Next Page: 10000

          Rocky planet neighbor looks familiar, but is not Earth's twin      Cache   Translate Page   Web Page Cache   
Last autumn, the world was excited by the discovery of an exoplanet called Ross 128 b, which is just 11 light years away from Earth. New work has for the first time determined detailed chemical abundances of the planet's host star, Ross 128. Reported by Science Daily 4 hours ago.
          Descifrarán exoplanetas | Reporte Indigo - Reporte Indigo      Cache   Translate Page   Web Page Cache   

Reporte Indigo

Descifrarán exoplanetas | Reporte Indigo
Reporte Indigo
El satélite Cheops, de la Agencia Espacial Europea, tendrá la misión de observar estrellas que albergan planetas extrasolares para medir las pequeñas ...

y más »

          Kehabisan Bahan Bakar, Teleskop Pemburu Planet Milik NASA Bakal Pensiun      Cache   Translate Page   Web Page Cache   

Liputan6.com, California - Teleskop pemburu planet asing (exoplanet) milik NASA, Kepler, bakal dinonaktifkan secara permanen.

Alasannya, Badan Antariksa Amerika Serikat itu mengungkap Kepler sudah mau kehabisan bahan bakar.

Dilansir The Verge pada Rabu (11/7/2018), Kepler sudah memasuki modus hibernasi pada Senin (9/7/2018).

Jika dinyalakan terus-terusan, Kepler akan kehabisan bahan bakar dan berpotensi merusak fasilitas NASA.

Untuk diketahui, NASA menghadirkan Kepler pada 2009 lalu. Tujuannya untuk mencari frekuensi dan eksistensi dari exoplanet yang ada di galaksi kita.

Tak sedikit para ilmuwan menggunakan Kepler untuk berburu exoplanet di luar galaksi Bima Sakti.

Teleskop terbang yang kini berjarak 94 juta mil dari Bumi itu juga telah memegang andil penting dengan memindai sejumlah wilayah exoplanet. Hingga kini, sudah ada sekitar 2.650 exoplanet yang ditemukan Kepler. 

NASA sendiri berencana akan mengirim Kepler kembali ke orbit Bumi pada Agustus 2018. Saat kembali, antena teleskop itu akan mengarah ke Bumi dan mentransfer data exoplanet yang sudah ditemukan.

Ada 121 Planet Raksasa yang Memiliki Bulan, Apa Layak Huni?

Perbandingan planet Kepler-1647 b dengan beberapa planet lain (Lynette Cook)#source%3Dgooglier%2Ecom#https%3A%2F%2Fgooglier%2Ecom%2Fpage%2F%2F10000

Terlepas dari kabar Kepler yang bakal pensiun, peneliti baru saja menemukan lebih dari 100 planet raksasa di luar angkasa. Tercatat, ada 121 planet super besar yang ditemukan dan semuanya diyakini memiliki Bulan yang dapat mendukung kehidupan.

Seperti dilansir Phys, Jumat (22/6/2018), penemuan bersejarah ini dipublikasikan dalam sebuah paper The Astrophysical Jornal.

Adapun tim peneliti berasal dari University of California, Riverside, dan University of Southern Queensland.

Para peneliti berpendapat, penemuan planet mendorong rencana mereka untuk menciptakan teleskop masa depan yang bisa mendeteksi bulan yang berpotensi bisa dihuni.

Penelitian ini juga didukung oleh teleskop milik NASA, Kepler, yang diluncurkan sejak 2009. Kepler juga bertugas untuk mencari planet asing alias exoplanet yang layak huni.

Pada pertengahan 2017, Badan Antariksa Amerika Serikat tersebut juga sempat menemukan 219 exoplanet, yang mana 10 di antaranya memiliki karakteristik mirip dengan Bumi.

Dilansir New Scientist, Kepler menemukan exoplanet ini dengan memantau pergerakan bintang-bintang yang mengelilinginya. 

Seiring planet bergerak di antara bintang, cahayanya akan berpendar. Dari sinilah, Kepler dapat mendeteksi tanda-tanda sebuah exoplanet baru.

Dengan ditemukannya 219 exoplanet baru, jumlah exoplanet yang sudah diburu NASA kini bertambah menjadi 4.034.

Walau demikian, NASA tidak bisa menyingkap apakah semua exoplanet yang diburu benar-benar memiliki karakteristik yang sama dengan Bumi atau tidak.

Masih Terus Mencari Jawaban

Ilustrasi planet-planet yang ditemukan oleh Teleskop Kepler (NASA Ames/W. Stenzel)#source%3Dgooglier%2Ecom#https%3A%2F%2Fgooglier%2Ecom%2Fpage%2F%2F10000

"Penemuan ini malah membuat kita--umat manusia--bertanya-tanya, berapa banyak planet yang mirip Bumi ada di dalam galaksi ini? Jawabannya hingga sekarang terus kita masih cari," kata Susan Thompson, ilmuwan Kepler di SETI Institute, Mountain View, AS.

