Sejarah Freemasonry   

Cache   
Freemasonry adalah organisasi Yahudi Internasional, sekaligus merupakan gerakan rahasia paling besar dan palling berpengaruh di seluruh dunia. Freemasonry terdiri dari dua kata yang di satukan. Free artinya bebas atau merdeka, sedangkan Mason adalah juru bangun atau pembangun.
Tujuan akhir dari gerakan Freemason ini adalah membangun kembali cita-cita khayalan mereka, yakni mendirikan Haikal Sulaiman atau Solomon Temple.



Tentang Haikal Sulaiman atau Solomon Temple ini sendiri banyak sumber yang mendefinisikan berlainan. Salah satu tafsir yang paling populer adalah, bahwa Haikal Sulaiman berada di tanah yang kini di atasnya berdiri Masjidil Aqsha.
Mereka meyakini, tahun 1012 Sebelum Masehi (SM), Nabi Sulaiman membangun Haikal di atas Gunung Soraya di wilayah Palestina. Tapi pada tahun 586 SM, Raja Nebukhadnezar dari Babilonia menghancurkan Haikal Sulaiman ini. Tahun 533 SM, bangunan ini didirikan kembali oleh seorang bernama Zulbabil yang telah bebas dari tawanan Babilonia. Atas kebebasannya itulah, ia membangun kembali Haikal Sulaiman.
Pada tahun ke 70 M, seorang penguasa Romawi menaklukkan Palestina dan membakar serta menghancurkan Haikal Sulaiman ini. Kerusakan terus-menerus dialami setelah penyerbuan Bangsa Hadriyan. Begitu pula saat kekuasaan Muslim, konon Haikal Sulaiman di hancurkan dan sebagai gantinya didirikan Masjidil Aqsha pada abad ke-7.
Tapi tafsir lain tentang hal ini juga mengartikan Haikal Sulaiman juga sebagai wilayah kekuasan yang luas membentang. Bahkan ada yang menariknya hingga sampai wilayah Khaibar, saat kaum Yahudi diusir di zaman Rasulullah Muhammad. Karena itu, mereka meyakini harus menguasai seluruh dunia, bahkan hingga tanah Khaibar, tempat mereka terusir dahulu karena penghianatanya pada Rasulullah dan piagam Madinah.
Dan untuk itulah mereka bekerja dan membangun, yaitu untuk merebut Haikal Sulaiman dan mendirikan kekuasannya secara nyata, serta mempengaruhi pemerintahan dan kekuasan yang mampu mereka pengaruhi. Dan untuk menebar kekuasaan itu, salah satu rintangan besar yang dihadapi oleh gerakan ini adalah agama-agama, terutama agama Samawi atau agama-agama wahyu, Kristen dan Islam.
Sebelum kaum muslimin sadar tentang bahaya gerakan Freemason, perlawanan terhadap organisasi ini terlebih dulu dilakukan oleh kalangan pemimpin gereja. Perlawanan gereja Katholik ini terjadi karena Freemason telah menjadi organisasi tempat berkumpulnya kaum anti-agama. Dalam sebuah artikel berjudul The Earlier Period Of Freemasonry yang di Mimar Sinan, turki, Freemason disebut sebagai tempat berkumpul para anggota Mason yang mencari kebenaran di luar gereja. Dan ini menjadikan awal abad-18 sebagai tahun-tahun yang penuh pertarungan antara gereja Katholik dengan Freemason di Eropa. Sejak awal berdirinya, Fremason telah menyokong kebebasan beragama, sama persis dengan yang terjadi belakangan ini di berbagai negara, liberalisasi keagamaan.
Freemason berdiri di Inggris secara resmi pada tahun 1717. Tapi tampaknya, sebelum tahun itu pun, Freemasonry telah eksis. Bahkan sejak abad sebelumnya. Tahun 1641, seorang keluarga kerajaan Inggris, Robert Moray tercatat sebagai anggota cabang Freemason di Edinburg, tepatnya 20 Mei 1641. nama lain yang juga tercatat sebagai anggota Freemason sebelum tahun 1717 adalah Elias Ashmole tercatat sebagai anggota Freemasonry di Lanchasire pada 16 Oktober 1646. Dan ia juga salah seorang dari royal family atau keluarga kerajaan.
