Editorial – BeritaMujizat
Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan
Sat, 16 May 2020 00:10:29 +0000
en-US
hourly
1
Editorial – BeritaMujizat
32
32
110225482
Menuju Pentakosta 2020, Permulaan Normal Baru
/menuju-pentakosta-2020-permulaan-normal-baru/
Sat, 16 May 2020 00:10:29 +0000
BeritaMujizat.com – Editorial – Bulan ke-5 tahun 2020 segera berakhir. Sejak awal tahun, goncangan karena virus Corona, yang dikenal sebagai Covid19 telah menjadi pandemi global. Untuk Indonesia, sejak Februari 2020, Corona mulai masuk, dan Maret 2020 isolasi, slow down, sampai PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) mulai dijalankan. Dan tulisan ini ditayangkan, 16.456 terkontaminasi, 3803 sembuh, 1076 …
The post Menuju Pentakosta 2020, Permulaan Normal Baru appeared first on BeritaMujizat.
]]>
BeritaMujizat.com – Editorial – Bulan ke-5 tahun 2020 segera berakhir. Sejak awal tahun, goncangan karena virus Corona, yang dikenal sebagai Covid19 telah menjadi pandemi global. Untuk Indonesia, sejak Februari 2020, Corona mulai masuk, dan Maret 2020 isolasi, slow down, sampai PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) mulai dijalankan. Dan tulisan ini ditayangkan, 16.456 terkontaminasi, 3803 sembuh, 1076 meninggal, dan 11.617 dirawat. Goncangan yang seperti dinubuatkan sejak 2019. sudah dan sedang terjadi (Rick Ridding, Visions of Increasing Shakings in the Nations)
Baca : Goncangan Di Awal 2020, Apa Mau Tuhan?
Selama 3 bulan Maret – Mei, secara rohani, sampai ekonomi dan sosial masyarakat mengalami apa yang dunia sepakat disebut new normal atau normal yang baru. Secara profetis, setelah paskah 14-15 Nissan 5780 (8-9 April 2020) selama 50 hari menuju Shavout 5780 (Pentakosta 2020), secara global, nasional, sampai personal Tuhan menyingkapkan pesan-pesan, dan memulai koneksi-koneksi Ilahi yang baru untuk membangun platform Ilahi yang baru.
Hari-hari ini kita tidak sedang membaca sejarah, tapi kita sedang hidup dalam sejarah baru, bahkan bagi yang sudah di posisi yang tepat, bersama Tuhan kita sedang menuliskan sejarah-sejarah baru yang dunia sedang mencatat. Tuhan sedang membuka mata dunia, membuktikab bahwa Dia adalah Tuhan yang hidup.
Setelah kebangkitan Yesus Kristus, selama 40 hari, hal yang hampir sama terjadi. Hari-hari itu Tuhan memberitakan, dan membuktikan bahwa Dia hidup, tidak mati.
Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. (Kis 1:3)
Setelah itu selama 10 hari terakhir, para murid bertekun dan sehati di loteng Yerusalem menantikan Sang Penolong, yaitu Roh Kudus (Kis 1: 4,14). Sehingga akhirnya sebuah era baru, normal baru, Hari Pentakosta terjadi. Dimulainya normal baru, kehidupan tanpa kehadiran Yesus secara fisik, tapi secara rohani, Roh Kudus memimpin para Rasul untuk membangun dasar-dasar apostolik profetik Ekklesia, diatas batu penjuru yaitu Yesus Kristus sendiri.
Shavout 5780, Pentakosta 2020
Hari Raya orang Israel Passover digenapi dengan Paskah ketika Yesus mati dan bangkit untuk kita. Musa dan Israel melalui laut merah, dan mengubur Firaun dan Mesir, Yesus memimpin umat manusia melewati kematian, mengubur masa lalu.
Demikian juga dengan Shavout atau hari raya Tujuh Minggu, setelah Passover, 50 hari setelah Paskah, Roh Kudus turun melahirkan Gereja Apostolik yang pertama. Hari itu disebut oleh orang Yunani Hellenistik sebagai Pentakosta (πεντηκόστη, “hari kelima puluh”).
Penggenapan-penggenapan (fulfillment) itu memperlihatkan bahwa setiap nubuatan ada “hitungannya”, hari-hari kita tidak sekedar berjalan, tapi memiliki perhitungan-perhitungan Ilahi.
Hari raya Tujuh Minggu, yakni hari raya buah bungaran dari penuaian gandum, haruslah kaurayakan, juga hari raya pengumpulan hasil pada pergantian tahun. (Kel 34:22)
Tujuh minggu harus kauhitung: pada waktu orang mulai menyabit gandum yang belum dituai, haruslah engkau mulai menghitung tujuh minggu itu. Kemudian haruslah engkau merayakan hari raya Tujuh Minggu bagi TUHAN, Allahmu, sekedar persembahan sukarela yang akan kauberikan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. (Ul 16:9-10)
Seperti Daud mengatakan, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (Maz 90:12). Istilah hati yang bijaksana adalah Chokmah dalam bahasa Ibrani, yang pertama kali disebut dalam Kel 28:3 yang diterjemahkan Spirit of Wisdom (KJV) atau Roh Keahlian (TB)
Haruslah engkau membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, sebagai perhiasan kemuliaan. Haruslah engkau mengatakan kepada semua orang yang ahli, yang telah Kupenuhi dengan roh keahlian, membuat pakaian Harun, untuk menguduskan dia, supaya dipegangnya jabatan imam bagi-Ku. (Kel 28:2-3)
Kita sering lupa menghitung, sehingga kehilangan kairos-kairos Tuhan. Covid19 telah memberi kesempatan kepada kita untuk memperbaiki cara kita mengikut Yesus. Bukan lagi didorong dengan aktivitas, program, dan tujuan-tujuan organisasi, tapi digerakkan dengan iman untuk menjadi bagian dari penggenapan-penggenapan FirmanNya di jaman ini. Dan itu hanya bisa terjadi apabila kita menghitung hari, dan kemudian menyelaraskan diri dengan kalander dan agenda Ilahi.
Melakukan Bagian Kita
17 -27 Mei 2020 adalah 10 hari sebelum Savaout 5780 (28 Mei 2020). Seperti murid-murid di loteng Yerusalem, bagian kita adalah bertekun dan sehati. Ini waktunya kita memberikan yang terbaik dalam hidup kita untuk mencari Tuhan, dan masuk hadiratNya di tempat rahasiaNya.
Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus. (Mar 14:7)
Seperti perempuan di Betania, selama 10 hari pentakosta, kita perlu ambil posisi rohani, dan mengambil bagian kita untuk membawa, memecahkan, dan mencurahkan “narwastu murni”.
Wangi-wangian yang paling mahal, dan paling murni, adalah penyembahan dari hati yang tulus, dan kehidupan yang suci dan kudus.
Ketika dunia disibukkan untuk mencari vaksin, mengatur ulang ekonomi, menjaga pertahanan, menenangkan masyarakat, dunia tidak akan bisa melakukan itu apabila kita sebagai Ekklesia tidak mengambil bagian kita untuk standing in the gap (Yeh 22:30), dan mulai menghitung hari-hari kita dan menjadi bagian dari penggenapan FirmanNya.
Penulis : Hanny Setiawan
Keterangan:
Selama 17 -27 Mei 2020, Watchmen for Nations akan secara online menggerakan bangsa-bangsa untuk memberikan penyembahan kepada Tuhan sebagai tindakan iman memberikan narwastu murni, menyiapkan pencurahan Roh Kudus di Savout 5780, Pentakosta 2020. (10-Day Perfume of Nations)
The post Menuju Pentakosta 2020, Permulaan Normal Baru appeared first on BeritaMujizat.
]]>
7214
Goncangan Di Awal 2020, Apa Mau Tuhan?
/goncangan-di-awal-2020-apa-mau-tuhan/
Sat, 29 Feb 2020 01:14:25 +0000
BeritaMujizat.com – Editorital – Tahun 2020 adalah awal dekade ke-3 abad ke-21. Bill Hamon dari Christian International pernah menyatakan pesan Tuhan bahwa sebelum abad ke-21, setiap 100 tahun ada perubahan dan pergeseran (shifting), tapi setelah memasuki tahun 2000 milinium baru, setiap 10 tahun akan ada yang perubahan. 10 tahun lalu, Kingdom Family (aka. Fire Generation), …
The post Goncangan Di Awal 2020, Apa Mau Tuhan? appeared first on BeritaMujizat.
]]>
BeritaMujizat.com – Editorital – Tahun 2020 adalah awal dekade ke-3 abad ke-21. Bill Hamon dari Christian International pernah menyatakan pesan Tuhan bahwa sebelum abad ke-21, setiap 100 tahun ada perubahan dan pergeseran (shifting), tapi setelah memasuki tahun 2000 milinium baru, setiap 10 tahun akan ada yang perubahan.
10 tahun lalu, Kingdom Family (aka. Fire Generation), di Solo Fire Conference 2010 mendapatkan pesan “Indonsia Baru” dalam pertemuan 3 hari, 2 malam “Birthing a Nation”. Sejak itu, tahun 2012 kita melihat Jakarta Baru, kemudian 2014, Jokowi dari Solo secara mengejutkan ditempatkan Tuhan menjadi presiden RI yang ke-7. Hal itu berdampak dengan munculnya Ahok menjadi Gubernur DKI, dan Anies yang menjadi mendikbud.
Sampai hari ini di tahun 2020, ke-3 orang itu masih menjadi pusaran satu politik Indonesia, terlepas dari kinerja dan track record mereka. Tapi mereka adalah simbol proxy “Indonesia Baru” dan segala tantangannya. Jokowi menjadi simbol harapan baru dan perubahan, Ahok menjadi simbol pemerintahan yang bersih, transparan profesional, dan saat ini Anies menjadi simbol perlawananan terhadap perubahan yang dilakukan Jokowi-Ahok.
Ada Apa di 2020?
Tiba-tiba Virus Corona menjadi wabah dunia. Dimulai dari Wuhan, China, sampai hari ini virus sudah menjangkiti kurang lebih 44 negara. Indeks saham jatuh. Mata uang goyah. Ketakutan dan kekutiran merambah kemana-mana.
Tiba-tiba juga, Malaysia di goncang kembal. Setelah manuver politk Mahathir Mohammad dengan mengundurkan diri, dan mencederai janjinya untuk mengangkat Anwar Ibrahim menjadi penggantinya. Politik bergolak kembali di tanah jiran. Pemilihan baru akan dilaksanakan, dan ini bersamaan dengan pemilihan di Israel.
Ditambah lagi, 2020 adalah Pilkada Amerika Serikat. Donald Trump yang sudah lolos dari impeachment, masih dibayang-bayangi perlawanan sengit dari Demokrat yang didukung kelompok radikal kiri: LGBT, pro aborsi, humanis liberal, feminis, dan semua yang non agamis.
Disisi lain, India tiba-tiba memanas dengan Konflik agama antara Hindu-Islam. Dipicu dari UU Baru tentang kewarganegaraan yang dianggap mendiskriminasi Islam. Lengkap sudah, China, Amerika, dan India, Israel, Malaysia. China – Amerika – India adalah 3 negara dengan populasi terbesar di dunia. Sementara Israel dan Malaysia adalah dua negara yang strategis untuk Timur Tengah, spot terpenting di dunia yang bisa mengobarkan perang dunia.
Dari Indonesia Baru, Menuju Dunia Baru
Menariknya, sampai hari ini Indonesia menjadi negara yang belum terjangkiti virus Corona secara formal. Sementara Singapore pun sudah siaga 1. Secara profetis hal ini menjadi penting sekali. Setelah 2010 pesan Indonesia Baru, 2020 muncul dengan pesan dunia yang baru.
Kesaksian di China, justru karena virus Corona, kekristenan mendapatkan spotlight, keberanian turun di jalan-jalan memberitakan Injil, dan juga keluarga-keluarga di China baik yang Kristen atau bukan, merasa perlu untuk “berdoa kepada Tuhan”. Dari atheis, wabah telah mengubah China menjadi negara yang sedang mencari Tuhan.
Siapakah yang telah mendengar hal yang seperti itu, siapakah yang telah melihat hal yang demikian? Masakan suatu negeri diperanakkan dalam satu hari, atau suatu bangsa dilahirkan dalam satu kali? Namun baru saja menggeliat sakit, Sion sudah melahirkan anak-anaknya.(Yes 66:8)
Seperti Esther, Indonesia dipersiapkan untuk waktu seperti ini, dan itu dimulai dari dibuka pintu yang berabad-abad di Indonesia Timur, Maluku dan Papua. Seperti tanah Zebulon dan Naftali, yang disebut tanah Galilea, keluarga Maluku dan Papua disiapkan Tuhan untuk menjadi pasukanNya yang menjadi penerobos.