Data yang dikirim langsung dari teleskop Kepler juga mengungkap jenis exoplanet berdasarkan ukuran.

Adapun di antaranya meliputi planet mirip Bumi, planet "Super-Earth" (ukuran lebih besar dari Bumi) dan planet Neptunus dengan ukuran yang lebih kecil.

Sebelumnya, NASA sudah menemukan exoplanet di luar Tata Surya yang memiliki ukuran sama dengan Bumi. Badan Antariksa Amerika Serikat itu menamai planet dengan julukan b, c, d, e, f, g, dan h. 

Tiga di antaranya, Trappist-1 e, f dan g memiliki perairan pada permukaan. Para ilmuwan meyakini, ketiga planet dengan perairan tersebut bisa menjadi sumber kehidupan utama manusia.

Empat lainnya, Trappist-1 b, c, d dan h, tengah diteliti apakah juga termasuk ke dalam zona layak huni atau tidak.

Berdasarkan analisis, keempat planet ternyata juga masuk kategori layak huni. Keempat planet ini memiliki kandungan gas hidrogen, yang ternyata juga mendukung tanda kehidupan manusia.

(Jek/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

[vidio:kepler]()

          Kehabisan Bahan Bakar, Teleskop Pemburu Planet Milik NASA Bakal Pensiun      Cache   Translate Page   Web Page Cache   

Liputan6.com, California - Teleskop pemburu planet asing (exoplanet) milik NASA, Kepler, bakal dinonaktifkan secara permanen.

Alasannya, Badan Antariksa Amerika Serikat itu mengungkap Kepler sudah mau kehabisan bahan bakar.

Dilansir The Verge pada Rabu (11/7/2018), Kepler sudah memasuki modus hibernasi pada Senin (9/7/2018).

Jika dinyalakan terus-terusan, Kepler akan kehabisan bahan bakar dan berpotensi merusak fasilitas NASA.

Untuk diketahui, NASA menghadirkan Kepler pada 2009 lalu. Tujuannya untuk mencari frekuensi dan eksistensi dari exoplanet yang ada di galaksi kita.

Tak sedikit para ilmuwan menggunakan Kepler untuk berburu exoplanet di luar galaksi Bima Sakti.

Teleskop terbang yang kini berjarak 94 juta mil dari Bumi itu juga telah memegang andil penting dengan memindai sejumlah wilayah exoplanet. Hingga kini, sudah ada sekitar 2.650 exoplanet yang ditemukan Kepler. 

NASA sendiri berencana akan mengirim Kepler kembali ke orbit Bumi pada Agustus 2018. Saat kembali, antena teleskop itu akan mengarah ke Bumi dan mentransfer data exoplanet yang sudah ditemukan.

Ada 121 Planet Raksasa yang Memiliki Bulan, Apa Layak Huni?

Perbandingan planet Kepler-1647 b dengan beberapa planet lain (Lynette Cook)#source%3Dgooglier%2Ecom#https%3A%2F%2Fgooglier%2Ecom%2Fpage%2F%2F10000

Terlepas dari kabar Kepler yang bakal pensiun, peneliti baru saja menemukan lebih dari 100 planet raksasa di luar angkasa. Tercatat, ada 121 planet super besar yang ditemukan dan semuanya diyakini memiliki Bulan yang dapat mendukung kehidupan.

Seperti dilansir Phys, Jumat (22/6/2018), penemuan bersejarah ini dipublikasikan dalam sebuah paper The Astrophysical Jornal.

Adapun tim peneliti berasal dari University of California, Riverside, dan University of Southern Queensland.

Para peneliti berpendapat, penemuan planet mendorong rencana mereka untuk menciptakan teleskop masa depan yang bisa mendeteksi bulan yang berpotensi bisa dihuni.

Penelitian ini juga didukung oleh teleskop milik NASA, Kepler, yang diluncurkan sejak 2009. Kepler juga bertugas untuk mencari planet asing alias exoplanet yang layak huni.

Pada pertengahan 2017, Badan Antariksa Amerika Serikat tersebut juga sempat menemukan 219 exoplanet, yang mana 10 di antaranya memiliki karakteristik mirip dengan Bumi.

Dilansir New Scientist, Kepler menemukan exoplanet ini dengan memantau pergerakan bintang-bintang yang mengelilinginya. 

Seiring planet bergerak di antara bintang, cahayanya akan berpendar. Dari sinilah, Kepler dapat mendeteksi tanda-tanda sebuah exoplanet baru.

Dengan ditemukannya 219 exoplanet baru, jumlah exoplanet yang sudah diburu NASA kini bertambah menjadi 4.034.

Walau demikian, NASA tidak bisa menyingkap apakah semua exoplanet yang diburu benar-benar memiliki karakteristik yang sama dengan Bumi atau tidak.