Dari catatan di atas, sebetulnya bisa ditarik kesimpulan bahwa tahun 1717 hanya tahun pemantapan saja dari tahap-tahap yang telah dilakukan oleh gerakan Freemson. Tahun ini dijadikan sebagai tahun ekspansi untuk melakukan dan menancapkan pengaruh mereka di seluruh dunia.
Tahun 1717 ini dijadikan sebagai tonggak bagi Freemason unuk memulai perangnya yang akan sangat panjang kepada umat beragama dan kepada agama itu sendiri. Seorang kepala gereja protestan di London yang bernama Anderson dan berdarah Yahudi menjadi motor penggeraknya pada 24 Juni 1717. Pada momentum inilah Freemason mendirikan Grand Lodge of England dengan menggabungkan empat lodge menjadi satu.
Banyak sumber Freemason menjelaskan bahwa sejarah berdirinya gerakan ini berakar jauh dan bisa dilacak hingga ke masa Ordo Knight of Templar saat perang Salib di Yerusalem, Palestina. Saat Paus Urbanus II, tahun 1095, usai Konsili Clermont menyerukan Perang Suci atau Crusade dan memobilisasi kaum Kristiani di seluruh Eropa untuk turut berperang merebut Yerusalem kembali dari kekuasaan Muslim. Paus Urbanus II membakar emosi massa dengan cara mengabarkan kabar bohong. Ia mengatakan umat Kristen di Palestina telah dibunuh, dibantai dan dibakar di dalam gereja-gereja oleh pasukan Turki Seljuk yang Muslim. Ia juga membakar kemarahan kaum Kristiani dengan mengatakan bahwa kaum kafir (Muslim Turki, pen.) telah dan sedang menguasai makam Yesus Kristus.
Paus UrbanusII menyerukan agar seluruh pertikaian yang terjadi selama ini antar pemeluk dan kesatrian Kristen harus diakhiri, karena ada musuh yang lebih berbahaya dan harus segera dihancurakan: Islam dan kaum Muslimin. Ia juga mengiming-iming dengan bujukan surgawi, bahwa siapa yang berangkat ke medan perang kan dibebaskan dari seluruh dosa dan di jamin akan mendapat surga. Hasilnya, ribuan kaum Kristiani berangkat menuju Palestina dengan kemarahan. Dan setibanya di sana, terjadi pembantaian besar-besaran atas penduduk Yerussalem dan Palestina.
Selama dua hari penyerbuan terjadi pembantaian yang tak bisa diterima akal sehat dan rasa kemanusiaan. Sebanyak 40.000 penduduk Palestina terbantai. Beberapa sejarawan menggambarkan, saat itu darah menggenangi tanah Yerusalem. Ada yang menyebut darah menggenang setinggi mata kaki, bahkan ada yang menggambarkan darah menggenang hingga lutut manusia dewasa. Tentara berperang dengan motivasi mendapatkan emas dan permata, dan juga banyak para kesatria Prancis tercatat membelah perut korban-korban mereka. Merka mencari emas atau permata yang kemungkinan di telan penduduk Palestina sebagai upaya penyelamatan harta.
Setelah mereka menguasai tanah Palestina, pasukan Salib yang terdiri dari banyak unsur mulai mendirikan kelompoknya masing-masing. Mereka tergabung dalam ordo-ordo tertentu. Para anggota ordo ini datang dari seluruh tanah Eropa, yang ditampung di biara-biara tertentu dan berlatih cara-cara militer di dalam biara tersebut. Dan satu dari sekian ordo yang sangat mencuat namanya adalah Ordo Knight of Templar.
