oleh sedikitnya masyarakat yang menjadi pengangguran. Bahkan, tingkat penganggurannya tergolong rendah di dunia.

5. Brunei Darussalam

Kontingen Brunei Darussalam saat mengikuti parade di pembukaan SEA Games 2015, Singapura, Jumat (5/6/2015). (AFP Foto)#source%3Dgooglier%2Ecom#https%3A%2F%2Fgooglier%2Ecom%2Fpage%2F%2F10000

Sejak 1984, Brunei telah dinyatakan sebagai negara yang resmi merdeka. Sebagian besar penduduknya terlibat dalam industri minyak dan gas.

Dua persen lahan yang di Brunei Darussalam bergerak di sektor pertanian. Negara ini berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan, yang menghubungkan Pasifik dan Samudera Hindia dan 90 persen dari pendapatan negaranya adalah produksi gas.


          5 Negara Ini Tercatat Bebas dari Utang Dunia      Cache   Translate Page      

Liputan6.com, Jakarta - Hampir setiap negara di dunia memiliki utang dengan angka terhadap GDP yang berbeda-beda, termasuk Indonesia.

Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, China, dan Jepang pun memiliki utang negara yang sangat besar. Hanya sedikit negara yang bebas utang, alias tidak memiliki sepeser pun pinjaman pada pihak mana pun.

Kebanyakan adalah negara-negara kecil. Seperti dikutip dari laman debtacademy.com, Kamis (13/9/2018), berikut lima negara di dunia yang terbebas dari utang.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

1. Makau

Makau baru saja mencapai rekor 30 juta kunjungan wisman.#source%3Dgooglier%2Ecom#https%3A%2F%2Fgooglier%2Ecom%2Fpage%2F%2F10000

Negara ini dikatakan seperti Las Vegas tanpa ketersediaan kokain dan steroid. Bahkan, ada survei yang menyebut bahwa Makau lebih besar dari pada Las Vegas dalam segi pendapatan.

Menurut Economic Intelligence Unit (EIU), Makau adalah negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Bahasa utama yang diucapkan adalah bahasa Portugis dan Kanton. Sekitar 50 persen penduduknya beragama Buddha.

2. Kepulauan Virgin Britania Raya

Intip indahnya Casa en el Agua Eco hostel di jantung laut Karibia yang dikelilingi oleh pemandangan perairan Taman Nasional Kepulauan San Bernado. (Foto: instagram @casaenelagua)#source%3Dgooglier%2Ecom#https%3A%2F%2Fgooglier%2Ecom%2Fpage%2F%2F10000

Kepulauan Virgin Britania Raya dikenal luas sebagai British Virgin Islands. Negara ini adalah wilayah non-kedaulatan Inggris.

Mereka mengatur sendiri pendapatannya meski hanya pulau kecil. Kepulauan Virgin Britania Raya dianggap sebagai salah satu wilayah paling makmur di Kepulauan Karibia.

 

3. Palau

Pulau Palau (Wikipedia/Public Domain)#source%3Dgooglier%2Ecom#https%3A%2F%2Fgooglier%2Ecom%2Fpage%2F%2F10000

Negara ini juga memiliki utang nol dolar. Hamparan bukit-bukit yang indah dan samudra biru membentuk pemandangan yang indah.

Orang yang berkunjung ke negara ini sangat menyukai snorkeling. Jumlah pulau di negara ini sekitar 300. Negara ini terletak di Samudra Pasifik. Populasinya adalah sekitar 21.000 orang.

4. Liechtenstein

Liechtenstein (AFP)#source%3Dgooglier%2Ecom#https%3A%2F%2Fgooglier%2Ecom%2Fpage%2F%2F10000

Liechtenstein merupakan negara dengan sistem pemerintahaan yang berbentuk monarki konstitusional. Negara dengan ibu kota Vaduz ini dipimpin oleh seorang pangeran. Letaknya ada di Pegunungan Alpen -- Selatan Eropa.

Posisi Liechtenstein diapit oleh dua negara besar seperti Swiss dan Austria. Bagi sebagian orang, Liechtenstein adalah negara impian karena memiliki keindahan alam yang luar biasa.

Kuatnya perekonomian di negara ini juga didukung oleh sedikitnya masyarakat yang menjadi pengangguran. Bahkan, tingkat penganggurannya tergolong rendah di dunia.

5. Brunei Darussalam

Kontingen Brunei Darussalam saat mengikuti parade di pembukaan SEA Games 2015, Singapura, Jumat (5/6/2015). (AFP Foto)#source%3Dgooglier%2Ecom#https%3A%2F%2Fgooglier%2Ecom%2Fpage%2F%2F10000

Sejak 1984, Brunei telah dinyatakan sebagai negara yang resmi merdeka. Sebagian besar penduduknya terlibat dalam industri minyak dan gas.