Masih Terus Mencari Jawaban

Ilustrasi planet-planet yang ditemukan oleh Teleskop Kepler (NASA Ames/W. Stenzel)#source%3Dgooglier%2Ecom#https%3A%2F%2Fgooglier%2Ecom%2Fpage%2F%2F10000

"Penemuan ini malah membuat kita--umat manusia--bertanya-tanya, berapa banyak planet yang mirip Bumi ada di dalam galaksi ini? Jawabannya hingga sekarang terus kita masih cari," kata Susan Thompson, ilmuwan Kepler di SETI Institute, Mountain View, AS.

Data yang dikirim langsung dari teleskop Kepler juga mengungkap jenis exoplanet berdasarkan ukuran.

Adapun di antaranya meliputi planet mirip Bumi, planet "Super-Earth" (ukuran lebih besar dari Bumi) dan planet Neptunus dengan ukuran yang lebih kecil.

Sebelumnya, NASA sudah menemukan exoplanet di luar Tata Surya yang memiliki ukuran sama dengan Bumi. Badan Antariksa Amerika Serikat itu menamai planet dengan julukan b, c, d, e, f, g, dan h. 

Tiga di antaranya, Trappist-1 e, f dan g memiliki perairan pada permukaan. Para ilmuwan meyakini, ketiga planet dengan perairan tersebut bisa menjadi sumber kehidupan utama manusia.

Empat lainnya, Trappist-1 b, c, d dan h, tengah diteliti apakah juga termasuk ke dalam zona layak huni atau tidak.

Berdasarkan analisis, keempat planet ternyata juga masuk kategori layak huni. Keempat planet ini memiliki kandungan gas hidrogen, yang ternyata juga mendukung tanda kehidupan manusia.

(Jek/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

[vidio:kepler]()

          NASA Considers SpaceX’s BFR to Launch Telescope for Exoplanet Research      Cache   Translate Page   Web Page Cache   
Yale University astronomy professor Dr. Debra Fischer said during the recent Exoplanets II conference that NASA is financially supporting a study that would look into the possibility of launching a space telescope using SpaceX’s upcoming BFR reusable rocket, Teslarati reported Monday. The Large Ultraviolet/Optical/Infrared Surveyor telescope, or LUVOIR, is being developed for use in the exploration and investigation of exoplanets […]
           Should today's oil rigs be tomorrow's reefs?       Cache   Translate Page   Web Page Cache   

Cod gather around a sunken oil rig#source%3Dgooglier%2Ecom#https%3A%2F%2Fgooglier%2Ecom%2Fpage%2F%2F10000

According to an international understanding, all offshore oil rigs, wind turbines and other structures must be removed from the environment once they're no longer functional. A new study, however, claims that it might be better for marine life if such decommissioned installations just stayed put.

.. Continue Reading Should today's oil rigs be tomorrow's reefs?

Category: Environment

Tags: Related Articles:
           Should today's oil rigs be tomorrow's reefs?       Cache   Translate Page   Web Page Cache   

Cod gather around a sunken oil rig#source%3Dgooglier%2Ecom#https%3A%2F%2Fgooglier%2Ecom%2Fpage%2F%2F10000

According to an international understanding, all offshore oil rigs, wind turbines and other structures must be removed from the environment once they're no longer functional. A new study, however, claims that it might be better for marine life if such decommissioned installations just stayed put.

.. Continue Reading Should today's oil rigs be tomorrow's reefs?