Knight of Templar juga disebut sebagai tentara miskin Pengikut Yesus Kristus dan Kuil Sulaiman. Disebut miskin karena tergambar dari logo yang mereka gunakan, seperti dua tentara yang menunggang seekor keledai. Untuk menunjukkan bahwa mereka miskin, sampai-sampai satu keledai harus dinaiki dua orang tentara Knight of Templar. Bahkan tercatat, mereka dipaksa untuk makan tiga kali saja dalam semingu. Sedangkan nama Kuil Sulaiman mereka pakai karena mereka menjadikan markas mereka yang dipercayai sebagai situs runtuhnya Kuil Sulaiman atau Solomon Temple. Tapi sesungguhnya, pemilihan markas di bukit ini bukan sebuah kebetulan yang bersifat geografis semata, karena para pendiri ordo Knight of Templar sesunguhnya punya cirta-cita sendiri untuk mengembalikan kejayaan dan berdirinya Kuil Sulaiman sebagai tempat suci kaum Yahudi atau tempatnya kaum Mason. Sepanjang bisa terlacak, pendiri ordo ini adalah dua kesatria Prancis, yaitu Hugh de Pavens dan God frey de St Omer. Spekulasi dari kalangan sejarawan mengatakan, bahwa ada darah-darah Yahudi yang mengalir dalam tubuh dan cita-cita para pendiri Ordo Knigh of Templar. Para perwira tinggi Kristen tersebut, sesungguhnya proses convertion yang mereka lakukan hanyalah cara untuk menyelamatkan diri, dan sesungguhnya mereka masih berpegang teguh pada doktrin-doktrin Yahudi, terutama Kabbalah.
Meski mereka menamakan diri sebagai tentara miskin, sesunguhnya mereka tidak miskin sama sekali. Atau setidaknya, masa miskin itu hanya mereka rasakan di awal-awal berdirinya Knight of Templars. Dalam waktu yang singkat mereka mampu menjadi sangat kaya raya dengan jalan melakukan kontrol penuh terhadap peziarah Eropa yang datang ke Palestiana. Salah satunya adalah dengan cara merekrut anak-anak muda putra para bangsawan Eropa yang tentu saja akan melengkapi anak mereka dengan perbekalan dana yang seolah tak pernah kering jumlahnya. Mereka juga disebut sebagai perintis sistem perbankan pertama pada abad pertengahan.
Saat itu banyak orang-orang Eropa yang ingin pindah atau setidaknya berziarah ke Palestina. Dan tentu saja perjalanan yang jauh dari Eropa memerlukan bekal yang tidak sedikit. Ada yang membawa seluruh harta mereka dalam perjalanan, tapi karena tentara Salib disepanjang perjalanan hidup dalam kondisi ayng sangat mengenaskan dan mereka sangat tergiur oleh harta kekayaan, tidak jarang terjadi perampokan bahkan saling bunuh antar orang Kristen disepanjang perjalanan menuju Palestian. Lalu ditemukan cara, para peziarah tidak perlu membawa harta mereka dalam perjalanan. Mereka hanya perlu menitipkannya pada sebuah perwakilan Templar di Eropa, mencatat dan menghitung nilainya dan mereka berangkat ke Palestina berbekal catatan nilai harta yang nantinya akan ditukarkan dengan nilai uang yang sama di Palestina. Gerakan ini banyak didominasi oleh Ordo Knight of Templar yang membuat mereka sangat kaya raya karena mendapat keuntungan dari sistem bunga yang mereka kembangkan. Dan inilah embrio atau cikal bakal perbankan yang kita keanl sekarang.