Nubuatan “manuk Garudha” di Yesaya 46:11 dalam versi bahasa Jawa merujuk kuat kepada lambang NKRI, burung Garuda yang bagaikan burung buas (pemangsa) dari Timur. Dan nabi Yesaya mengatakan sebagai “pelaksana putusan-Ku”. Artinya, Indonesia mengembang misi apostolik sehingga diberi otoritas dan kuasa untuk melaksanakannya (Yoel 2:11)
Yesaya 46:11 (JAWA94) Aku nimbali wong saka Wétan; timbalan-Ku bakal nyamber kaya manuk Garudha lan Aku bakal nindakaké rancangan-Ku. Aku wis ngandika, lan kuwi mesthi kelakon. Aku wis ngrancang mengkono lan iku bakal Dakwujudaké.
Yesaya 46:11 (TB) yang memanggil burung buas dari timur, dan orang yang melaksanakan putusan-Ku dari negeri yang jauh. Aku telah mengatakannya, maka Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak melaksanakannya.
Melaksanakan Mandat Ilahi
The Send 2020 di Brasil yang dihadiri 140 ribu anak muda di 3 stadion, Go 2020 yang menggerakan jutaan orang untuk berdoa dan penjangkauan , mengembalikan kembali urapan Moravian yang telah melahirkan kelompok puritan yang akhirnya melahirkan Amerika, membangun peradaban baru barat, ini waktunya tatanan baru dunia dibangun ulang.
Sungguh, Akulah yang dinanti-nantikan pulau-pulau yang jauh; kapal-kapal Tarsis berlayar di depan untuk membawa anak-anakmu laki-laki dari jauh, perak dan emasnya dibawa serta, untuk nama TUHAN, Allahmu, dan oleh karena Yang Mahakudus, Allah Israel, sebab Ia mengagungkan engkau. (Yes 60:9)
Mandat apostolik untuk Indonesia sudah jelas, membangkitkan suku-suku nusantara. Dan sekarang adalah waktu yang tepat. Dimulai dari Maluku yang menyanyi, Papua akan menari, maka Nusantara akan “pulang rumah” (Nusantara Homecoming).
Waktu kegenapan orang-orang non Yahudi (the fullness of Gentiles) dalam Roma 11:25 memasuki tahap strategis yang baru. 2020 adalah waktu bagi Indonesia mengambil posisi di tatanan Dunia baru. Sudah tepat Amerika mencoret Indonesia dari daftar negara berkembang, karena memang ini waktuNya Indonesia untuk menjadi negara maju.
Dimulai dari lutut-lutut yang berlutut, dari orang-orang biasa akan lahir orang-orang yang luar biasa. Dari Papua sampai ke ujung bumi yang lain. Timur, Barat, Utara, Selatan bergerak bersama-sama menjawab Doa Tuhan Yesus di Yoh 17:21-23 sebagai satu Tubuh Kristus, mendatang kerajaan yang tidak tergoncangkan di bumi, seperti di Surga.
Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.”
Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.
Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. (Ibr 12:26-28)
Penulis : Hanny Setiawan
The post Goncangan Di Awal 2020, Apa Mau Tuhan? appeared first on BeritaMujizat.
]]>
6728
Kabinet Jokowi 2019, Kompromi, Strategi, atau Ilahi?
/kabinet-jokowi-2019-kompromi-strategi-atau-ilahi/
Wed, 23 Oct 2019 21:11:12 +0000
Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 BeritaMujizat.com – Editorial – Kedaulatan Allah (soverignty of God) dalam kehidupan praktis manusia adalah sebuah keniscayaan. Hal ini adalah sebuah presuposisi (asumsi dasar) dalam worldview (wawasan dunia) kristen. Sebab itu, mengartikan apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dengan kehendak Allah adalah sebuah perjalanan iman yang membutuhkan mata, telinga, dan hati rohani …
The post Kabinet Jokowi 2019, Kompromi, Strategi, atau Ilahi? appeared first on BeritaMujizat.
]]>
Kabinet Indonesia Maju 2019-2024
BeritaMujizat.com – Editorial – Kedaulatan Allah (soverignty of God) dalam kehidupan praktis manusia adalah sebuah keniscayaan. Hal ini adalah sebuah presuposisi (asumsi dasar) dalam worldview (wawasan dunia) kristen.
Sebab itu, mengartikan apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dengan kehendak Allah adalah sebuah perjalanan iman yang membutuhkan mata, telinga, dan hati rohani yang terasah.
Roma 8:28 jelas meyatakan bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan baik orang yang mengasihiNya. Artinya, dalam kondisi dan peristiwa yang terjelek pun, selalu ada kebaikan dan maksud Tuhan disana.
Apabila rambut dikepala kita saja dihitung Tuhan (Luk 12:7), apalagi nasib sebuah bangsa yang besar seperti Indonesia, Tuhan pasti melihat, menghitung, dan memiliki rencana strategis bagi bangsa ini.
Yunus 4:11 menyatakan, “Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?”
Kabinet Indonesia Maju 2019-2024
Tanggal 21-22 Oktober 2019 menjadi puncak pergulatan politik paska pemilu 2019, pembentukan kabinet Jokowi-Amin 2019-2024. Setelah kemenangan Jokowi-Amin bulan April – September 2019, suhu politik tidak menurun tapi justru semakin tinggi, bahkan ada korban jiwa di beberapa kejadian (demo dan papua). Ini adalah fakta politik yang sudah menjadi sejarah kelam Indonesia.
Mengartikan cuilan informasi ini tidak begitu sulit. Penolakan terhadap kepimpiman Jokowi sejak 2012 (Jakarta Baru), 2014 (Term I), 2017 (Pilkada DKI), sampai Pemilu 2019 (term 2) sebenarnya sudah terjadi baik dari dalam maupun luar.
Jokowi, sebagai politisi, telah menunjukkan bahwa dia mampu melewati belokan-belokan tajam dan menorehkan tinta emas dalam pembangunan Indonesia terutama infrastruktur di term pertama.
Sampai di sini, kita harus berani mengakui bahwa “kalau bukan Tuhan”, tidak mungkin Jokowi yang tidak memiliki latar belakang politik, dan modal yang cukup bisa selamat di panggung politik Indonesia sampai detik ini.