Category: Environment

Tags: Related Articles:
          Warp One, Engage! | SEGMENT 2 | #318      Cache   Translate Page   Web Page Cache   
What exactly is a 'potentially habitable' exoplanet? Dr. Ian O'Neill (@astroengine) explains the methodology behind the search for Earth-like planets in nearby solar systems, and what we might be able to do if we find one with an atmosphere. Listen to Full Episode #318 Download Segment 2
          Seeker.com | SEGMENT 1 | #318      Cache   Translate Page   Web Page Cache   
Looking for a place where you can find the latest news on science and exploration? Try out Seeker.com (@Seeker)! Dr. Ian O'Neill (@astroengine), Space Science Producer for Discovery News (@DNews), gives us a rundown on the various topics covered by Seeker, including NASA's recent exoplanet discoveries. Listen to Full Episode #318 Download Segment 1
          Aliens!...and Other News | FULL SHOW | #318      Cache   Translate Page   Web Page Cache   
Humans have been sending radio signals out to the universe for years, and so far we've received no answer. But what would we do if we did? And how on Earth (or anywhere else, for that matter) do you encode digital images into DNA? All of this and more from Popular Science! | Download Full Episode #318 Segment 1: Seeker.com | Download Segment 1 Looking for a place where you can find the latest news on science and exploration? Try out Seeker.com (@Seeker)! Dr. Ian O'Neill (@astroengine), Space Science Producer for Discovery News (@DNews), gives us a rundown on the various topics covered by Seeker, including NASA's recent exoplanet discoveries. Segment 2: Warp One, Engage! | Download Segment 2 What exactly is a 'potentially habitable' exoplanet? Dr. Ian O'Neill (@astroengine) explains the methodology behind the search for Earth-like planets in nearby solar systems, and what we might be able to do if we find one with an atmosphere. Segment 3: Science in Hollywood | Download Segment 3 We all know Hollywood likes to exaggerate, especially when it comes to science. But is there some level of truth to any of the stories? Dr. Ian O'Neill (@astroengine) and Alan discuss the possibility of an alien invasion. Segment 4: Flood Protection | Download Segment 4 Living in a flood zone can become a scary reality quickly. Wouldn't you want a flex wall that you can pull out in a second in the event of an emergency? Alan George from ILC Dover (@ILCDover) is here to share how ILC's flood protection technology works. Segment 5: Digital DNA | Download Segment 5 Where do you store information? Your computer, phone, tablet...essentially anything that is a computer, right? Well, what about DNA? Dr. Georg Seelig, Associate Professor of Electrical Engineering and Computer Science, is involved in a project aiming to encode digital images into DNA. Listen in to understand how this process works. Segment 6: Our Hearts are With You, Orlando | Download Segment 6 Did you know that only 38% of people are qualified to give blood? Due to FDA regulations, gay and bisexual men are banned from donating blood because of past HIV scares. JD Davids, Managing Editor for TheBody.com (@TheBodyDotCom), is working to clear up misconceptions and educate people on the realities of HIV and the need for change in FDA policy.
           Should today's oil rigs be tomorrow's reefs?       Cache   Translate Page   Web Page Cache   

Cod gather around a sunken oil rig#source%3Dgooglier%2Ecom#https%3A%2F%2Fgooglier%2Ecom%2Fpage%2F%2F10000

According to an international understanding, all offshore oil rigs, wind turbines and other structures must be removed from the environment once they're no longer functional. A new study, however, claims that it might be better for marine life if such decommissioned installations just stayed put.

.. Continue Reading Should today's oil rigs be tomorrow's reefs?

Category: Environment

Tags: Related Articles:
          Descifrarán exoplanetas | Reporte Indigo - Reporte Indigo      Cache   Translate Page   Web Page Cache   

Reporte Indigo

Descifrarán exoplanetas | Reporte Indigo
Reporte Indigo
El satélite Cheops, de la Agencia Espacial Europea, tendrá la misión de observar estrellas que albergan planetas extrasolares para medir las pequeñas ...

y más »

           Should today's oil rigs be tomorrow's reefs?       Cache   Translate Page   Web Page Cache   

Cod gather around a sunken oil rig#source%3Dgooglier%2Ecom#https%3A%2F%2Fgooglier%2Ecom%2Fpage%2F%2F10000

According to an international understanding, all offshore oil rigs, wind turbines and other structures must be removed from the environment once they're no longer functional. A new study, however, claims that it might be better for marine life if such decommissioned installations just stayed put.

.. Continue Reading Should today's oil rigs be tomorrow's reefs?

Category: Environment

Tags: Related Articles:
          Nieuw bewijs dat exoplaneet Ross 128b weleens leefbaar kan zijn      Cache   Translate Page   Web Page Cache   

Een analyse van de moederster suggereert dat de planeet een gematigd klimaat heeft. Ross 128b werd vorig jaar ontdekt. En de opwinding was toen groot. Ross 128b is namelijk één van de dichtstbijzijnde exoplaneten die tot op heden is ontdekt én leek zo op het eerste gezicht een zeer geschikte kandidaat voor buitenaards leven. Zo […]

Het bericht Nieuw bewijs dat exoplaneet Ross 128b weleens leefbaar kan zijn verscheen eerst op Scientias.nl.


          Inteligencias alternativas      Cache   Translate Page   Web Page Cache   

Existen huellas de vida en la Tierra desde hace tres mil ochocientos millones de años, cuando apenas habían transcurrido setecientos millones de años desde la formación del planeta. Este escaso período de tiempo fue suficiente para que surgieran los primeros organismos unicelulares y, a partir de ellos, las dos líneas evolutivas que condujeron hacia bacterias y arqueas. Esta rapidez permite conjeturar que la génesis de un sistema viviente es un acontecimiento con una probabilidad no despreciable cuando se dan las condiciones apropiadas. De ahí el interés que despierta el descubrimiento de exoplanetas de características similares al nuestro o la posible presencia de agua en un plantea como Marte, en el que quizás pudo también surgir la vida a pesar de poseer un ambiente más inhóspito para la misma.