Markas Knight of Templar di Prancis menjadi rumah penghimpunan harta terbesar di Eropa. Lambat laun mereka menjadi bankir bagi para Paus dan Raja. Bagaimana tidak cepat kaya, setiap tahunyya King Henry II of England mendonasikan uang untuk menanggung biaya hidup 15.000 tentara Knight of Templar dan juga Knight Hospitaler selama mereka berperang dalam Perang Salib di tahun 1170. Untuk menggambarkan betapa besarnya institusi perbankan yang dijalankan Templar, pada saat itu organisasi ini memiliki 7.000 pegawai lebih hanya untuk mengurusi masalah keuangan. Mereka juga memiliki tak kurang dari 870 istana, kastil, dan rumah-rumah para bangsawan yang terbentang dari London hingga Yerusalem.
Karena ordo ini sangat berkuasa, lambat laun mereka mulai menampakkan ciri aslinya, yakni sebagai penganut Mason. Mereka mengembangkan doktrin dan ajaran mistik, juga kekuatan sihir di biara-biara mereka. Mereka memuja setan dan mendatangkan roh-roh untuk berkomunikasi. Apa yang mereka praktikkan ini disebut sebagai Kabbalah, sebuah tradisi mistik Yahudi kuno yang telah berkembang bahkan sejak zaman sebelum Fir’aun.
Mengetahui hal ini, Raja Prancis Philip le Bel, pada tahun 1307 mengeluarkan seruan untuk menangkap dan membubarkan ordo Knight of Templar karena dituduh telah melakukan bid’ah. Dalam perkembangannya, Paus Clement V turut bergabung untuk memerangi kaum Mason ini dengan mengeluarkan kembali vonis inquisisi. Terjadi banyak penangkapan dan interogasi, dan beberapa pimpinan Ordo Knight of Templar yang bergelar Grand Master (penyebutan ini masih dipakai sebagai tingkat tertinggi dalam gerakan Freemasonry sampai sekarang, pen) ikut menjadi korban. Dari beberapa penangkapan dan interograsi didapatkan keterangan bahwa anggota-anggota Templar telah melakukan kejahatan seksual terhadap beberapa perempuan bangsawan, melakukan sodomi, menyembah kucing, memakan daging teman-teman mereka sendiri yang sudah mati. Bahkan salah seorang saksi mata mengatakan, para Templar memperkosa perawan-perawan hingga hamil dan bayinya dibunuh dengan cara yang sadis untuk kemudian di bakar dan diambil minyaknya, dijadikan minyak suci untuk persembahan para pemimpin mereka.
Pada tahun 1307, Raja Philip IV memerintahkan penangkapan Jacques de Molay. Dan setelah melalui penyiksaan demi penyiksaan, de Molay mengakui segala ritual bid’ah yang dilakukan oleh Ordo Templar. Pada tahun 1312, Ordo Knight of Templar dilarang dan dibubarkan. Dan atas perintah Gereja dan Raja , dua tahun kemudian, yaitu pada tahun 1314, para pimpinan Templar dihukum mati, termasuk Jacques de Molay, salah satu Grand Master terpenting Ordo Templar. Jacques de Molay sendiri divonis sebagai heretic (bid’ah) atau kafir dan dihukum dengan cara dibakar hidup-hidup di depan raja Philip IV. Dan sebelum menghembuskan napasnya, de Molay mengeluarkan kata-kata bahwa Raja Philip dan Paus Clement harus mengikutinya, mati, dalam waktu satu tahun. Dan sejarah mencatat, Raja Philip IV meninggal tujuh bulan kemudian, disusul Paus Clement sebulan setelah Raja Philip mangkat.
Setelah itu terjadi pemusnahan besar-besaran, sekali lagi atas kaum Yahudi, dan kali ini bermula dengan kasus Knight of Templar atau kaum Mason. Pemusnahan ini tak hanya terjadi di Palestina, tapi juga terjadi di Eropa. Mereka diburu untuk ditangkap dan dibunuh. Sampai akhirnya mereka berhasil melarikan diri dan mendapat perlindungan dari Raja Skotlandia, Robert The Bruce yang dilantik dan menduduki singgasana Raja pada tahun 1306. Dan di tanah baru ini pula mereka menyusun kekuatan kembali. Dan Skotlandia menjadi salah satu yang menentukan dalam perkembangan gerakan Freemason.