Dalam konteks itu, manuver politik Jokowi dalam pemilihan komposisi kabinet Indonesia maju 2019-2024 cukup mengejutkan semua pihak, baik pendukung atau lawan politik. Oops he did it again!Masuknya Prabowo dan Gerindra ke sistem jelas ada langkah politis yang sarat transkasi. Orang kalah koq dapat posisi? Itu pertanyaan yang mungkin tersirat dikalayak. Apakah Jokowi sudah kompromi dan meninggalkan konstituennya?
Kontroversi lainnya, jabatan Menteri agama yang diperkirakan jatuh ke NU (Nahdlatul Ulama) ternyata juga tidak terjadi. Padahal NU terlihat “sudah ngarep” karena sudah mendukung sepenuhnya Jokowi untuk melawan gempuran para penunggang gelap NKRI, dan fundamentalis Islam yang menolak Jokowi secara ideologis. Buktinya langsung viral #tolakMenag.
Masuknya Nadiem Makarim (Gojek) menjadi mendikbud juga langsung mendapatkan sorotan tersendiri. Di usia 35 tahun, dengan latar belakang pluralis, dan murni pebisnis yang notabene tidak lahir dari latar belakang pendidikan dan keluar dari pakem “jatah Muhammadiah”, Nadiem terprediksi akan menghadapi penolakan yang terstruktur, sistematis, dan masif mulai dari guru, diknas, sampai parpol-parpol yang sudah terbiasa “titip setoran.”
Keberhasilan Asian Games membawa berkah tersendiri untuk Eric Thohir (Menteri BUMN), dan Wisnuthama (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) sekaligus memperlihatkan fokus Jokowi untuk mengejar ketertinggalan ekonomi Indonesia melalui pembenahan cash-cow machine pemerintah (BUMN) seperti yang dilakukan China.
Sebelum reformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di China dimulai pada 1990, pertumbuhannya terbatas dan kalah oleh sektor swasta. Namun, saat ini, ada sekitar 150.000 BUMN yang dikendalikan pemerintah China, dan BUMN menyumbang 80 persen kapitalisasi pasar di sektor seperti energi dan industri. (sumber)
Tidak banyak yang mengerti bahwa tanpa dukungan BUMN, Jack Ma tidak akan sebesar sekarang. Dongeng orang miskin jadi kaya karena murni kepandaian itu tidak seperti yang dinarasikan. China mungkin sudah lebih kapitalis daripada negara kapitalis sebesar Amerika, dalam bentuk yang lain. Jokowi melihat itu. Ingat, Eric bukan orang dekat partai seperti Rini Soemarno. Berarti ada pertempuran yang hebat dalam menentukan jabatan ini.
Dari Kapolri aktif menjadi Mendagri, Tito Karnavian telah menorehkan sejarah lain. Pilkada DKI 2017 memperlihatkan bahwa Gubernur yang seharusnya menjadi perpanjangan tangan pemerintah pusat bisa menjadi sangat politis dan lupa untuk fokus bekerja mensejahterakan masyarakat.
Rontoknya Susi Pudjiastuti dari kursi Kelautan dan Perikanan menghancurkan hati para penggemarnya, tapi disambut dengan harapan baru para pebisnis ikan dan nelayan-nelayan yang berkurang banyak karena perindustrian ikan yang mungkin “termonopoli” kelompok tertentu. Hanya Jokowi yang tahu semua kartu, tapi kita bisa menebak arah mata angin. Jokowi berkeinginan untuk sepenuhnya meninggalkan warisan kepada rakyat Indonesia. “Saya sudah tidak ada beban”, katanya.
Mayjen Terawan sebagai menteri kesehatan juga kejutan lainnya. Viral karena ketidakcocokan dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan video “Hidup ini adalah kesempatan” yang viral dikalangan Kristen membuat posisi Terawan jadi sangat strategis mewakili minoritas di kabinet 2019. Penting dicatat, lagi-lagi Jokowi memilih dari militer.
Secara garis besar, komposisi kabinet Indonesia Maju 2019-2024, bisa diartikan, Jokowi memperkuat stabilitas nasional di DPR, eksekutif, dan juga yudikatif (orang partai) dengan melakukan banyak transkasi yang terkesan kompromistis. Baik lawan maupun teman semua dikonsolidasi menjadi satu atap, “Kerajaan Jokowi”.
Tidak heran, Gibran sang anak sulung tiba-tiba hendak melompat ke politik dengan bertempur dari bawah menjadi Walikota 2020. Jokowi memiliki bargaining power disemua partai (tidak hanya PDI-P), dan dia sedang menggunakan otoritas dan kuasanya secara maksimal.
Baca : Memasuki Era Baru Indonesia
Tuhan, Apa Yang Sedang Kau Pikirkan?
Analisa politik, ekonomi, sosial, sampai budaya bisa sangat bervariasi. Saking gado-gadonya kabinet Jokowi kali ini, baik dari pihak lawan maupun teman kewalahan, karena Jokowi telah memilih jalannya sendiri. Apakah ini yang Tuhan pikirkan juga?
Secara strategis, ada tiga yang menjadi highlight strategi Jokowi yaitu perang melawan radikalisme agama, stabilitas nasional dengan menggandeng kepolisian dan TNI dalam sistem, dan perubahan total dalam birokrasi untuk mencapai budaya baru.
Setelah fokus di hardware (infrastruktur), sekarang Jokowi menyiapkan software (birokrasi) yang profesional, dan itu strategi yang berhikmat. Untuk brainware (manusia Indonesia) maka peperangan di pendidikan oleh Nadiem Makarim adalah kuncinya.
Secara profetis, 2019 -2029 adalah dekade yang baru. 10 tahun sebelumnya 2009 – 2019 adalah waktu tahun Ayin, dimana Gereja Tuhan diajar untuk melihat. Dalam paruh kedua SBY 2009-2014, yang terjadi adalah matangnya fundamentalisme dan radikalisme, yang akhirnya muncul dipermukaan di jaman Jokowi-Ahok 2014-2019.
Di paruh kedua Jokowi, 2019-2024, stabilitas dan dasar perubahan besar diletakkan (termasuk pindahnya ibukota ke kerajaan tertua Nusantara, Kutai di Kalimantan). Dan hal ini menyisakan peperangan terakhir yang terbesar yang harus diemban penerus Jokowi 2024-2029, yaitu peperangan melawan Korupsi dan Nepotisme.