La unidad de vida tal como la conocemos es la célula. Las células son sistemas complejos capaces de reproducirse y de mantener una organización y una homeostasia interna a través de una buena cantidad de reacciones químicas que constituyen el metabolismo celular. Son capaces de percibir cambios en el medio externo e interno y de reaccionar en consecuencia, generando reacciones químicas y, a veces, movimientos. 


          Super-Earths Could Possibly Sustain Life      Cache   Translate Page   Web Page Cache   
Astronomers have found dozens of potentially habitable planets outside of our solar system called Super-Earths. According to Business Insider, since 2009, the Kepler Space Telescope has discovered about 4,000 exoplanets and roughly 30% of them are Super-Earths.
          O satélite Cheops integrado      Cache   Translate Page   Web Page Cache   

Cheops, o Satélite Caracterizador de Exoplanetas, fará observações de estrelas que hospedam exoplanetas, para medir pequenas mudanças no seu brilho devido ao trânsito de um planeta através do disco da estrela.


          These 2 exoplanets might have seasons and stable climates      Cache   Translate Page   Web Page Cache   
These 2 exoplanets might have seasons and stable climates
We sometimes hear the term Earth-like in describing exoplanets that might be similar to our own world. The terms “Earth-like” or Earth analog conjure up visions of alien oceans and continents, teeming with life. But how similar to Earth might such distant worlds really be? ...

Read MoreThese 2 exoplanets might have seasons and stable climates


          Buscando estabilidad climática en los exoplanetas (y II)      Cache   Translate Page   Web Page Cache   

[Artículo cedido por Astrofísica y Física] El ángulo de orientación de la órbita de un planeta alrededor de su estrella anfitriona puede oscilar por interacción gravitacional con otros planetas del mismo sistema. Si la órbita oscilara a la misma velocidad que la precesión del eje de rotación del planeta (similar al movimiento circular exhibido por …

Continuar leyendo »

La entrada Buscando estabilidad climática en los exoplanetas (y II) aparece primero en Vega 0.0.


          Nearby Alien Planet May Be Capable of Supporting Life      Cache   Translate Page   Web Page Cache   
One of the nearest exoplanets to Earth may be a decent abode for life, a new study suggests.
          Nearby Alien Planet May Be Capable of Supporting Life      Cache   Translate Page   Web Page Cache   
One of the nearest exoplanets to Earth may be a decent abode for life, a new study suggests.
          NASA's Webb Space Telescope to Inspect Atmospheres of Gas Giant Exoplanets      Cache   Translate Page   Web Page Cache   
Newswise imageIn April 2018, NASA launched the Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS). Its main goal is to locate Earth-sized planets and larger "super-Earths" orbiting nearby stars for further study. One of the most powerful tools that will examine the atmospheres of some planets that TESS discovers will be NASA's James Webb Space Telescope. Since observing small exoplanets with thin atmospheres like Earth will be challenging for Webb, astronomers will target easier, gas giant exoplanets first.
          NASA's Webb Space Telescope to Inspect Atmospheres of Gas Giant Exoplanets      Cache   Translate Page   Web Page Cache   

Thousands of exoplanets are known to orbit distant stars. Far fewer have had their atmospheres studied. The Webb telescope will bring new capabilities for determining atmospheric compositions, temperatures, and structures. Some of Webb’s earliest observations will focus on gas giants, whose puffy atmospheres should be easier to inspect. Lessons learned there will apply to later observations of small, rocky worlds.


          Un planeta «cercano» similar a la Tierra es templado y puede tener agua      Cache   Translate Page   Web Page Cache   

El otoño pasado, el mundo se entusiasmó con el descubrimiento de un planeta extrasolar llamado Ross 128 b, que se encuentra a solo 11 años luz de la Tierra. Este mundo parecía muy prometedor por tener una masa comparable a la de nuestro planeta y girar en torno a una estrella enana roja caracterizada por su estabilidad. ¿Podría ser un gemelo de la Tierra?

Para saberlo, un equipo internacional de investigadoers ha determinado por primera vez la química de su estrella anfitriona, Ross 128. Comprender qué elementos están presentes en una estrella y en qué abundancia puede ayudar a los investigadores a estimar la composición de los exoplanetas que las orbitan, lo que les permite predecir cuán similares son a la Tierra.

Al igual que Ross 128, alrededor del 70% de todas las estrellas de la Vía Láctea son enanas rojas, que son mucho más frías y más pequeñas que nuestro Sol. Y los astrónomos estiman que muchas de ellas albergan al menos un mundo a su alrededor. Varios sistemas planetarios con enanas rojas han sido noticia en los últimos años, incluyendo Próxima b, un planeta que orbita la estrella más cercana a nuestro propio Sol, Proxima Centauri, y los siete planetas de TRAPPIST-1, que no es mucho más grande que el Júpiter de nuestro Sistema Solar.