Versi yang lebih tua dari sejarah Freemason adalah kisah yang menyebutkan pembentukan Freemasonry pada zaman Raja Israel, Herodes Agripa I yang meninggal pada tahun 44 Masehi. Freemason pada zaman ini dibentuk untuk membendung ajaran agama yang disampaikan oleh Nabi Isa as. Konon waktu itu namanya The Secret Power atau kekutan yang Tersembunyi.
Tujuan utamanya adalah memusuhi pengikut Nabi Isa, menculik mereka, membunuh, melarang penyebaran agama baru tersebut, termasuk membunuhi baya-bayi Kristen. Tapi, berkenaan dengan segala kesadisan yang dilakukan Herodes ini, para sejarawan dunia, meyakini bahwa hal tersebut hanyalah mitos belaka dalam tradisi agama Kristen. Herodes Agripa I menjalankan segala misi The Secret Power ini dibantu dua pengikut setianya, Heram Abioud sebagai Wakil Presiden gerakan dan Moab Leumi sebagai pemegang rahasia utama gerakan ini. Tapi beberapa anggota Freemason juaga mempercayai dan menarik sejauh mungkin sejarah mereka ke masa lalu, bahkan hingga ke zaman Fir’aun. Itu pula yang menjadi salah satu penjelasan mengapa mereka kerap kali menggunakan simbol-simbol Mesir Kuno dalam tradisi dan aktivitas ritual mereka, seperti penggunaan Dewa Horus, Piramida, Matahari dan berbagai simbol Mesir lainnya. Penggunaan ini bermula dari penggalian Kuil Sulaiman oleh para Templa dan penemuan doktrin dan ajaran Kabbalah yang terus-menerus mereka eksplorasi dan diajarkan dari mulut ke mulut. Penggalian ini begitu serius mereka lakukan sehingga kelak akan mempengaruhi cara pandang kaum Templar dan juga rencana mereka pada kehidupan dunia.
Bahkan yang cukup mengejutkan adalah, dalam manuskrip-manuskrip kuno Mason dikatakan, orang pertama Mason adalah Adam! Kejadian itu berawal ketika Adam dan Hawa memakan daun dari pohon terlarang di taman surga. Daun yang disebut sebagia daun pengetahuan, dan karena itu pula Tuhan mereka melarang mereka memakannya. Dr.Albert Mackei, seorang anggota Mason dengan tingkatan 33 derajat dalam Encyclopedia of Freemasonry manuliskan, daun pengetahuan itu kelak diturunkan pada dua anak Adam dan Hawa, Seth dan Nimrod dengan kisah The Tower of Babel. Kedua anak ini pula menyusun bahasa untuk ilmu pengetahuan yang akan diturunkan kepada manusia-manusia berikutnya. Tapi, dalam perkamen-perkamen tua itu disebutkan bahwa, Tuhan dengan sengaja mengacaukan bahasa manusia yang mengakibatkan rahasia ilmu pengetahuan, yang diturunkan Adam dengan memakan daun dari pohon terlarang, hilang dan tak diketahui manusia-manusia setelah Seth dan Nimrod. Dan itu pula yang menjadi alasan kedua kaum ini memerangi Tuhan.
Bahkan menurut Talmud, setan-setan adalah keturunan dari Adam dan Hawa. Setelah Adam diusir dari surga, ia enggan mencampuri istrinya, Hawa. Dan pada saat itulah, dua setan perempuan mendatanggi Adam yang langsung digauli keduanya oleh Adam. Dalam Talmud disebutkan, Adam menggauli setan perempuan bernama Lelet selama lebih dari 130 tahun lamanya dan melahirkan banyak anak-anak setan begitu pula dengan Hawa selama ditinggal oleh Adam, Hawa juga digauli oleh setan laki-laki dan melahirkan banyak anak setan.