Dua persen lahan yang di Brunei Darussalam bergerak di sektor pertanian. Negara ini berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan, yang menghubungkan Pasifik dan Samudera Hindia dan 90 persen dari pendapatan negaranya adalah produksi gas.


          Mangkhut dijangka tidak jejaskan Brunei      Cache   Translate Page      

BANDAR SERI BEGAWAN, 12 Sept – Taufan Mangkhut yang kini berada di lokasi 2,600km dari Negara Brunei Darussalam, dijangka akan bergerak ke Filipina dan seterusnya Hong Kong, namun dijangka tidak akan menjejaskan keadaan cuaca negara ini. Jabatan Kaji cuaca Brunei Darussalam dalam kenyataan yang dikeluarkan hari ini menjelaskan sistem cuaca taufan itu yang ditularkan dalam […]

The post Mangkhut dijangka tidak jejaskan Brunei appeared first on Media Permata Online.


          Menteri Pertahanan II terima kunjungan      Cache   Translate Page      

Oleh Ak Zaki Kasharan   BANDAR SERI BEGAWAN, 12 Sept – Dalam memperkukuhkan lagi hubungan antara Negara Brunei Darussalam dan Republik Estonia, hari ini, Menteri Pertahanan II, Yang Berhormat Pehin Datu Lailaraja Mejar Jeneral (B) Dato Paduka Seri Haji Awang Halbi bin Haji Mohd Yussof, telah menerima kunjungan hormat daripada Menteri Luar Negeri Republik Estonia, Tuan […]

The post Menteri Pertahanan II terima kunjungan appeared first on Media Permata Online.


          Investors set to rely on alpha to hit their portfolio returns: Analyst      Cache   Translate Page      
Investors are set to rely on alpha to hit their portfolio returns as the current investment cycle matures, says Noorsurainah Tengah, head of absolute return and commodities at Brunei Investment Agency.
          Trudeau sets out fall priorities including finalizing the Trans-Pacific trade deal as NAFTA talks continue      Cache   Translate Page      

SASKATOON—Canada will try to meet a Sept. 30 deadline to reach a North American free trade pact, but Prime Minister Justin Trudeau suggested Thursday the most recent timeline set by the U.S. may not be met as NAFTA talks continue.

“We have seen various deadlines put forward as markers to work for,” said Trudeau. “We’re going to continue to work toward the right deal for Canadians, a good deal for Canadians, and we’ll do the work needed and try and get there as quick as we can but we’re going to make sure we’re doing what is necessary to get the right deal for Canadians.”

Trudeau said meanwhile the government will also move quickly to advance legislation to implement the Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership. The Americans withdrew from that wide-ranging deal after Donald Trump became president, prompting the remaining 11 nations to work toward a revised pact without the U.S. The countries that signed on are: Canada, Mexico, Chile, Japan, Malaysia, New Zealand, Peru, Singapore, Australia, Brunei and Vietnam.

The government will bring the bill on the new trade treaty — which contains concessions on things like dairy that the U.S. is seeking at the NAFTA table — to the Commons for second reading debate which will then send it on to a parliamentary committee for in-depth study, even as NAFTA talks continue.

Trudeau said it will bring Canadian goods to “new markets, and new customers” and create jobs and growth in Canada.

Foreign Affairs Minister Chrystia Freeland and senior PMO officials will travel again to Washington next week, but Freeland told reporters here she is constantly communicating with Trump’s trade representative Robert Lighthizer by phone and email.

Read more:

Protecting Canadian culture a surprise sticking point at NAFTA talks

David Olive | Opinion: The view from 2020: NAFTA is a thing of the past

Trudeau tells the Liberal caucus ‘we will not sign an unfavourable deal’ on NAFTA

Trudeau dismissed any suggestion that Freeland had irritated the White House in the course of the talks, or by attending a panel entitled “Taking on the tyrant” at an event in Toronto.

He hailed her handling of the negotiations and said the government is working in a “diligent and focused” way to get a good deal.

He has repeatedly said he would rather not sign a deal than sign one that would be bad for Canada’s economy over the long run, but some like Saskatchewan Premier Scott Moe have questioned the wisdom of that assertion.

Sources say key sticking points remain. The U.S. wants greater access to Canada’s dairy market and cultural industries, while Canada insists any trade pact must have independent binational dispute resolution mechanisms where the U.S. wants disputes settled in domestic courts.

Freeland has won praise from many of her fellow MPs after their return from their ridings; she got a standing ovation at the caucus retreat.