Utilizando el instrumento espectroscópico APOGEE del Sloan Digital Sky Survey, el equipo midió la luz infrarroja cercana de la estrella para determinar abundancias de carbono, oxígeno, magnesio, aluminio, potasio, calcio, titanio y hierro. «La capacidad de APOGEE para medir la luz infrarroja cercana, donde Ross 128 es más brillante, fue clave para este estudio», explica Johanna Teske, de la institución científica Carnegie. «Nos permitió abordar algunas preguntas fundamentales acerca de la 'semejanza terrestre' de Ross 128 b», añade.

Cuando las estrellas son jóvenes, están rodeadas por un disco de gas y polvo en rotación a partir del cual se forman los planetas rocosos. La química de la estrella puede influir en el contenido del disco, así como en la mineralogía y la estructura interior del planeta resultante. Por ejemplo, la cantidad de magnesio, hierro y silicio en un planeta controlará la masa de su núcleo interno y las capas del manto.

El equipo determinó que Ross 128 tiene niveles de hierro similares a los de nuestro Sol. Aunque no fueron capaces de medir su abundancia de silicio, la relación de hierro a magnesio en la estrella indica que el núcleo de Ross 128 b debería ser más grande que el de la Tierra.

Como conocían la masa mínima de Ross 128b y las abundancias estelares, el equipo también pudo estimar un rango para el radio del planeta, que no es posible medir directamente debido a la orientación de la órbita del planeta alrededor de la estrella.

Un clima templado

Conocer la masa y el radio de un planeta es importante para comprender de qué está hecho, ya que estas dos medidas se pueden usar para calcular su densidad aparente. Además, al cuantificar los planetas de esta manera, los astrónomos se han dado cuenta de que los planetas con radios mayores a 1,7 veces el de la Tierra probablemente estén rodeados por una envoltura gaseosa, como Neptuno, y aquellos con radios más pequeños sean más rocosos, como lo es nuestro propio planeta natal.

El radio estimado de Ross 128 b indica que debe ser rocoso.

Por último, midiendo la temperatura de Ross 128 y estimando el radio del planeta, el equipo pudo determinar qué parte de la luz de la estrella anfitriona debería reflejarse en la superficie de Ross 128 b, revelando que nuestro segundo vecino rocoso más cercano probablemente tenga un clima templado.

«Es emocionante lo que podemos aprender sobre otro planeta al determinar lo que la luz de su estrella anfitriona nos dice sobre la química del sistema», dice Diogo Souto, del Observatorio Nacional de Brasil. «Aunque Ross 128 b no es el gemelo de la Tierra, y todavía hay mucho que desconocemos sobre su potencial actividad geológica, pudimos reforzar el argumento de que es un planeta templado que podría tener agua líquida en su superficie».


          New Analysis of Potentially Habitable Exoplanet Makes Us Hungry for Better Telescopes       Cache   Translate Page   Web Page Cache   

Eleven light-years from Earth, orbiting a dim red star, there’s an exoplanet called Ross 128b that, as we recently reported, has some the best prospects for life of any known distant world. New results may help astronomers figure out what the planet is made of—and they offer more evidence that it might be inside its…

Read more...


          Astrónomos europeos captan una imagen detallada del cúmulo estelar RCW 38 - El Nuevo Diario      Cache   Translate Page   Web Page Cache   

Un equipo de astrónomos logró captar una imagen detallada y colorida del cúmulo de estrellas RCW 38, situado en la constelación de Vela, a 5.500 años luz de distancia de la Tierra, con ayuda del sistema de ondas infrarrojas HAWK-I, informó el Observatorio Europeo Austral (ESO, por sus siglas en inglés).

El dispositivo de ondas infrarrojas, instalado en el telescopio de largo alcance (VLT, por sus siglas en inglés) situado en Paranal (Chile), permitió una imagen nítida que muestra a este cúmulo estelar joven rodeado de nubes de gas intensamente brillantes y detalladas, junto con trazos de polvo oscuro en forma de enredadera en torno al núcleo.

La zona central se muestra cómo una región teñida de azul y habitada por numerosas estrellas jóvenes, calientes y masivas, así como estrellas que se encuentran aún en formación. La radiación que emiten las estrellas provoca que el gas circundante brille de manera intensa, en contraste con las corrientes de polvo cósmico, más frío, que atraviesan la región y brillan en tonos oscuros de rojo y naranja.

Pese a que hay imágenes anteriores de esta región, éstas fueron obtenidas mediante longitudes de onda del rango visible, lo que proporciona imágenes con menos cuerpos estelares, debido a que el polvo y el gas bloquean la visión del cúmulo.

El HAWK-I, por el contrario, permite mirar a través de las franjas de polvo mediante las observaciones con el infrarrojo, el mismo que permite obtener imágenes de galaxias cercanas, grandes nebulosas, estrellas individuales y exoplanetas.