Baca : Tudung Indonesia Terbuka, Kebangunan Rohani Diluncurkan Surga
Jokowi sedang menyanyikan sebuah lagu baru, yaitu lagu baru “satu nusantara”. Agenda Rekonsiliasi Nasional sedang digulirkan, bahkan Ahok pun dipanggil untuk menjadi bagian dari keluarga. Sebuah revolusi diam-diam sedang dimulai.
Rekonsilasi tidak bisa ditawar adalah agenda tertunda Soekarna, Bapanya Indonesia. Dan agenda ini telah dihilangkan Soeharto dengan PKI di tahun 1965. Sebab itu sejak itu Indonesia menjadi negara yatim piatu yang tidak memiliki Bapa (founding father). Sehingga semua warisan Ilahi belum bisa dilepaskan secara multak.
Ketika Jokowi berani mengambil posisi sebagai Bapa bagi semua kalangan maka itulah yang menjadi hatiNya Tuhan. Itulah yang dipikirkan Tuhan akan Indonesia. Indonesia bukan lagi menjadi bangsa budak, tapi menjadi bangsa yang memiliki mental sebagai putra-putri Raja.
Sebuah peneguhan diberikan dari Nabi Yesaya untuk era baru Indonesia, terutama untuk kabinet Indonesia Maju 2019-2024
Yesaya 32:1-3 (TB) Sesungguhnya, seorang raja akan memerintah menurut kebenaran, dan pemimpin-pemimpin akan memimpin menurut keadilan, dan mereka masing-masing akan seperti tempat perteduhan terhadap angin dan tempat perlindungan terhadap angin ribut, seperti aliran-aliran air di tempat kering, seperti naungan batu yang besar, di tanah yang tandus. Mata orang-orang yang melihat tidak lagi akan tertutup, dan telinga orang-orang yang mendengar akan memperhatikan.
Rencana Tuhan untuk Indonesia tidak akan ditunda lagi. Yesaya 21:16-17 secara legal sudah terjadi. Dasar-dasar sudah mulai dibangun. Ini waktunya Indonesia bangkit dan menjadi terang (Yesaya 60), dengan kekuatan Gajah Indonesia akan membangunkan bangsa-bangsa yang tertidur dengan SUARA BARU dari belalainya.
Identitas dan destiny dari Indonesia sebagai Suara dari Timur akan dan sedang dikembalikan. Nusantara Baru!
Baca : Nubuatan Rick Ridding WPA 2012 Menuju Penggenapan
Penulis : Hanny Setiawan
Referensi:
Baru Sehari Menjabat, Menteri Agama Fachrul Razi Hadapi Masalah, Lihat Respon Nahdlatul Ulama NU
NU: Banyak Kiai Kecewa dan Protes Fachrul Razi Jadi Menteri Agama
Jaksa Agung Baru Rupanya Adik Kandung Politikus PDI-P…
The post Kabinet Jokowi 2019, Kompromi, Strategi, atau Ilahi? appeared first on BeritaMujizat.
]]>
6245
Rosh Hashanah 5780, Melihat 10 Tahun Kedepan
/rosh-hashanah-5780-melihat-10-tahun-kedepan/
Mon, 07 Oct 2019 07:32:26 +0000
Rosh Hashanah 5780 BeritaMujizat.com – Editorial – Rosh Hashanah (Hebrew: רֹאשׁ הַשָּׁנָה) adalah tahun baru Yahudi. Bulan pertama secara tahun sipil, dan bulan ketujuh yang disebut Etanim dalam 1 Raja 8:2. Rosh Hashanah tahun 2019 jatuh tanggal 30 September 2019. Berbeda dengan Rosh Hashanah tahun-tahun lalu, Rosh Hashanah tahun ini adalah akhir dari 10 tahun dari dari …
The post Rosh Hashanah 5780, Melihat 10 Tahun Kedepan appeared first on BeritaMujizat.
]]>
Rosh Hashanah 5780
BeritaMujizat.com – Editorial – Rosh Hashanah (Hebrew: רֹאשׁ הַשָּׁנָה) adalah tahun baru Yahudi. Bulan pertama secara tahun sipil, dan bulan ketujuh yang disebut Etanim dalam 1 Raja 8:2. Rosh Hashanah tahun 2019 jatuh tanggal 30 September 2019.
Berbeda dengan Rosh Hashanah tahun-tahun lalu, Rosh Hashanah tahun ini adalah akhir dari 10 tahun dari dari tahun Ayin (2010-2019), yang artinya Tuhan Melihat. Akhir sebuah musim, dan awal sebuah era baru.
Tahun ini sampai 10 tahun kedepan secara penanggalan Israel, kita mulai memasuki tahun Pey (פ, mulut). Bagi yang percaya Tuhan bergerak dalam musim dan waktu (Urapan Isakhar, I Taw 12:21) bisa mengerti bahwa perpindahan dari Ayin ke Pey atau dari Mata ke Mulut adalah sesuatu yang penting. Sebuah perubahan blueprint (denah).
10 tahun lalu adalah tahun 5770 Israel, dan sekarang memasuki tahun 5780 Israel. Selama 10 tahun terakhir (5770-5779), Tuhan sudah memperlihatkan isi hatiNya tentang Indonesia Baru, revival di sekolah, kebangkitan suku-suku, rencana untuk Ishamel, Kingdom Family, proyek jalan tol Ilahi Yesaya 19, sampai kepada pergerakan di semua lini sosial, pendidikan, bisnis, kesehatan, sampai kondisi politik suku, bangsa, dan dunia. Dan itu sudah selesai.
Sekarang waktunya penggenapan (Time of Fullfilment). 5780 adalah awal penggenapan dari semua yang sudah dilihat, dan dinyatakan. Tidak akan ada penundaan lagi (Wahyu 10:6) dan FirmanNya pasti jadi (Yes 55:11). Sebab itu waktunya untuk mendeklarasikan, dan mengerjakan.
Strategi Ilahi Baru
Strategi baru harus ada untuk 10 tahun kedepan. Melihat dan keluar dari 70 tahun perbudakan (Yer 29:10) berbeda musim ketika harus mulai membangun kembali peradaban di tanah perjanjian. Dari dekonstruksi huruf Pey (פ) ada pesan tersirat tentang benih yang kecil seperti huruf Yod (י) yang mewakili titik energi Ilahi.