http://sejarah.kompasiana.com/2012/03/14/sejarah-freemasonry/


          

Kopi Luwak ( Luwak Coffee / Civet Coffee )   

Cache   

Kopi Luwak ( Luwak Coffee / Civet Coffee )

Paradoxurus Hermaphroditus


An Indonesian Island Treasure
Excerpts taken from a special article in Cafe Olé Magazine
by Chris Rubin

Some coffee varieties have earned a special reputation, often based on a combination of rarity, unusual circumstances and particularly good flavor. These coffees, from Jamaican Blue Mountain to Kona to Tanzanian Peaberry, command a premium price.

But the rarity, unique flavors and interesting background of Kopi Luwak are unlikely to be matched by an other. Its price is unmatched as well: Kopi Luwak wholesales for about $110 per pound, unroasted.

Kopi is the Indonesian word for coffee. Kopi Luwak comes from the islands of Sumatra, Java and Sulawesi (formerly Celebes), which are part of the Indonesian Archipelago's 13,677 islands. (Only 6,000 of these islands are inhabited.)

But it's not strictly the exotic location that makes these beans worth their weight in silver. It's how they're "processed."

On these Indonesian islands, there's a small marsupial called the paradoxurus, a tree-dwelling animal that is a kind of civet. These catlike animals were long regarded as pests because they would climb in the coffee trees and eat only the ripest, reddest coffee cherries.

What these animals eat, they also digest and eventually excrete. Some brazen or desperate locals gathered the beans, which come through the digestion process fairly intact, still wrapped in layers of the coffee cherry mucilage. Apparently the enzymes in the stomach of the animal add something unique to the coffee's flavor through fermentation.

This "harvesting" practice has grown to the point that the beans are now available for sale, and they are now the world's priciest specialty coffee. Japan buys the bulk of Kopi Luwak, but M.P. Mountanos Inc., the first importer in the United States to bring in this rare bean, just imported 70 kilos after a seven-year search for a reliable and stable supplier.

Half Pound Unprocessed Kopi Luwak

One Pound Unprocessed Kopi Luwak

Quarter Pound Kopi Luwak Robusta Pouch

``It's the rarest beverage in the world", according to M.P. Mountanos President Mark Mountanos.

Richard Karno, owner of The Novel Café in Santa Monica, California, got a flyer from Mountanos' about Kopi Luwak and "thought it was a joke." But Richard was intrigued, found it was for real, and ordered a pound for a tasting.

He sent out releases to the local press and invited them to a cupping. When no one responded, he roasted it and held a cupping for himself and his employees.

Richard is a very enthusiastic convert to Kopi Luwak. " It's the best coffee I've ever tasted. It's really good, heavy with

a caramel taste, heavy body. It smells musty and junglelike green, but it roasts up real nice. The Los Angeles Times didn't come to our cupping, but they ran a bit in their food section, which hit the AP wire service." Richard and the folks at M.P. Mountanos have been inundated with calls ever since.

Mark Mountanos calls Kopi Luwak "the most complex coffee I've ever tasted," attributing this complexity to the natural fermentation it undergoes in the paradoxurus' digestive system. The stomach acids and enzymes the beans ferment in have a very different affect than fermenting beans in water.

Mark says, "It has a little of everything pleasurable in all coffees: earthy, musty tone, the heaviest bodied I've ever tasted. It's almost syrupy, and the aroma is very unique." While it won't be turning up in every neighborhood café any day soon, Mark reports that Starbucks bought some for cuppings within the company.

Mini Arabica Gift Box

In fact, most of Mountanos' customers have bought it for special cuppings.

Owner of The Coffee Critic, Linda Nederman carries Kopi Luwak in her Ukiah, California, store. Linda says that most of the people who try it are longtime customers of The Critic, and they're "game to try something different and unusual. I've never had anybody complain; they all seem to feel it's worth the price."

Linda also carries Jamaica Blue Mountain, Burundi Superior AA and Brazil FVA Natural Dry, so her customers are used to fine and exotic coffees. Still, she reports, many are afraid to try Kopi Luwak.

Intrigued by the hype, I drove out to the Los Angeles warehouse of M.P. Mountanos to cup some Kopi with company broker Andrew Vournas.

The green beans, which range in size from tiny to elephant, have a faint smell that hints of a zoo or stables. He lightly roasted about 21 grams, enough for three cups, in a jabez Burns two-barrel sample roaster, a rare and beautiful machine dating from the 1930s.

Andrew gave the beans a light roast* — just after the second popping — to accentuate the specific flavors of this rare coffee; a darker roast would obliterate the subtler flavors and replace this coffee, like most Indonesians, has lots of moisture and roasts nicely.

Andrew mixed 7 grams of the coarsely ground beans with 4 ounces of water in each of three cups.