Federal Liberals left the caucus retreat in Saskatoon in a buoyant mood even as the shadow of unfinished NAFTA talks hung over their preparliamentary gathering.

“People are telling me they like the government’s approach on NAFTA and ‘Hang in there. Don’t be bullied,’” said International Trade Minister Jim Carr.

The meeting here was part strategy session, part pep rally, with Trudeau sharpening his message ahead of the 2019 election year.

He said the government will not prorogue or bring in a new throne speech, but will continue to enact the agenda it was elected on and focus on delivering “real change” to middle-class Canadians “not the same old flawed plan that the Conservatives are offering.”

However he is drawing a clearer line between Canada’s conservatives and “populists on the right.”

He attacked the Conservatives for having no plan for the economy and of playing politics with people’s anxieties and fears by exaggeration.

“Worst of all they’d rather use the politics of division for quick electoral gains than to find ways to bring people together to bring a better future.”

Trudeau said his government will introduce this fall pay equity legislation to ensure women “get equal pay for work of equal value” in federally regulated sectors.

And he stood firm in the face of growing provincial opposition to his carbon pricing plan, saying that the “time is long since past to start fighting climate change.”

Ontario and Saskatchewan are challenging in the courts the Liberal promise to enact a federal carbon tax (which would return money to the provinces). Trudeau turned aside questions about a possible growing divide between east and west, saying Canadians expect his government to act, in the face of more extreme floods, hurricanes and wildfires he said are linked to global warming.

“If a province is unwilling to do what is necessary the federal government will act,” said Trudeau.

The Liberal party says its 2019 election planning is well underway. Party officials say while it might seem as if Conservatives are out-fundraising the Liberals, the Conservatives have spent more money to collect those donations and so the parties are actually on a more level playing field than it appears.

So far the party has completed nominations in about 26 ridings, however party officials say most Liberal MPs are running again.

Trudeau praised the 25 Toronto MPs of his caucus for issuing a statement against Doug Ford’s use of a constitutional override clause to cut Toronto city council, but again said he won’t weigh in on the debate on the size of the council, saying it is “not a role the federal government needs to take on.”

Tonda MacCharles is an Ottawa-based reporter covering federal politics. Follow her on Twitter: @tondamacc