Huruf Pey (פ) dibentuk dari dua huruf Ibrani lain: Kaf (כ) dan Yod (י). Dalam tradisi Ibrani, Kaf (כ) memiliki arti “telapak tangan” atau “wadah”. Dan Yod (י) yang merupakan huruf Ibrani terkecil, mewakili sebuah titik, titik energi Ilahi. Karena Yod digunakan untuk membentuk seluruh huruf Ibrani lainnya, dan karena Elohim menggunakan huruf-huruf sebagai blok-blok pembangun alam semesta, Yod mengindikasikan kemaha-hadiran Elohim. Karena Yeshua menggenggam alam semesta oleh Firman Kuasa-Nya (Ibr. 1:3), dan Yod adalah bagian dari setiap huruf Ibrani (dan karena itu setiap kata), Yod dianggap sebagai titik awal dari eksistensi Elohim di dalam segala sesuatu – “percikan” Roh Elohim di dalam segala sesuatu. (Sumber)
Fondasi (yesod) yang baru harus dibangun, dan itu dimulai dari benih yang kecil tapi hidup. Secara profetis, pesan ini kembali muncul ketika Kingdom Family Network merayakan Rosh Hashanah di Bethany El-Bethel (Solo Baru).
Anak Debora Fire Generation dari Alor yang dibawa pasangan Joni Hinakay dan alm. Sri Rahayu bagaikan benih kecil untuk sebuah aliran kebangunan yang baru. Apa yang dahulu cuma dilihat, sekarang menjadi menjadi kenyataan orang-orang seperti Joni Hinakay yang dengan taat memberikan hidup untuk Kerajaan akan dimunculkan Tuhan. Sekaligus generasi Efraim (anak Yusuf) yang diwakili Debora Fire Generation mulai ditanam dan dibangkitkan dalam 10 tahun kedepan.
Dan semuanya itu, membutuhkan “darah martir” seperti alm. Sri Rahayu yang meletakkan nyawaya untuk sebuah tujuan Ilahi. Dibangkitkannya Spirir of Martyr (semangat kemartiran), orang-orang yang tidak hanya terpanggil tapi sudah ada di posisi dan berani mengatakan “I will die for this“
Baca : Cincin Pernikahan yang Sangat Berharga Diserahkan kepada Pergerakan, Pak Jon Melakukan Langkah Iman untuk Menyerahkan Hidupnya bagi Pelayanan Suku
10 tahun kedepan bukanlah waktunya bermain dalam lingkaran pelayanan gereja saja. Tapi ini waktu penyelarasan radikal (radical alignment) dimana semua lini kehidupan, pelayanan, dan pekerjaan disatukan dalam satu tujuan Ilahi yaitu menggenapi semua mandat-mandat Ilahi yang sudah diberikan.
Baca : Tiga Aliran Besar Mewakili Mandat Baru Untuk Ekklesia di Indonesia
Benih itu harus mati, baru bisa tumbuh. 10 tahun kedepan dibutuhkan orang-orang yang mati dipanggilannya masih-masing, dan mengerjakan dengan setia sampai selesai (Wahyu 17:14 – terpanggil, terpilih, dan setia).
One simple Yes will bring the Kingdom comes, on earth as it is in heaven – Hanny Setiawan
Dan itu semua dimulai dari satu kata, YES!
Penulis : Hanny Setiawan
The post Rosh Hashanah 5780, Melihat 10 Tahun Kedepan appeared first on BeritaMujizat.
]]>
6044
Papua Belum Merdeka?
/papua-belum-merdeka/
Fri, 23 Aug 2019 06:07:38 +0000
Papua Keluarga Indonesia BeritaMujizat.com – Editorial – Papua bergolak. Dimulai dari kericuhan antara mahasiswa Papua, ormas, dan aparat di Surabaya, Kota Injil Manokwari (Papua Barat) pun meledak terjadi kericuhan sampai aksi pembakaran gedung DPRD (19/8/2019). Sorong, Jayapura, Timika dan Fak-Fak pun terseret dan sentimen yang sama. Seperti biasa, kebisingan politik segera merambah. Tak kurang, mulai …
The post Papua Belum Merdeka? appeared first on BeritaMujizat.
]]>
Papua Keluarga Indonesia
BeritaMujizat.com – Editorial – Papua bergolak. Dimulai dari kericuhan antara mahasiswa Papua, ormas, dan aparat di Surabaya, Kota Injil Manokwari (Papua Barat) pun meledak terjadi kericuhan sampai aksi pembakaran gedung DPRD (19/8/2019). Sorong, Jayapura, Timika dan Fak-Fak pun terseret dan sentimen yang sama.
Seperti biasa, kebisingan politik segera merambah. Tak kurang, mulai dari Gubernur Jatim, Walikota Surabaya, dan beberapa pemimpin daerah lainnya mencoba menenangkan orang-orang Papua yang tinggal di Jawa. Bahkan permintaan maaf terlontar dari mereka.
Eskalasi politik meningkat. Presiden Jokowi pun merespon dengan singkat tapi tajam:
Jadi, saudara-saudaraku. Pace, mace, mama-mama di Papua, di Papua Barat, saya tahu ada ketersinggungan. Oleh sebab itu, sebagai saudara sebangsa dan se-Tanah Air, yang paling baik adalah saling memaafkan– Sumber : Kompas.com –
Di level RI1, pernyataan singkat ini berarti sangat luas. Seorang Presiden harus bisa melihat akar permasalahan untuk menyelesaikan masalah. Dan Jokowi seorang praktis dan pekerja tulen bisa melihat bahwa akarnya sudah sampai dilevel emosi, perasaan, dan personal (ketersinggungan).
Artinya, entah by design, atau by accident, realitasnya ketersinggungan itu sudah ada. Perasaan sudah terlukai. Soal pidana, subversi, ataupun pihak mana yang mendalangi, itu dikerjakan “sambil jalan”, tapi perasaan marah harus diredam dulu. Itulah potret sementara apa yang terjadi di jagat NKRI saat ini.
Mengapa Manokwari, Mengapa 2019?
Manokwari adalah kota strategis baik secara rohani maupun secara politik. Kota yang dijuluki Kota Injil ini adalah tempat pertama Injil masuk ke Tanah Papua. Ottow & Geisler dua orang Misi (zending) yang sering disebut “rasul papua” setelah melalui proses panjang akhirnya mampu berlabuh di Pulau Mansinam, Manokwari. Itulah awal kekristenan di Papua.
Dari Pulau Mansinam itulah akhirnya Injil tersebar keseluruh Pulau Papua. Sebab itu bisa dikatakan Pulau Mansinam di Manokwari itu adalah Ground Zero (titik nol) dari Pulau Papua secara profetis. Itulah sebabnya Manokwari menjadi strategis.