The aroma was rich and strong, and the coffee was incredibly full bodied, almost syrupy. It was thick, with a hint of chocolate, and lingered on the tongue with a long, clean aftertaste.

It was definitely one of the best cups I've every had; but at these prices, I'll invest in precious metals before I start buying by the pound.

~Chris Rubin~

Quarter Pound Arabica Gift Box


Coffee! highly caffeinated beverage ecstasy ranked second this world, one level below the white water in terms of consumption. No fewer than two million people every day drinker, coffee became the third largest primary commodity below, oil and gas.
Because of its popularity, it's no surprise that there are tens, even hundreds of new varieties found intentionally or not appear. Starting from the known to the Arabica coffee, Yamen Mocha, Java, Oxaca, etc.. All types of seed varieties, the race - a race to supply the coffee, meet the high demand from various countries around the world.

Brazil, known as the largest coffee producing country in the world. The country is supplying two thirds, or about 67.77% in terms of exporting coffee. Next is the country of Kenya. Country located in eastern Africa relies on coffee as its main commodity.
While Indonesia, according to FAO statistics, at number three, as a supplier of world coffee. Incidentally, there were three types of superior varieties of this country are very famous and desired by the kafeinisme world, the nickname given to people - people drink coffee fans.
Into three types of coffee are known as the coffee of Sumatra (Mandheling Lintong), Sulawesi, and Civet.

Sumatra coffee is of superior varieties from Indonesia. At planting in the uplands, making it a sharp aroma, strong and slightly acidic. Sumatra coffee is what is the type of material in the manufacture of goods or any Espresso Doppio (double espresso) that has a strong aroma of black, eliminating drowsiness.
As for the fans of Star Bucks. World famous coffee shops, which have no less 100 outlets spread across every country, certainly not foreign to the taste of coffee Sulawesi. Yup ..! Sulawesi coffee, better known abroad Village Coffee called by Star Buck is used as a raw material mix their drinks range. Starting from Latte Macchiato, Viennese roast, Hazelnut chereme, etc..
Because of high demand from Japan, Star Buck was even willing to spend them for the sake of patenting this Sulawesi coffee.

While the latter is Luwak Coffee.
Some of us may still feel unfamiliar with the name of this coffee, some may only know as the label coffee sold in supermarkets. Actually, such as whether this coffee? Perhaps, Luwak Coffee is the most peculiar types of coffee in Indonesia, even in the world.
Why?
Because the process of picking Luwak coffee beans is very different from coffee - another coffee.
Coffee is generally harvested first and then seeds harvested when ripe. Meanwhile, the plucking process Luwak coffee, in a way is a bit disgusting. Whereby when the beans are ripe, the farmers took off Civet (a type of civet or civet) to eat the seed - seed that fell. After that they are waiting for the Luwang remove dirt. Well! coffee beans that come out along with the dirt that's Civet taken for further processing.

Many people who doubted this crate for fermentation. However, researchers in Canada's research proves, that the protein content in the Luwak's stomach, making the beans ferment and mature more perfect. Thus, the resulting taste much better and solid than coffee - coffee the other.
There was once a researcher from the UK dating far - far down over the java just to prove the truth of myth Luwak coffee. However, up to one month old she went around Java, no one who can show the existence of such Luwak coffee. So he says that myth Luwak coffee is just a lie "it's a big Scam."

However, as the saying goes. Dogs barking khafilah passed, Luwak Coffee has entered into a list of the most enjoyable coffee and the most wanted. The price in the world market soared. 635 U.S. dollars must be spent to get one kg of coffee Luwak. In America alone, for Luwak coffee tasting, we had to spend 50 U.S. dollars, when in the rupiah exchange rate, prices range from approximately 400-500 thousand rupiah. ONLY FOR ONE CUP! is equivalent to the price of two ribs Toni Romas, who sepiringnya worth 200 thousand. Figures are fantastic just to sip a cup of coffee.
This phenomenal coffee had even become hot topic in America, and went on Oprah Winfrey Show. Events Realiti Americans who guided Oprah show was watched by no fewer than four million people every day.