Next Page: 10000

Site Map 2018_01_14
Site Map 2018_01_15
Site Map 2018_01_16
Site Map 2018_01_17
Site Map 2018_01_18
Site Map 2018_01_19
Site Map 2018_01_20
Site Map 2018_01_21
Site Map 2018_01_22
Site Map 2018_01_23
Site Map 2018_01_24
Site Map 2018_01_25
Site Map 2018_01_26
Site Map 2018_01_27
Site Map 2018_01_28
Site Map 2018_01_29
Site Map 2018_01_30
Site Map 2018_01_31
Site Map 2018_02_01
Site Map 2018_02_02
Site Map 2018_02_03
Site Map 2018_02_04
Site Map 2018_02_05
Site Map 2018_02_06
Site Map 2018_02_07
Site Map 2018_02_08
Site Map 2018_02_09
Site Map 2018_02_10
Site Map 2018_02_11
Site Map 2018_02_12
Site Map 2018_02_13
Site Map 2018_02_14
Site Map 2018_02_15
Site Map 2018_02_15
Site Map 2018_02_16
Site Map 2018_02_17
Site Map 2018_02_18
Site Map 2018_02_19
Site Map 2018_02_20
Site Map 2018_02_21
Site Map 2018_02_22
Site Map 2018_02_23
Site Map 2018_02_24
Site Map 2018_02_25
Site Map 2018_02_26
Site Map 2018_02_27
Site Map 2018_02_28
Site Map 2018_03_01
Site Map 2018_03_02
Site Map 2018_03_03
Site Map 2018_03_04
Site Map 2018_03_05
Site Map 2018_03_06
Site Map 2018_03_07
Site Map 2018_03_08
Site Map 2018_03_09
Site Map 2018_03_10
Site Map 2018_03_11
Site Map 2018_03_12
Site Map 2018_03_13
Site Map 2018_03_14
Site Map 2018_03_15
Site Map 2018_03_16
Site Map 2018_03_17
Site Map 2018_03_18
Site Map 2018_03_19
Site Map 2018_03_20
Site Map 2018_03_21
Site Map 2018_03_22
Site Map 2018_03_23
Site Map 2018_03_24
Site Map 2018_03_25
Site Map 2018_03_26
Site Map 2018_03_27
Site Map 2018_03_28
Site Map 2018_03_29
Site Map 2018_03_30
Site Map 2018_03_31
Site Map 2018_04_01
Site Map 2018_04_02
Site Map 2018_04_03
Site Map 2018_04_04
Site Map 2018_04_05
Site Map 2018_04_06
Site Map 2018_04_07
Site Map 2018_04_08
Site Map 2018_04_09
Site Map 2018_04_10
Site Map 2018_04_11
Site Map 2018_04_12
Site Map 2018_04_13
Site Map 2018_04_14
Site Map 2018_04_15
Site Map 2018_04_16
Site Map 2018_04_17
Site Map 2018_04_18
Site Map 2018_04_19
Site Map 2018_04_20
Site Map 2018_04_21
Site Map 2018_04_22
Site Map 2018_04_23
Site Map 2018_04_24
Site Map 2018_04_25
Site Map 2018_04_26
Site Map 2018_04_27
Site Map 2018_04_28
Site Map 2018_04_29
Site Map 2018_04_30
Site Map 2018_05_01
Site Map 2018_05_02
Site Map 2018_05_03
Site Map 2018_05_04
Site Map 2018_05_05
Site Map 2018_05_06
Site Map 2018_05_07
Site Map 2018_05_08
Site Map 2018_05_09
Site Map 2018_05_15
Site Map 2018_05_16
Site Map 2018_05_17
Site Map 2018_05_18
Site Map 2018_05_19
Site Map 2018_05_20
Site Map 2018_05_21
Site Map 2018_05_22
Site Map 2018_05_23
Site Map 2018_05_24
Site Map 2018_05_25
Site Map 2018_05_26
Site Map 2018_05_27
Site Map 2018_05_28
Site Map 2018_05_29
Site Map 2018_05_30
Site Map 2018_05_31
Site Map 2018_06_01
Site Map 2018_06_02
Site Map 2018_06_03
Site Map 2018_06_04
Site Map 2018_06_05
Site Map 2018_06_06
Site Map 2018_06_07
Site Map 2018_06_08
Site Map 2018_06_09
Site Map 2018_06_10
Site Map 2018_06_11
Site Map 2018_06_12
Site Map 2018_06_13
Site Map 2018_06_14
Site Map 2018_06_15
Site Map 2018_06_16
Site Map 2018_06_17
Site Map 2018_06_18
Site Map 2018_06_19
Site Map 2018_06_20
Site Map 2018_06_21
Site Map 2018_06_22
Site Map 2018_06_23
Site Map 2018_06_24
Site Map 2018_06_25
Site Map 2018_06_26
Site Map 2018_06_27
Site Map 2018_06_28
Site Map 2018_06_29
Site Map 2018_06_30
Site Map 2018_07_01
Site Map 2018_07_02
Site Map 2018_07_03
Site Map 2018_07_04
Site Map 2018_07_05
Site Map 2018_07_06
Site Map 2018_07_07
Site Map 2018_07_08
Site Map 2018_07_09
Site Map 2018_07_10
Site Map 2018_07_11
Site Map 2018_07_12
Site Map 2018_07_13
Site Map 2018_07_14
Site Map 2018_07_15
Site Map 2018_07_16
Site Map 2018_07_17
Site Map 2018_07_18
Site Map 2018_07_19
Site Map 2018_07_20
Site Map 2018_07_21
Site Map 2018_07_22
Site Map 2018_07_23
Site Map 2018_07_24
Site Map 2018_07_25
Site Map 2018_07_26
Site Map 2018_07_27
Site Map 2018_07_28
Site Map 2018_07_29
Site Map 2018_07_30
Site Map 2018_07_31
Site Map 2018_08_01
Site Map 2018_08_02
Site Map 2018_08_03
Site Map 2018_08_04
Site Map 2018_08_05
Site Map 2018_08_06
Site Map 2018_08_07
Site Map 2018_08_08
Site Map 2018_08_09
Site Map 2018_08_10
Site Map 2018_08_11
Site Map 2018_08_12
Site Map 2018_08_13
Site Map 2018_08_15
Site Map 2018_08_16
Site Map 2018_08_17
Site Map 2018_08_18
Site Map 2018_08_19
Site Map 2018_08_20
Site Map 2018_08_21
Site Map 2018_08_22
Site Map 2018_08_23
Site Map 2018_08_24
Site Map 2018_08_25
Site Map 2018_08_26
Site Map 2018_08_27
Site Map 2018_08_28
Site Map 2018_08_29
Site Map 2018_08_30
Site Map 2018_08_31
Site Map 2018_09_01
Site Map 2018_09_02
Site Map 2018_09_03
Site Map 2018_09_04
Site Map 2018_09_05
Site Map 2018_09_06
Site Map 2018_09_07
Site Map 2018_09_08
Site Map 2018_09_09
Site Map 2018_09_10
Site Map 2018_09_11
Site Map 2018_09_12
Site Map 2018_09_13