Secara politik, dan kita percaya itu tidak kebetulan, gerakan Papua Merdeka itu didirikan tahun 1965 di Papua Barat (West Papua) yang ibukotanya adalah Manokwari (sumber). Kepentingan asing di tanah Papua sudah tidak perlu dipertanyakan.
Setelah proklamasi Kemerdekaan 17 Agutus 1945, Indonesia masih harus melalui perang Kemerdekaan selama 4 tahun. Baru 27 Desember 1949, melalui Konferensi Meja Bundar (KMB), Belanda menyerahkan Indonesia sepenuhnya.
Itupun dengan menyisakan status Papua Barat, atau waktu itu disebut Irian Jaya. Setelah perjuangan diplomasi yang berat, 15 Agustus 1962, melalui Perjanjian New York, Belanda menyerahkan kekuasaan atas Papua kepada kepada United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA). (sumber)
Setelah 1 Oktober 1962 Belanda secara resmi menyerahkan otoritas kepada UNTEA maka 31 Oktober 1962 secara de yure Merah Putih mulai berkibar di Tanah Papua. 7 tahun tepat seperti permintaan perjanjian New York, di tahun 1969 tanah Papua mengadakan Pepera (penentuan pendapat rakyat) atau kita kenal dengan sebutan Referendum.Referendum di mulai 14 Maret 1969, di selesaikan 4 Agutus 1969 di Merauke, dan diterima dan disetujui PBB tanggal 19 November 1969. Pelaksanaan Pepera sendiri disaksikan utusan PBB, Australia, dan Belanda.
Berarti tahun ini, 2019, tepat 50 tahun semua peristiwa bersejarah itu terjadi. Apakah kebetulan tiba-tiba seluruh bangsa, dan masyarakat internasiona di ajak menengok kembali peristiwa 50 tahun yang lalu? Apa yang sebenarnya terjadi?
Papua & Indonesia di Mata Tuhan
Apa kata manusia adalah noise (bising), apa kata Tuhan adalah voice (suara). Ditengah kebisingan politik, gerakan hak asasi manusia, dan para oportunis yang disambut kenaifan anak-anak Tuhan membuat semakin sulit menentukan dan membedakan keduanya : Bising vs Suara!
50 tahun adalah angka profetis tahun kemerdekaan, tahun Yobel atau tahun pembebasan. Jadi, memang ini waktunya Papua untuk dibebaskan dan dimerdekakan. Tetapi, bukan secara politik seperti yang dibayangkan dan dipikirkan para politisi dan kelompok OPM (Organisasi Papua Merdeka).
Sama seperti permintaan para murid Yesus sebelum Dia naik ke surga dalam Kisah 1:6
Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?”
Para murid mengira Yesus akan menjadi raja Israel secara politis dan bersama melawan Romawi, tapi Kerajaan Surga memiliki blueprint yang berbeda.
Melihat dari kacamata Kerajaan adalah kunci untuk mengurai permasalahan dunia baik yang bersifat pribadi, lokal, sampai kota, bangsa dan universal. Sebab itu, seperti perkataan Rasul Yohanes di kitab Wahyu “Naik, dan Lihatlah!”
Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini. (Wahyu 4:1)
Tubuh Kristus di Indonesia diajak untuk Naik lebih tinggi karena Tuhan mau menunjukkan sesuatu dari peristiwa yang tiba-tiba mencuat di tanak Papua, dan Indonesia.
Dalam dimensi Kerajaan, sebagai satu Tubuh Kristus, keluarga di Papua & Indonesia tidak berdiri sendiri, secara sistemik semua melekat, dan tersambung menjadi SATU.
Bulan Januari 2019, ada pesan apostolik yang kuat bahwa Tudung Kebangunan Rohani sudah dibuka, nyanyian baru dari pulau-pulau sudah saatnya didengar bangsa-bangsa.
Baca : Tudung Indonesia Terbuka, Kebangunan Rohani Diluncurkan Surga!
Bulan Mei 2019, kembali pesan apostolik dikumandangkan. Tabut Perjanjian untuk Indonesia ditanam dan dikubur. PerjanjianNya dengan Israel menjadi bagian Indonesia. Israel suku yang sulung, menjadi satu dengan suku-suku Indonesia (Nusantara) menuju Nusantara yang Baru.
Baca : Memasuki Era Baru Indonesia
Era baru sudah dimulai sejak 22 Mei 2019. Tabut kemuliaan Tuhan sudah ditanam di bumi Indonesia. Berkat-berkat sulung untuk Indonesia sudah dideklarasikan. Itulah sebabnya “si jahat” mencoba mengoyak Indonesia di hari itu, dengan cara-cara anarkis. Tapi Yesaya 55:11 sudah jelas, ini waktunya Indonesia, shalom bagi Indonesia.Ada beberapa hal strategis yang perlu dicatat dalam memasuki Era Baru Indonesia. Yang pertama, dibutuhkan tingkat baru kesatuan (oneness) dari Tubuh Kristus. Untuk ini dibutuhkan restorasi, rekonsiliasi, dan penyelarasan baru. Ini waktunya, semua janji-janji Tuhan yang di-restored (dipulihkan). Karena Tuhan mengingat janji-janji itu dengan sumpah.(Sumber)
Pesan-pesan Ilahi jelas memperlihatkan bahwa ada agenda Ilahi untuk suku-suku Nusantara dalam membangun Indonesia yang baru. Identitas kesukuan tidak dihilangkan dalam nasionalisme, tapi nasionalisme juga tidak menghilangkan identitas kesukuan.
Papua dan Indonesia adalah satu identitas. Tidak bisa dipisahkan. Sama seperti Jawa, Batak, Dayak, Bugis, Sunda, Ambon, Serua, Minahasa, dan suku-suku yang lain.
Berusaha mengoyak kesatuan itu adalah pekerjaan si Jahat untuk membuang identitas Indonesia yang paling hakiki, yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Identitas yang membuat Indonesia unik, sekaligus menjadi mandat apostolik Indonesia di Tubuh Kristus secara universal.
Baca : Tiga Aliran Besar Mewakili Mandat Baru Untuk Ekklesia di Indonesia
Goncangan Sudah Dimulai
Rick Ridding di Hongkong Gathering 2018, sudah mengingatkan bahwa akan ada Goncangan. Tapi dalam goncangan itu Tuhan selalu ada. Dan melalui goncangan-goncangan itu, akan tersaring orang-orang sisa (the remnant) yang akan menjadi satu dan terus menjadi gelombang bersatunya orang-orang sisa dalam kumpulan yang semakin besar.