Para conseguir una imagen nítida jugó un papel importante el módulo de óptica adaptativa GRAAL, que mediante el uso de cuatro rayos láser, proyectados en el cielo nocturno, actúan como estrellas artificiales de referencia para corregir los efectos de turbulencia atmosférica.

La imagen fue captada como parte de un conjunto de observaciones de prueba, conocido como verificación científica, de ambos dispositivos, instalados en el telescopio de largo alcance. El Observatorio Europeo Austral es una organización intergubernamental de ciencia y tecnología y opera desde tres sitios, destacados por su calidad para la observación, ubicados en el Desierto de Atacama chileno: La Silla, Paranal y Chajnantor.

El VLT es un conjunto de cuatro "telescopios unitarios", cada uno con un espejo primario de 8,2 metros de diámetro, con los cuales se han podido obtener imágenes de objetos celestes apenas visibles de una magnitud de 30, lo que equivale a ver objetos que son cuatro mil millones de veces más débiles que aquellos que se aprecian a simple vista. EFE


          NASA's Webb Space Telescope to inspect atmospheres of gas giant exoplanets      Cache   Translate Page   Web Page Cache   
(NASA/Goddard Space Flight Center) n April 2018, NASA launched the Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS). Its main goal is to locate Earth-sized planets and larger 'super-Earths' orbiting nearby stars for further study. One of the most powerful tools that will examine the atmospheres of some planets that TESS discovers will be NASA's James Webb Space Telescope. Since observing small exoplanets with thin atmospheres like Earth will be challenging for Webb, astronomers will target easier, gas giant exoplanets first.
          Nearby Alien Planet May Be Capable of Supporting Life      Cache   Translate Page   Web Page Cache   
One of the nearest exoplanets to Earth may be a decent abode for life, a new study suggests.
          Descubre Ross 128b, otro planeta que podría albergar vida      Cache   Translate Page   Web Page Cache   
Por Sputnik Uno de los exoplanetas más cercanos a la Tierra podría albergar vida. Ross 128b, que se encuentra a solo 11 años luz de nuestro planeta, podría ser un mundo rocoso y de clima templado, sugiere un nuevo estudio citado por Space.com. “Aunque Ross 128b no es gemelo de la Tierra, y todavía hay […]
          Nearby Alien Planet May Be Capable of Supporting Life      Cache   Translate Page   Web Page Cache   
One of the nearest exoplanets to Earth may be a decent abode for life, a new study suggests.
          Nearby exoplanet Ross 128 b is looking more and more like Earth’s bigger cousin      Cache   Translate Page   Web Page Cache   
Exoplanet discoveries have been coming fast and furious for several years now, thanks in large part to increasingly power telescope technology that allows us to study the heavens in greater detail than ever. Many of the exoplanets that astronomers spot are very clearly inhospitable to life due to their distance from their star, or the chemical signatures we are able to detect from afar, but Ross 128 b, located just 11 light years away, is much different. Ross 128 b is a planet orbiting the star Ross 128 (see how that works?), and it's within what is known as the "goldilocks" zone, which is the distance from its host star that would make its surface neither too not nor too cold to support life. Scientists have known about Ross 128 b's location for some time already, but new research is giving even more weight to the theory that the planet could indeed be an Earth-alike. Because Ross 128 b is such a rare case — orbiting a bizarrely inactive red dwarf star that is calm enough to potentially allow life to take root on its nearby planet — scientists wanted to figure out what the planet is actually made of. In order to do that, they took a closer look at the star that it orbits. The work was published in Astrophysical Journal Letters. In a planetary system, the star and the planets that surround it are largely made of the same kind of material. The chemical composition of the star is a good indicator for how much of various elements is present within the planets that surround it, and scientists can study the light that the star produces to get a rough idea of what's inside. Ross 128 is looking very, very promising. The star is smaller than our Sun, but it has comparable levels of iron. Combining that with a measurement of the star's magnesium levels, the team was able to determine that its nearby planet is almost certainly rocky, like Earth, and it might even be larger than our own planet. Using size estimates, the planet's levels of heat and light exposure were also calculated, and the planet falls well within the limits to support life as we know it on Earth. "It's exciting what we can learn about another planet by determining what the light from its host star tells us about the system's chemistry," lead researcher Diogo Souto explains. "Although Ross 128 b is not Earth's twin, and there is still much we don't know about its potential geologic activity, we were able to strengthen the argument that it's a temperate planet that could potentially have liquid water on its surface."