It seemed, when talking about Luwak coffee, people are no longer talking about myth. Myth or not, Luwak coffee from Indonesia is already a go-international, and holds a degree as the most expensive coffee and weirdest in the world.

More information click here :
http://AremaOkeShop.tokopedia.com
http://AremaMovie.co.nr
http://BaliForever.co.cc
http://BaliForever4U.blogspot.com
http://MalangOke.blogspot.com
http://MalangOkeKu.blogspot.com
Free Adult Movies
Free Porn Movie Clip and Full Movie Download (18+ Download Only)

          

Misteri Pohon Bulu Penyembuh Bisul di Wonogiri   

Cache   

Wonogiri - Pohon besar di depan SDN Karangtengah, Jaten, Selogiri, Wonogiri, menjadi tempat berteduh yang asyik dari terik matahari. Usai jam sekolah, tak jarang anak-anak SD kerap bercengkerama di bawahnya. Namun siapa yang sangka, di balik kesan teduhnya pohon bulu itu menyimpan sekelumit kisah misteri. 

Warga sekitar menyebut pohon tersebut danyangan. Usianya lebih dari 100 tahun, sehingga memiliki diameter pohon yang sangat besar. Lingkar area bawah pohon mencapai 56 langkah orang dewasa. Tingginya mencapai puluhan meter. Saat daun tak meranggas, pohon tua itu seperti payung raksasa. Area yang dipayunginya bahkan mencapai ratusan meter persegi.

Tumi (65), warga sekitarmengatakan, tidak ada yang tahu siapa penanam pohon tersebut. Namun dirinya memperkirakan usia pohon bulu itu sudah lebih dari 100 tahun.

Dia menyebut pohon itu sudah ada sejak tiga atau empat generasi keluarga sebelumnya. Sebagian warga meyakini pohon itu keramat. Setiap malam satu Sura warga menggelar acara di area sekitar pohon.

"Kalau dulu banyak yang masih ritual di pohon itu. Biasanya orang yang menggelar hajatan. Dulu pada hari tertentu juga ada yang ritual minta sesuatu. Tapi sekarang tidak lagi yang seperti itu. Kegiatan hanya saat malam satu Sura," kata Tumi seperti dikutip Solopos, Selasa (8/10/2019).

Menurutnya pohon di depan rumahnya itu punya sifat baik. Cabang pohon berukuran besar yang kering kadang jatuh. Namun, dari dulu hingga sekarang tidak pernah ada korban jiwa maupun luka.

Padahal, setiap hari ada orang yang berada di bawah pohon tua itu, seperti anak-anak SDN Karangtengah bermain di sekitar pohon dan para orang tua yang menunggu anak-anaknya pulang sekolah di bawah pohon itu. Bahkan, setiap saat ada warga yang melintas di jalan dekat pohon.

"Cabang pohon kalau jatuh pasti pas tidak ada orang. Padahal, peristiwa seperti itu bisa terjadi sewaktu-waktu. Warga meyakini pohon ini mengayomi, sifatnya baik. Jadi, orang tak khawatir saat berada di dekatnya," katanya.

Dia menceritakan pernah ada kejadian aneh lainnya. Dahulu ada orang dari luar Wonogiri yang mengambil getah pohon bulu itu untuk mengobati udun atau bisul yang tak kunjung sembuh. Dia melakukan hal itu atas petunjuk orang sakti.

Saat akan mengambil getah itu, salah satu orang berbincang dengan Tumi. Tak lama setelah diobati, bisul itu sembuh. Kemudian ada orang yang menemui Tumi dan memberi uang sebagai bentuk syukur. Namun, Tumi menolaknya.

"Dulu ada cabang pohon yang menjuntai ke jalan. Warga tak ada yang berani memotong. Lalu minta bantuan orang pintar. Alhamdulillah setelah itu tetap tak terjadi apa-apa," kata Tumi.

Baca juga berita Solopos.com lainnya di sini.

Simak juga video pilihan berikut ini:


Next Page: 25

© Googlier LLC, 2019