Rick Ridding di Hongkong Gathering
Through this shaking I will bring forth My Kingdom that cannot be shaken! (Rick Ridding)
Ini waktu Tuhan di Indonesia. Tidak akan ada penundaan lagi! Papua kalian sudah merdeka, kita keluarga Nusantara, kita Indonesia. Bersama-sama ini waktunya bangkit, dan ambil bangian untuk Nusantara yang Baru, Itulah Indonesia Baru! Yesus Tuhan!
Penulis : Hanny Setiawan
The post Papua Belum Merdeka? appeared first on BeritaMujizat.
]]>
5694
Memasuki Era Baru Indonesia
/memasuki-era-baru-indonesia/
Wed, 29 May 2019 07:57:56 +0000
BeritaMujizat.com – Editorial – Pemilu sudah selesai, Jokowi-Amin sudah ditetapkan KPU (Komisi Pemilihan Umum) sebagai lembaga resmi negara sebagai pemenang pemilu. Meskipun ada penolakan dan masih ada upaya hukum terakhir dari Prabowo-Sandi, tapi secara legal, dan di aras grass root, kemenangan Jokowi-Amin sudah menjadi keniscayaan. Secara profetis kemenangan Jokowi-Amin 55% dengan selisih 11% adalah sebuah …
The post Memasuki Era Baru Indonesia appeared first on BeritaMujizat.
]]>
BeritaMujizat.com – Editorial – Pemilu sudah selesai, Jokowi-Amin sudah ditetapkan KPU (Komisi Pemilihan Umum) sebagai lembaga resmi negara sebagai pemenang pemilu. Meskipun ada penolakan dan masih ada upaya hukum terakhir dari Prabowo-Sandi, tapi secara legal, dan di aras grass root, kemenangan Jokowi-Amin sudah menjadi keniscayaan.
Secara profetis kemenangan Jokowi-Amin 55% dengan selisih 11% adalah sebuah kebetulan Ilahi yang menguatkan pesan di Yesaya 55:11, yaitu:
demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Pesan Yesaya 55:11 ini juga yang dideklarasikan tanggal 20 Mei 2019 bersama Solo Ekklesia tepat hari kebangkitan nasional, dan kembali kebetulan Ilahi terjadi, ketika KPU merubah jadwal pengumuman menjadi 21 Mei 2019 subuh.
Kebetulan-kebetulan Ilahi tersebut secara teologis tentu menjadi perdebatan, tapi bagi yang percaya Roh Kudus masih berbicara, dan percaya bahwa otoritas Ilahi di bumi dipunyai Tubuh Kristus (baca: Ekklesia), hal tersebut bukan kebetulan, tapi sebuah keniscayaan dari hasil-hasil syafaat (intercession) dari umatNya.
Mulai dari runtuhnya tembok Korea sehingga melahirkan Misi Apostolik Baru (baca: Misi Apostolik Baru) sampai lahirnya 3 mandat baru untuk Ekklesia di Indonesia, yaitu : Ishmael Revival, Youth & Tribal Awakening, dan 4th Generation (baca: Tiga Aliran Besar Mewakili Mandat Baru Untuk Ekklesia di Indonesia) semua pesan-pesan Tuhan jelas memperlihatkan bahwa Agenda Tuhan untuk Indonesia tidak akan ditunda. Era baru Indonesia sudah digulirkan.
Konsekuensinya, Tubuh Kristus di Indonesia siap atau tidap siap harus mengambil posisi, karena berarti secara strategis “suara Indonesia” (Sound of Indonesia) sudah harus menjadi bagian dari harmoni dari suara bangsa-bangsa. Tidak ada penundaan lagi!
dan ia bersumpah demi Dia yang hidup sampai selama-lamanya, yang telah menciptakan langit dan segala isinya, dan bumi dan segala isinya, dan laut dan segala isinya, katanya: “Tidak akan ada penundaan lagi!” (Wahyu 10:6)
Menapaki Era Baru
Era baru sudah dimulai sejak 22 Mei 2019. Tabut kemuliaan Tuhan sudah ditanam di bumi Indonesia. Berkat-berkat sulung untuk Indonesia sudah dideklarasikan. Itulah sebabnya “si jahat” mencoba mengoyak Indonesia di hari itu, dengan cara-cara anarkis. Tapi Yesaya 55:11 sudah jelas, ini waktunya Indonesia, shalom bagi Indonesia.
Ada beberapa hal strategis yang perlu dicatat dalam memasuki Era Baru Indonesia. Yang pertama, dibutuhkan tingkat baru kesatuan (oneness) dari Tubuh Kristus. Untuk ini dibutuhkan restorasi, rekonsiliasi, dan penyelarasan baru. Ini waktunya, semua janji-janji Tuhan yang di-restored (dipulihkan). Karena Tuhan mengingat janji-janji itu dengan sumpah.
Bersamaan dengan itu, dibutuhkan rekonsiliasi semua pihak yang sudah terluka karena era lama. Dalam setiap peperangan selalu ada luka. Era lama selalau mengandung luka-luka, dan itu harus dibereskan. Pelayanan pendamaian (II Kor 5:18)
Tingkat kesatuan yang baru membutuhkan juga penyelarasan (alignment) baru antara pelayanan (ministry), penguraapan (annointing), dan jubah (mantle). Juga, penyelarasan baru antara panggilan pribadi, gereja lokal, komunitas, bisnis, sampai dilevel keluarga apostolik (sinode, denominasi, lembaga) sangat penting dikerjakan.
Yang kedua, Indonesia adalah negara pertama yang merdeka setelah Jepang menyerah. Ini membuat Indonesia menjadi “yang sulung”. Dan Rick Ridding dalam nubuatannya jelas memperlihatkan bahwa seperti Gajah maka Indonesia akan menjadi kekuatan utama yang membawa Filipina, Singapore, Malaysia, dan India sampai ke Timur Tengah, menuju Yerusalem Baru.
Bukan G to G (government to government), bukan B to B (business to business) tapi rekonsiliasi P to P (Prayer to Prayer) yang diwakili dari house of prayer (menara doa) yang mengerjakannya. Disini peran Indonesia House of Prayer (IHOP) dan MDK (Menara-Menara D