Next Page: 10000

Site Map 2018_01_14
Site Map 2018_01_15
Site Map 2018_01_16
Site Map 2018_01_17
Site Map 2018_01_18
Site Map 2018_01_19
Site Map 2018_01_20
Site Map 2018_01_21
Site Map 2018_01_22
Site Map 2018_01_23
Site Map 2018_01_24
Site Map 2018_01_25
Site Map 2018_01_26
Site Map 2018_01_27
Site Map 2018_01_28
Site Map 2018_01_29
Site Map 2018_01_30
Site Map 2018_01_31
Site Map 2018_02_01
Site Map 2018_02_02
Site Map 2018_02_03
Site Map 2018_02_04
Site Map 2018_02_05
Site Map 2018_02_06
Site Map 2018_02_07
Site Map 2018_02_08
Site Map 2018_02_09
Site Map 2018_02_10
Site Map 2018_02_11
Site Map 2018_02_12
Site Map 2018_02_13
Site Map 2018_02_14
Site Map 2018_02_15
Site Map 2018_02_15
Site Map 2018_02_16
Site Map 2018_02_17
Site Map 2018_02_18
Site Map 2018_02_19
Site Map 2018_02_20
Site Map 2018_02_21
Site Map 2018_02_22
Site Map 2018_02_23
Site Map 2018_02_24
Site Map 2018_02_25
Site Map 2018_02_26
Site Map 2018_02_27
Site Map 2018_02_28
Site Map 2018_03_01
Site Map 2018_03_02
Site Map 2018_03_03
Site Map 2018_03_04
Site Map 2018_03_05
Site Map 2018_03_06
Site Map 2018_03_07
Site Map 2018_03_08
Site Map 2018_03_09
Site Map 2018_03_10
Site Map 2018_03_11
Site Map 2018_03_12
Site Map 2018_03_13
Site Map 2018_03_14
Site Map 2018_03_15
Site Map 2018_03_16
Site Map 2018_03_17
Site Map 2018_03_18
Site Map 2018_03_19
Site Map 2018_03_20
Site Map 2018_03_21
Site Map 2018_03_22
Site Map 2018_03_23
Site Map 2018_03_24
Site Map 2018_03_25
Site Map 2018_03_26
Site Map 2018_03_27
Site Map 2018_03_28
Site Map 2018_03_29
Site Map 2018_03_30
Site Map 2018_03_31
Site Map 2018_04_01
Site Map 2018_04_02
Site Map 2018_04_03
Site Map 2018_04_04
Site Map 2018_04_05
Site Map 2018_04_06
Site Map 2018_04_07
Site Map 2018_04_08
Site Map 2018_04_09
Site Map 2018_04_10
Site Map 2018_04_11
Site Map 2018_04_12
Site Map 2018_04_13
Site Map 2018_04_14
Site Map 2018_04_15
Site Map 2018_04_16
Site Map 2018_04_17
Site Map 2018_04_18
Site Map 2018_04_19
Site Map 2018_04_20
Site Map 2018_04_21
Site Map 2018_04_22
Site Map 2018_04_23
Site Map 2018_04_24
Site Map 2018_04_25
Site Map 2018_04_26
Site Map 2018_04_27
Site Map 2018_04_28
Site Map 2018_04_29
Site Map 2018_04_30
Site Map 2018_05_01
Site Map 2018_05_02
Site Map 2018_05_03
Site Map 2018_05_04
Site Map 2018_05_05
Site Map 2018_05_06
Site Map 2018_05_07
Site Map 2018_05_08
Site Map 2018_05_09
Site Map 2018_05_15
Site Map 2018_05_16
Site Map 2018_05_17
Site Map 2018_05_18
Site Map 2018_05_19
Site Map 2018_05_20
Site Map 2018_05_21
Site Map 2018_05_22
Site Map 2018_05_23
Site Map 2018_05_24
Site Map 2018_05_25
Site Map 2018_05_26
Site Map 2018_05_27
Site Map 2018_05_28
Site Map 2018_05_29
Site Map 2018_05_30
Site Map 2018_05_31
Site Map 2018_06_01
Site Map 2018_06_02
Site Map 2018_06_03
Site Map 2018_06_04
Site Map 2018_06_05
Site Map 2018_06_06
Site Map 2018_06_07
Site Map 2018_06_08
Site Map 2018_06_09
Site Map 2018_06_10
Site Map 2018_06_11
Site Map 2018_06_12
Site Map 2018_06_13
Site Map 2018_06_14
Site Map 2018_06_15
Site Map 2018_06_16
Site Map 2018_06_17
Site Map 2018_06_18
Site Map 2018_06_19
Site Map 2018_06_20
Site Map 2018_06_21
Site Map 2018_06_22
Site Map 2018_06_23
Site Map 2018_06_24
Site Map 2018_06_25
Site Map 2018_06_26
Site Map 2018_06_27
Site Map 2018_06_28
Site Map 2018_06_29
Site Map 2018_06_30
Site Map 2018_07_01
Site Map 2018_07_02
Site Map 2018_07_03
Site Map 2018_07_04
Site Map 2018_07_05
Site Map 2018_07_06
Site Map 2018_07_07
Site Map 2018_07_08
Site Map 2018_07_09
Site Map 2018_07_10
Site Map 2018_07_11